Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak selalu berpuasa dengan pola yang sama sepanjang tahun; beliau kadang berpuasa terus-menerus sehingga seolah tidak berbuka, dan kadang tidak berpuasa sehingga seolah tidak puasa. Namun yang paling jelas dan istimewa adalah kebiasaan beliau memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, bahkan sebagian besar bulan Sya'ban. Ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah, khususnya di bulan Sya'ban, sebagai persiapan menyambut Ramadhan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Puasa, Bab Perbedaan Pendapat Mengenai Muhammad bin Ibrahim Dalam Hal Ini (no. 2177), dari Abu Salamah bin Abdurrahman yang bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
<p>أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ عَنْ صِيَامِ، رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ وَكَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ أَوْ عَامَّةَ شَعْبَانَ .</p>
Terjemahan: "Diriwayatkan dari Abu Salamah bin 'Abdur-Rahman bahwa dia bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah. Dia berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa berpuasa sampai kami berkata: 'Dia tidak akan berpuasa.' Dan dia biasa berpuasa di bulan Sya'ban, atau sebagian besar bulan Sya'ban.'"
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah:
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ</p>
QS. Al-Baqarah [2]: 183
Terjemahan: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Hadits lain yang mendukung keutamaan puasa Sya'ban diriwayatkan oleh Aisyah dalam Shahih Muslim dan Sunan An-Nasa'i, bahwa Nabi ﷺ berpuasa di Sya'ban lebih banyak daripada bulan lainnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menyoroti dua hal utama: (1) pola puasa Nabi ﷺ yang tidak selalu sama, dan (2) keistimewaan puasa di bulan Sya'ban.
Pertama, pernyataan Aisyah "berpuasa sampai kami berkata tidak akan berbuka, dan berbuka sampai kami berkata tidak akan berpuasa" menunjukkan bahwa Nabi ﷺ kadang berpuasa beberapa hari berturut-turut, lalu kadang tidak berpuasa beberapa hari. Ini bukan berarti beliau berpuasa terus tanpa berbuka, karena puasa terus-menerus (wishal) dilarang dalam hadits lain. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah cara Aisyah menggambarkan bahwa Nabi ﷺ tidak menetapkan pola yang kaku; beliau berpuasa sesuai kemudahan dan kadang meninggalkannya untuk mengajarkan bahwa puasa sunnah itu fleksibel.
Kedua, bagian "وَكَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ أَوْ عَامَّةَ شَعْبَانَ" (dan beliau berpuasa di Sya'ban atau sebagian besar Sya'ban) menunjukkan perhatian khusus Nabi ﷺ pada bulan ini. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hikmahnya adalah karena Sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan manusia, terletak antara Rajab dan Ramadhan, sehingga Nabi ﷺ ingin mengisi kelalaian itu dengan ibadah. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menambahkan bahwa puasa Sya'ban seperti "pemanasan" sebelum Ramadhan, agar jiwa terbiasa dan tidak terkejut dengan puasa wajib.
Imam An-Nasa'i sendiri dalam Sunan-nya memasukkan hadits ini dalam bab tentang perbedaan pendapat mengenai Muhammad bin Ibrahim (perawi dalam sanad), yang menunjukkan bahwa para ulama hadits sangat teliti dalam memverifikasi riwayat, meskipun hadits ini shahih dan disepakati maknanya.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Sebagian ulama seperti Aisyah dan Ibnu Hajar memahami "عامة شعبان" (sebagian besar Sya'ban) secara literal, yaitu Nabi ﷺ berpuasa hampir sepanjang Sya'ban. Sementara An-Nawawi dan Ibn Rajab menekankan bahwa ini adalah sunnah yang dianjurkan, tetapi tidak wajib, dan tidak boleh dijadikan alasan untuk berpuasa terus-menerus tanpa henti. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa Nabi ﷺ memperbanyak puasa di Sya'ban, tetapi tidak berpuasa penuh sebulan penuh, karena ada hadits lain yang menyebut beliau tidak berpuasa penuh di bulan apa pun selain Ramadhan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha suatu hari ditanya oleh Abu Salamah bin Abdurrahman tentang puasa Nabi ﷺ. Aisyah, yang adalah istri Nabi dan orang yang paling tahu kebiasaan beliau di rumah, menjawab dengan gambaran yang sangat hidup: "Beliau berpuasa sampai kami menyangka beliau tidak akan berbuka, dan beliau berbuka sampai kami menyangka beliau tidak akan berpuasa." Ini menunjukkan betapa Aisyah memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, dan betapa beliau ingin mengajarkan bahwa ibadah sunnah itu tidak boleh membuat seseorang merasa berat atau bosan. Kemudian Aisyah menyebutkan bahwa Nabi ﷺ paling banyak berpuasa di bulan Sya'ban. Imam An-Nasa'i meriwayatkan ini dalam kitabnya, dan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengomentari bahwa ini adalah bukti kecintaan Nabi ﷺ pada amal yang jarang dilakukan orang, karena Sya'ban adalah bulan yang "terlupakan" di antara Rajab dan Ramadhan.
Hikmahnya: Janganlah kita hanya beribadah di bulan Ramadhan saja, tetapi biasakanlah berpuasa sunnah di bulan-bulan lain, terutama Sya'ban, agar hati kita selalu terlatih dalam ketaatan.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban, karena Nabi ﷺ melakukannya dan ini adalah amalan yang sering dilupakan.
- Jangan berpuasa terus-menerus tanpa berbuka (wishal), karena Nabi ﷺ melarangnya; pola puasa beliau adalah kadang berpuasa, kadang tidak.
- Ibadah sunnah itu fleksibel, tidak perlu memaksakan diri hingga memberatkan, tetapi juga jangan meninggalkannya karena malas.
- Teladani Aisyah dalam memperhatikan dan meriwayatkan sunnah Nabi ﷺ dengan detail, karena ilmu agama dibangun atas riwayat yang teliti.
- Persiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbanyak puasa di Sya'ban, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.