Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1992 tentang Keutamaan shalat jenazah oleh seratus orang yang memberi syafaat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi seorang Muslim yang meninggal dunia, yaitu jika jenazahnya dishalatkan oleh seratus orang Muslim yang ikhlas memberi syafaat (mendoakan) untuknya, maka Allah ﷻ akan menerima syafaat/doa mereka. Ini adalah kabar gembira dan dorongan bagi kaum Muslimin untuk menghadiri shalat jenazah serta memperbanyak doa untuk saudara mereka yang telah wafat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abdullah bin Yazid (anak susuan Aisyah), dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Teks Hadits (dengan harakat):

لَا يَمُوتُ أَحَدٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ النَّاسِ يَبْلُغُونَ أَنْ يَكُونُوا مِائَةً فَيَشْفَعُوا لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

Terjemahan: "Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia, lalu didirikan shalat jenazah untuknya oleh sekelompok orang yang jumlahnya mencapai seratus orang, dan mereka semua memberi syafaat (mendoakan) untuknya, melainkan syafaat mereka akan diterima untuknya." (HR. Muslim no. 947, dan An-Nasa'i no. 1992)

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna hadits ini dan keutamaannya.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits-hadits semakna saat menjelaskan bab shalat jenazah dalam Shahih Al-Bukhari.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dalil tentang keutamaan shalat jenazah dan besarnya manfaat doa kaum Muslimin untuk mayit. Mari kita pahami beberapa poin penting:

  1. Makna "Ummah" (أُمَّةٌ): Dalam konteks ini, kata ummah tidak bermakna "umat" secara umum, tetapi bermakna "sekelompok orang" atau "generasi". Ini adalah penggunaan bahasa Arab di mana ummah bisa berarti sekumpulan manusia. Yang dimaksud dalam hadits adalah sekelompok orang yang jumlahnya mencapai seratus orang.
  2. Makna "Syafaat" (يَشْفَعُوا): Syafaat di sini bukanlah syafaat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad ﷺ di hari kiamat. Akan tetapi, maknanya adalah doa. Mereka yang hadir dalam shalat jenazah itu mendoakan mayit, memohonkan ampunan dan rahmat untuknya. Doa mereka ini menjadi perantara (syafaat) antara mayit dan rahmat Allah ﷻ.
  3. Makna "SyuFFi'u" (شُفِّعُوا): Artinya, Allah ﷻ akan mengabulkan doa dan permintaan mereka untuk mayit tersebut. Ini menunjukkan bahwa doa bersama dari seratus orang Muslim yang ikhlas memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah.
  4. Syarat Keikhlasan: Para ulama menjelaskan bahwa penerimaan syafaat/doa ini tentu dengan syarat mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan doanya tidak mengandung hal yang menyelisihi syariat. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (7/22) mengatakan bahwa makna hadits ini adalah jika seratus orang Muslim menshalatkan jenazah dan mereka semua memberi syafaat (berdoa) untuknya, maka syafaat mereka diterima. Ini adalah karunia dari Allah ﷻ.
  5. Hadits Semakna: Ada hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> "Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia, lalu berdiri menshalatkannya empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, melainkan Allah menerima syafaat mereka untuknya." (HR. Muslim no. 948)

Hadits ini menunjukkan bahwa jumlah 40 orang juga memiliki keutamaan. Namun, hadits yang sedang kita bahas menyebutkan jumlah yang lebih banyak, yaitu 100 orang, yang tentu lebih utama dan lebih besar harapannya untuk dikabulkan.

  1. Hikmah dan Pelajaran: Hadits ini mengajarkan kita tentang solidaritas dan persaudaraan Islam. Ketika ada saudara kita yang meninggal, kita dianjurkan untuk berbondong-bondong menghadiri shalat jenazahnya. Ini bukan hanya bentuk penghormatan terakhir, tetapi juga merupakan sarana untuk memberikan manfaat yang sangat besar kepada mayit, yaitu doa yang dipanjatkan oleh banyak orang.

Story Telling

Dahulu, para salaf sangat memperhatikan masalah shalat jenazah dan doa untuk mayit. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang seseorang yang ingin membeli kain kafan yang bagus untuk jenazahnya. Beliau menjawab, "Kafan yang baik itu adalah yang menutup auratnya. Akan tetapi, yang lebih penting dari itu adalah doa orang-orang shalih untuknya." (Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Manaqib Imam Ahmad).

Pernyataan Imam Ahmad ini menunjukkan pemahaman yang dalam dari para ulama tentang hakikat bekal seorang mayit. Bukan hanya soal kain kafan yang mahal, tetapi yang lebih bermanfaat adalah amal shalih yang ditinggalkan dan doa dari orang-orang yang beriman. Karena itu, mereka sangat menganjurkan umat untuk menghadiri shalat jenazah dan memperbanyak doa, karena ini adalah salah satu hadiah terbaik yang bisa diberikan orang hidup kepada orang yang telah meninggal.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah menghadiri shalat jenazah, karena di dalamnya terdapat keutamaan yang besar, baik bagi yang hadir maupun bagi mayit.
  2. Perbanyaklah doa untuk mayit ketika shalat jenazah, baik doa yang ma'tsur (dari Nabi ﷺ) maupun doa-doa kebaikan lainnya.
  3. Jadikan momen ini sebagai pengingat kematian, bahwa kita semua akan merasakan hal yang sama dan membutuhkan doa dari saudara-saudara kita.
  4. Jangan meremehkan shalat jenazah, karena bisa jadi doa kita adalah sebab diampuninya dosa-dosa mayit dan diterimanya amalannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?