Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa misik (musk) adalah salah satu wewangian terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Hadits ini juga menegaskan bahwa memakai wewangian adalah perkara yang baik dan disukai dalam Islam, selama tidak berlebihan dan tidak mengandung hal-hal yang diharamkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat An-Nasa'i:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda cantumkan):
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ الدِّرْهَمِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ، عَنِ الْمُسْتَمِرِّ بْنِ الرَّيَّانِ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مِنْ خَيْرِ طِيبِكُمُ الْمِسْكُ "
Makna: Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Salah satu dari wewangian terbaik kalian adalah misik.'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab Al-Alfaz min Al-Adab, Bab Istihbab At-Tathayyub), dari jalur Abu Sa'id Al-Khudri dengan lafaz yang semakna.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-A'raf [7]: 31
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan untuk berhias dan memperindah penampilan, termasuk dengan wewangian, ketika beribadah—selama tidak berlebihan.
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan misik dan bahwa ia adalah wewangian terbaik. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa memakai wewangian bagi laki-laki adalah perkara yang disunnahkan, terutama pada hari Jumat dan saat menghadiri majelis ilmu.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menyebutkan bahwa misik adalah wewangian yang paling utama karena baunya harum dan tidak berubah menjadi busuk, serta warnanya yang indah.
Penjelasan Rinci
1. Makna "Misik" (المسك)
Misik adalah wewangian yang berasal dari kelenjar sejenis kijang (rusa) yang banyak ditemukan di Tibet dan daerah Asia Tengah. Ia termasuk wewangian yang paling mahal dan paling harum. Dalam bahasa Arab, kata "misik" disebutkan dalam Al-Qur'an pada QS. Al-Muthaffifin [83]: 26 sebagai gambaran minuman penghuni surga:
خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
"Tutupnya (minuman itu) adalah misik. Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba."
2. Keutamaan Misik Menurut Para Ulama
- Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa misik adalah wewangian terbaik di dunia. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan memakai misik karena baunya yang harum, tidak menyengat, dan tidak mengganggu orang lain.
- Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad Al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sangat menyukai wewangian, dan di antara wewangian yang paling beliau sukai adalah misik. Beliau juga menyebutkan bahwa misik memiliki khasiat untuk menguatkan jantung dan menghilangkan bau tidak sedap.
- Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa memakai wewangian bagi laki-laki adalah sunnah, dan misik adalah wewangian yang paling utama.
3. Adab Memakai Wewangian
Para ulama dari kalangan salaf menekankan beberapa adab dalam memakai wewangian:
- Tidak berlebihan — sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah melarang berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam memakai wewangian.
- Tidak mengganggu orang lain — jika wewangian terlalu menyengat dan mengganggu orang lain, maka hal itu tidak dianjurkan.
- Bagi wanita — wanita tidak boleh memakai wewangian yang menyengat ketika keluar rumah, karena hal itu dapat menimbulkan fitnah. Ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dalam Shahih Muslim: "Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu keluar rumah, maka ia telah berzina (secara maknawi)." Namun, di dalam rumah untuk suaminya, hal itu sangat dianjurkan.
4. Penerapan dalam Kehidupan
Dari hadits ini, kita belajar bahwa Islam adalah agama yang memperhatikan kebersihan dan keindahan. Memakai wewangian bukanlah perkara yang sia-sia, tetapi termasuk sunnah Nabi ﷺ yang memiliki nilai ibadah jika diniatkan untuk mengikuti sunnah dan menjaga kebersihan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat memperhatikan kebersihan dan wewangian. Beliau dikenal sebagai pribadi yang selalu memakai wewangian, bahkan ketika beliau sedang diuji dan dipenjara karena fitnah penciptaan Al-Qur'an. Para sahabatnya menceritakan bahwa meskipun beliau dalam keadaan tertekan, beliau tetap menjaga penampilan dan kebersihannya. Ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan wewangian adalah bagian dari akhlak seorang muslim, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.
Hikmah dari kisah ini: Memakai wewangian bukan sekadar gaya hidup, tetapi bagian dari syiar Islam yang menunjukkan bahwa seorang muslim adalah pribadi yang bersih, harum, dan menyenangkan bagi orang lain.
Kesimpulan Praktis
- Misik adalah wewangian terbaik — dianjurkan untuk memakainya, terutama bagi laki-laki, pada hari Jumat dan saat menghadiri majelis ilmu.
- Niatkan karena Allah — ketika memakai wewangian, niatkan untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan menjaga kebersihan.
- Jangan berlebihan — gunakan secukupnya agar tidak mengganggu orang lain.
- Bagi wanita — memakai wewangian yang harum untuk suami di rumah adalah dianjurkan, tetapi hindari memakai wewangian menyengat saat keluar rumah.
- Jaga kebersihan diri — wewangian tidak akan sempurna tanpa kebersihan badan dan pakaian.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.