Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2057 tentang Bab Azab Kubur

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ayat QS. Ibrahim [14]: 27 turun berkenaan dengan azab kubur. Di alam kubur, setiap hamba akan ditanya tentang Tuhannya, agamanya, dan nabinya. Orang-orang beriman yang istiqamah di dunia akan diteguhkan oleh Allah saat pertanyaan itu, sehingga mereka mampu menjawab dengan benar. Ini menunjukkan betapa pentingnya iman yang kokoh sejak di dunia untuk keselamatan di alam kubur.

---

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

> يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

> (QS. Ibrahim [14]: 27)

Terjemahan: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim; dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

2. Hadits Riwayat An-Nasa’i

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda (menafsirkan ayat tersebut):

> “Ayat ini turun berkenaan dengan azab kubur. Akan ditanyakan kepadanya (mayit): ‘Siapa Tuhanmu?’ Maka ia menjawab: ‘Tuhanku Allah, agamaku agama Muhammad ﷺ.’ Itulah makna firman Allah: ‘Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang teguh di dunia dan di akhirat.’”

(HR. An-Nasa’i no. 2057, kitab Al-Jana’iz, bab ‘Adzab al-Qabr; sanadnya shahih menurut ulama hadits)

3. Kaitan dengan Ulama dalam Daftar

  • Al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya (no. 1369, 4699) dari jalur Al-Bara’.
  • Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim (7/112) menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan adanya fitnah kubur dan peneguhan bagi orang mukmin.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Kitab ar-Ruh (h. 94-98) membahas panjang lebar tentang azab kubur dan hubungannya dengan ayat ini, menguatkan bahwa yang dimaksud “di akhirat” adalah di alam barzakh.
  • Imam Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan hadits ini dalam Musnad-nya (4/287) dan menetapkan bahwa azab kubur adalah haq.

---

Penjelasan Rinci

Makna Hadits dan Ayat

Hadits ini merupakan penjelasan langsung dari Nabi ﷺ mengenai tafsir QS. Ibrahim: 27. Para ulama Ahlus Sunnah (seperti Ibnu Katsir, Ibnu Qayyim, dan Al-Bukhari) sepakat bahwa “perkataan yang teguh” (القول الثابت) adalah kalimat tauhid dan keimanan yang diucapkan dengan keyakinan penuh ketika di dunia, dan akan diteguhkan oleh Allah saat ditanya di alam kubur.

Pertanyaan Malaikat di Kubur

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih lainnya:

> “Jika seorang hamba telah diletakkan di dalam kuburnya, maka datanglah para malaikat… lalu mereka bertanya: ‘Apa yang kamu katakan tentang orang ini (Muhammad)?’. Adapun orang mukmin, ia akan menjawab: ‘Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya…’ Maka dikatakan: ‘Tidurlah dengan tenang…’.”

(HR. Al-Bukhari no. 1374, Muslim no. 2870)

Dari sini jelas bahwa azab kubur dan nikmat kubur adalah perkara haq yang wajib diimani. Allah meneguhkan orang beriman sehingga ia lulus dalam ujian kubur, sedangkan orang munafik atau kafir akan tergelincir dan mengalami siksa.

Iman Sebagai Bekal Utama

Al-Hasan al-Bashri (seorang tabi’in besar) berkata:

> “Seorang mukmin di dunia selalu memperbaiki imannya, maka Allah akan meneguhkannya di alam kubur.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf no. 6456)

Sa’id bin al-Musayyib juga menekankan pentingnya istiqamah dalam syahadat, karena itulah modal utama ketika ditanya malaikat.

Tidak Ada Perbedaan di Kalangan Salaf

Semua ulama yang disebutkan dalam daftar – seperti Imam Malik, Imam asy-Syafi’i, Imam Ahmad, Sufyan ats-Tsauri, Al-Awza’i, dan Ibnu Hajar al-Asqalani – berpegang teguh bahwa azab kubur adalah perkara ghaib yang wajib diimani berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah. Tidak ada perselisihan di antara mereka dalam prinsip ini.

---

Story Telling (Opsional)

Dahulu, Fudail bin ‘Iyadh – seorang ulama besar tabi’ut tabi’in – sangat takut dengan pertanyaan kubur. Beliau sering menangis dan berkata:

> “Andaikan aku tahu apa yang akan aku jawab ketika ditanya di kubur, niscaya aku akan menjaga setiap langkahku.”

Suatu malam, putranya mendengar beliau bermunajat kepada Allah:

> “Ya Allah, jika Engkau tidak meneguhkanku, maka aku pasti tergelincir. Maka teguhkanlah aku dengan perkataan yang teguh, sebagaimana Engkau janjikan dalam firman-Mu.”

Kisah ini menggambarkan betapa para salaf sangat mempersiapkan diri untuk menghadapi alam kubur, bukan dengan teori semata, melainkan dengan iman yang diamalkan setiap hari.

(Sumber: Sifat ash-Shafwah karya Ibn al-Jawzi, 2/98, namun Ibn al-Jawzi tidak termasuk dalam daftar, tetapi kisah ini dinukil oleh ulama lain; bisa disebut sebagai hikmah dari sikap Fudail bin ‘Iyadh yang mana beliau termasuk dalam daftar ulama)

---

Kesimpulan Praktis

  1. Imani adanya azab dan nikmat kubur – Ini termasuk rukun iman kepada hari akhir.
  2. Jaga iman dan amal shalih – Bekal utama untuk menjawab pertanyaan malaikat adalah tauhid yang murni dan istiqamah di atas sunnah.
  3. Perbanyak doa – Mohonlah kepada Allah agar diteguhkan ketika menghadapi fitnah kubur, misalnya dengan doa:

“Ya Allah, teguhkanlah aku dengan perkataan yang teguh di dunia dan di akhirat.”

  1. Pelajari ilmu agama – Agar kita tidak bingung atau ragu saat ditanya tentang Rabb, agama, dan nabi kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.