Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menegaskan bahwa azab kubur itu benar dan nyata. Aisyah radhiyallahu ‘anha awalnya meragukan informasi dari dua wanita Yahudi, lalu Rasulullah ﷺ membenarkannya. Beliau sendiri selalu berlindung kepada Allah dari azab kubur dalam setiap shalatnya. Ini menunjukkan keyakinan Ahlus Sunnah bahwa siksa kubur adalah hak dan harus diimani.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an yang relevan:
Allah Ta’ala berfirman tentang kondisi orang-orang yang zalim setelah mati:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟۟ النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۚ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (سورة غافر ٤٠: ٤٦)
Terjemahan: “Dan (ingatlah) bahwa mereka (para pengikut Fir’aun) diperlihatkan neraka pada pagi dan petang (di alam barzakh). Dan pada hari terjadinya Kiamat, (dikatakan): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.’” Ayat ini menunjukkan adanya siksaan di alam kubur (barzakh) sebelum hari Kiamat.
Hadits terkait:
Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha ini terdapat dalam Sunan An-Nasa’i nomor 2067. Maknanya: dua wanita tua Yahudi memberitahu bahwa ahli kubur disiksa. Nabi ﷺ membenarkan dan bersabda, “Mereka disiksa dengan siksaan yang didengar oleh semua binatang.” Kemudian Aisyah berkata, “Maka aku tidak pernah melihat beliau melakukan shalat melainkan beliau berlindung dari azab kubur.”
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1372) dan Imam Muslim (no. 584) dari jalur lain dengan redaksi yang serupa.
Penjelasan ulama dari daftar:
- Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fathul Bari (3/197) menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tegas tentang azab kubur. Beliau menukil ijma’ (kesepakatan) ulama Ahlus Sunnah tentang hakikat azab kubur, dan menyebutkan bahwa para ulama salaf seperti Mujahid, Qatadah, dan al-Zuhri (semua dari daftar) meyakini hal ini.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/219) menyatakan bahwa azab kubur adalah kebenaran yang wajib diimani berdasarkan Al-Qur’an, hadits mutawatir, dan ijma’ ulama.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Kitab ar-Ruh (h. 100-150) membahas panjang lebar tentang azab kubur dan kenikmatan kubur, merujuk pada ayat-ayat dan hadits-hadits shahih, serta menolak syubhat orang-orang yang mengingkarinya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan beberapa faedah penting:
- Kebenaran azab kubur – Aisyah ra. awalnya tidak percaya karena informasi itu datang dari orang Yahudi yang biasa menyembunyikan kebenaran. Namun Nabi ﷺ membenarkan mereka dalam hal ini. Ini menunjukkan bahwa azab kubur disepakati oleh para nabi dan kitab-kitab sebelumnya, dan Islam mengukuhkannya.
- Azab kubur bersifat fisik dan dapat dirasakan – Sabda Nabi ﷺ “mereka disiksa dengan siksaan yang didengar oleh semua binatang” menunjukkan bahwa siksaan itu nyata, bukan hanya metafora. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa Nabi ﷺ pernah mendengar suara azab kubur ketika melewati dua kubur (HR. al-Bukhari no. 218). Ini memperkuat bahwa azab kubur dapat didengar oleh makhluk lain sebagai bentuk peringatan.
- Perlindungan dari azab kubur dalam shalat – Aisyah ra. menyaksikan bahwa Nabi ﷺ selalu berlindung dari azab kubur dalam shalatnya. Ini menunjukkan pentingnya doa ini. Dalam Shahih Muslim, disebutkan bahwa doa tersebut dibaca setelah tasyahud akhir sebelum salam. Imam asy-Syafi’i (dari daftar) dalam al-Umm menganjurkan membaca doa perlindungan dari azab kubur dalam shalat.
- Sikap Aisyah yang teliti dalam menerima berita – Aisyah tidak langsung percaya pada berita dari orang Yahudi, tetapi ia menanyakan kepada Rasulullah ﷺ. Ini mengajarkan kita untuk tidak menerima begitu saja informasi dari sumber yang tidak terpercaya, terlebih dalam urusan akidah.
Perbedaan pendapat di kalangan ulama daftar – Secara umum, semua ulama dalam daftar di atas sepakat tentang azab kubur. Tidak ada perbedaan prinsip. Namun sebagian ahli kalam (seperti Mu’tazilah dan Jahmiyyah) yang tidak termasuk daftar mengingkarinya. Ahlus Sunnah berpegang pada dalil-dalil yang jelas. Imam Ahmad bin Hanbal (dari daftar) dalam kitab ar-Radd ‘ala al-Jahmiyyah membantah keras orang-orang yang mengingkari azab kubur.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin al-Mubarak (dari daftar) bahwa beliau pernah ditanya, “Wahai Abu Abdurrahman, mengapa engkau sering menangis?” Beliau menjawab, “Aku takut akan azab kubur.” Kemudian beliau menceritakan bahwa Mujahid (dari daftar) berkata, “Tidak ada seorang mukmin pun yang meyakini azab kubur lalu ia tidak takut kepadanya.” (Lihat: Hilyatul Auliya’ 8/166)
Kisah ini mengingatkan kita bahwa para salaf sangat takut akan azab kubur, meskipun mereka adalah orang-orang shalih. Ketakutan mereka bukan karena putus asa dari rahmat Allah, melainkan karena keimanan yang kuat kepada berita yang benar dari Allah dan Rasul-Nya. Maka kita pun hendaknya memperbanyak doa memohon perlindungan dari azab kubur.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani bahwa azab kubur adalah hak dan nyata, sebagaimana diajarkan Al-Qur’an dan hadits shahih.
- Setiap Muslim hendaknya membaca doa perlindungan dari azab kubur, terutama dalam shalat, seperti yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Jangan meremehkan dosa-dosa, karena azab kubur bisa disebabkan oleh maksiat yang kita anggap remeh. Sebaliknya, berusahalah beramal shalih dan memohon ampunan.
- Jika ada seseorang yang mengingkari azab kubur, nasihatilah dengan lembut dan berikan dalil-dalil yang jelas dari Al-Qur’an dan sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah. Aamiin.