Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1909 tentang Anjuran menyegerakan pengurusan jenazah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang keadaan jenazah setelah diangkat untuk dibawa ke pemakaman. Jenazah orang saleh akan merasa tenang dan ingin segera sampai ke tempat peristirahatannya yang mulia, sedangkan jenazah orang yang tidak saleh akan merasakan ketakutan dan penyesalan. Ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang menunjukkan bahwa alam semesta ini hidup dan mendengar, kecuali manusia yang sengaja tidak diperdengarkan agar tidak mengalami pingsan karena dahsyatnya suara tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1909) dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1314) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya.

Allah Ta'ala berfirman:

وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ

"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (QS. Al-Isra' [17]: 44)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk, termasuk benda mati, memiliki kesadaran untuk bertasbih kepada Allah, meskipun kita tidak memahaminya. Ini menguatkan makna hadits bahwa jenazah dapat berbicara dengan izin Allah, dan makhluk lain dapat mendengarnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keadaan Jenazah Orang Saleh

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ketika jenazah orang saleh diangkat, ia merasakan kegembiraan karena akan menuju kepada Rabbnya dan bertemu dengan karunia-Nya. Ucapannya "قدّموني قدّموني" (bawa aku cepat, bawa aku cepat) adalah ungkapan kerinduannya untuk segera sampai ke tempat yang telah dijanjikan Allah berupa kemuliaan. Ini menunjukkan bahwa kematian bagi orang beriman adalah perpindahan dari penjara dunia menuju taman surga.

2. Keadaan Jenazah Orang yang Tidak Saleh

Adapun jenazah orang yang tidak saleh, ia merasakan ketakutan yang luar biasa karena mengetahui akan menghadapi azab. Ucapannya "يا ويلها إلى أين تذهبون بها" (celakalah aku, ke mana kalian membawaku) adalah ungkapan penyesalan dan ketakutannya. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk siksa kubur yang pertama, yaitu ketakutan saat diantarkan ke kubur.

3. Makna "Semua Mendengar Suaranya Kecuali Manusia"

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa Allah memberikan pendengaran kepada makhluk lain untuk mendengar suara jenazah ini sebagai bentuk kekuasaan-Nya, tetapi Dia menahan pendengaran manusia dari suara tersebut. Ini adalah rahmat Allah kepada manusia, karena jika mereka mendengarnya, mereka akan pingsan karena dahsyatnya suara tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa alam semesta ini "hidup" dengan cara yang tidak kita ketahui.

4. Hikmah Segera Mengurus Jenazah

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil dianjurkannya menyegerakan pengurusan jenazah, karena jika jenazah orang saleh, ia ingin segera sampai ke tempat peristirahatannya yang mulia. Adapun jika jenazah orang yang tidak saleh, maka mempercepat pengurusannya adalah bentuk pembebasan dari keburukan yang ada padanya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika jenazah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu diangkat, para sahabat merasakan bahwa kerandanya terasa sangat ringan. Ketika ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: "Sesungguhnya malaikat ikut mengangkatnya." Ini menunjukkan bahwa jenazah orang saleh dimuliakan oleh seluruh makhluk, bahkan malaikat pun ikut membantunya.

Adapun kisah lain, disebutkan bahwa sebagian salaf ketika mengantarkan jenazah, mereka berjalan dengan tenang dan khusyuk, karena mereka menyadari bahwa jenazah tersebut sedang "berbicara" kepada Allah dengan keadaannya. Mereka tidak tergesa-gesa dalam doa dan zikir, tetapi juga tidak menunda-nunda pengurusan jenazah.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera mengurus jenazah adalah sunnah yang dianjurkan, karena ini adalah bentuk penghormatan kepada mayit dan menghilangkan beban keluarganya.
  2. Merenungkan keadaan jenazah saat diantarkan dapat menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap amal akan dipertanggungjawabkan. Jenazah orang saleh akan tenang, sedangkan jenazah orang yang lalai akan merasakan ketakutan.
  3. Memperbanyak amal saleh adalah bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian. Semakin banyak amal saleh, semakin tenang keadaan kita saat menghadapi kematian.
  4. Mengambil pelajaran dari alam semesta bahwa seluruh makhluk tunduk kepada Allah, dan kita sebagai manusia yang diberi akal seharusnya lebih taat kepada-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.