Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar mengikuti jenazah, yaitu pahala yang diibaratkan dengan dua qirat bagi yang mengikuti sampai selesai penguburannya, dan satu qirat bagi yang hanya mengikuti sebagian. Qirat adalah ukuran pahala yang sangat besar, bahkan disebut dalam hadits lain sebesar gunung Uhud. Ini menunjukkan betapa mulianya membantu mengurus dan mengantarkan jenazah saudara sesama muslim.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat An-Nasa'i (No. 1941):
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):
> أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغَفَّلِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ فَإِنْ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ "
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab Jenazah) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna. Dalam riwayat Muslim disebutkan:
> مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ
> "Barangsiapa menghadiri jenazah sampai disalatkan, maka baginya satu qirat. Dan barangsiapa menghadiri sampai dikuburkan, maka baginya dua qirat."
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan tolong-menolong dalam kebaikan:
QS. Al-Maidah [5]: 2
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
Ayat ini secara umum memerintahkan tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, termasuk membantu mengurus jenazah saudara muslim.
Penjelasan Ulama tentang makna "qirat":
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa qirat di sini adalah ukuran pahala yang besar, dan dalam hadits lain (riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) disebutkan bahwa qirat itu sebesar gunung Uhud. Ini menunjukkan betapa agungnya pahala mengikuti jenazah.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Mengikuti Jenazah
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mengikuti jenazah termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat hak muslim atas muslim lainnya. Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama tentang disunnahkannya mengikuti jenazah.
2. Makna "Hingga Selesai" (حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa yang dimaksud "selesai" adalah selesainya penguburan jenazah. Adapun yang dimaksud "kembali sebelum selesai" adalah orang yang hanya mengikuti sampai selesai disalatkan, lalu pulang sebelum proses penguburan.
3. Perbedaan Dua Qirat dan Satu Qirat
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan hikmah perbedaan ini: orang yang mengikuti sampai selesai penguburan mendapatkan pahala lebih besar karena ia turut serta dalam seluruh rangkaian penghormatan terakhir kepada jenazah, termasuk membantu proses penguburan yang merupakan bentuk nyata pelayanan kepada saudaranya yang telah meninggal.
4. Hadits Ini Menunjukkan Besarnya Pahala
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang keutamaan mengikuti jenazah, beliau menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pahala yang sangat besar, dan seorang muslim hendaknya tidak meremehkan amalan ini karena ia termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
5. Adab Mengikuti Jenazah
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menjelaskan bahwa orang yang mengikuti jenazah hendaknya:
- Berniat ikhlas karena Allah
- Mengikuti dengan tenang dan khusyuk
- Tidak berbicara dengan suara keras atau tertawa
- Mengambil pelajaran dari kematian
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat memperhatikan hak-hak muslim, termasuk mengurus jenazah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sering menghadiri jenazah dan mengantarkannya sampai ke pemakaman. Suatu ketika, beliau ditanya tentang amalan yang paling dicintainya, dan beliau menyebutkan bahwa mengurus jenazah dan mengantarkannya adalah salah satu amalan yang sangat agung karena di dalamnya terdapat keikhlasan dan pelayanan kepada sesama muslim.
Dari kisah ini kita belajar bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan amalan-amalan yang mungkin dianggap remeh oleh sebagian orang, namun di sisi Allah memiliki pahala yang sangat besar.
Kesimpulan Praktis
- Bersegeralah mengikuti jenazah ketika mendengar ada muslim yang meninggal, karena pahalanya sangat besar.
- Ikutilah sampai selesai penguburan untuk mendapatkan pahala dua qirat, jangan hanya sampai disalatkan lalu pulang.
- Jaga adab saat mengikuti jenazah: tenang, khusyuk, dan perbanyak dzikir serta doa untuk mayit.
- Jadikan momen ini sebagai pengingat kematian dan persiapan diri untuk kehidupan setelah mati.
- Jangan meremehkan amalan ini, karena ia termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.