Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan tuntunan Nabi ﷺ yang mulia: ketika bangun dari tidur di malam hari untuk shalat tahajud, beliau bersiwak terlebih dahulu untuk membersihkan mulut. Ini adalah bentuk perhatian Islam terhadap kebersihan dan kesucian, terutama saat hendak bermunajat kepada Allah ﷻ. Siwak adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan membersihkan mulut sebelum shalat adalah bagian dari adab yang agung.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (Kitab Thaharah, Bab Siwak Ketika Berdiri di Malam Hari, no. 2), dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
Terjemahan: Dari Hudzaifah, ia berkata: "Adalah Rasulullah ﷺ apabila bangun dari tidur di malam hari, beliau menggosok mulutnya dengan siwak."
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman tentang sifat orang-orang yang beriman dan bermunajat di malam hari:
لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ
"Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab ada golongan yang berlaku lurus; mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat)."
(QS. Ali 'Imran [3]: 113)
Ayat ini menunjukkan keutamaan ibadah malam, dan hadits di atas mengajarkan adab kesucian saat melakukannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Makna "يَشُوصُ فَاهُ" (menggosok mulutnya): Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna yasushu adalah menggosok dan membersihkan. Ini menunjukkan bahwa siwak digunakan dengan gerakan menggosok pada gigi dan mulut untuk menghilangkan bau tidak sedap yang muncul setelah tidur.
- Hikmah Kebersihan Sebelum Ibadah: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hikmah bersiwak saat bangun malam adalah untuk membersihkan mulut dari bau yang berubah karena tidur. Ini adalah bentuk penghormatan kepada Allah ﷻ ketika hendak bermunajat dan berdiri di hadapan-Nya dalam shalat. Malaikat pun merasa terganggu dengan bau yang tidak sedap, sebagaimana manusia juga merasa terganggu.
- Keutamaan Siwak Secara Umum: Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menyebutkan banyak faedah siwak, di antaranya: membersihkan mulut, memutihkan gigi, menghilangkan bau tidak sedap, menguatkan gusi, dan membuat Allah ﷻ ridha. Beliau juga menukil bahwa siwak adalah salah satu sunnah yang paling ditekankan oleh Nabi ﷺ.
- Penerapan Para Ulama: Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa bersiwak disunnahkan pada setiap kali hendak shalat, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: "Kalau tidak memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka bersiwak pada setiap kali shalat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, bersiwak ketika bangun malam untuk shalat adalah bagian dari penerapan sunnah ini secara umum.
- Perbedaan Pendapat Tentang Hukum Siwak: Para ulama sepakat bahwa siwak adalah sunnah yang sangat dianjurkan (mu'akkadah), bukan kewajiban. Namun, sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayat menyatakan bahwa bersiwak wajib ketika berwudhu, berdasarkan perintah Nabi ﷺ yang tegas dalam hadits: "Kalau tidak memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka bersiwak pada setiap kali wudhu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Pendapat yang lebih kuat dan dipilih oleh jumhur (mayoritas) ulama, termasuk Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Asy-Syafi'i, adalah bahwa siwak hukumnya sunnah, bukan wajib.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang menyimpan rahasia Nabi ﷺ tentang fitnah-fitnah akhir zaman, suatu malam pernah tidur di dekat rumah Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ bangun untuk shalat malam, beliau bersiwak dan berdoa. Hudzaifah menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ memulai ibadahnya dengan kebersihan. Kemudian Nabi ﷺ shalat dengan bacaan yang panjang dan khusyuk. Ketika sampai pada ayat yang berisi kabar gembira, beliau berdoa; dan ketika sampai pada ayat yang berisi ancaman, beliau berlindung. Ini menunjukkan bahwa kesucian lahir (bersiwak) dan kesucian batin (khusyuk) berjalan beriringan dalam ibadah beliau. (HR. Muslim).
Hikmah: Ibadah yang agung dimulai dengan kebersihan dan kesucian. Sebagaimana kita membersihkan diri dari hadas dengan wudhu, kita juga membersihkan mulut dari bau tidak sedap dengan siwak, agar munajat kita kepada Allah ﷻ lebih sempurna dan lebih diterima.
Kesimpulan Praktis
- Bersiwaklah setiap kali hendak shalat, terutama ketika bangun dari tidur di malam hari untuk shalat tahajud.
- Niatkan untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ, agar ibadah kita bernilai pahala dan dicintai Allah ﷻ.
- Jaga kebersihan mulut dan gigi sebagai bagian dari fitrah dan ajaran Islam yang sempurna.
- Mulailah ibadah dengan kesucian lahir dan batin, agar munajat kita lebih khusyuk dan sempurna.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.