Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1864 tentang Bab Merobek Pakaian

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini melarang tiga perbuatan ketika ditimpa musibah kematian: memukul pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah (meratap, menjerit, memanggil-manggil mayat dengan penyesalan). Semua itu bertentangan dengan sikap sabar dan ridha terhadap takdir Allah. Seorang Muslim yang benar tidak akan melakukan hal-hal tersebut karena itu menandakan lemahnya iman dan ketidaksabaran.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-Baqarah [2]: 155–156

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿١٥٥﴾ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ ﴿١٥٦﴾

Terjemahan: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami kembali'."

Hadits:

Hadits riwayat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ زُبَيْدٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ ‏"‏ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ ‏"‏ ‏.‏

(HR. An-Nasa'i, Kitab Jenazah, Bab Merobek Pakaian, no. 1864; sanadnya shahih, juga diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (6/228) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya dosa perbuatan tersebut, dan “bukan dari kami” berarti bukan dari golongan yang mengikuti sunnah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (3/121) mengatakan bahwa larangan ini mencakup segala bentuk meratapi mayit yang berlebihan, termasuk memukul pipi, merobek baju, dan berteriak-teriak seperti kebiasaan orang Jahiliyah.
  • Imam al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa’i (no. 1864) menyatakan hadits ini shahih dan menjadi dasar hukum larangan keras terhadap perbuatan tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini datang dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, yang meriwayatkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Bukan dari kami orang yang memukul pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan Jahiliyah."

Makna "bukan dari kami" menurut para ulama, seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (dalam Majmu' Fatawa), adalah bukan dari golongan yang mengikuti sunnah, atau bukan dari umat yang sempurna keislamannya. Ini adalah ancaman keras, meskipun secara lahiriah tetap Muslim, namun perbuatan tersebut bisa menghilangkan sebagian dari keimanan.

Tiga perbuatan yang dilarang:

  1. Memukul pipi – yaitu menampar atau memukul wajah sendiri sebagai ungkapan duka yang melampaui batas. Ini menunjukkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah.
  2. Merobek pakaian – yaitu menyobek kerah baju atau bagian pakaian lainnya karena sedih berlebihan. Ini merupakan bentuk protes terhadap ketentuan Allah.
  3. Menyeru dengan seruan Jahiliyah – yaitu meratap, memanggil-manggil mayat dengan suara keras, menyebut-nyebut kebaikannya, atau menanyakan "mengapa engkau pergi?" dan sejenisnya. Ini adalah tradisi orang Jahiliyah yang tidak beriman kepada qadha dan qadar.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk meratapi mayit lebih dari tiga malam, kecuali atas suaminya." (Riwayat al-Khallal dalam al-Jami').

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan ini muncul dari ketidakikhlasan kepada Allah dan kurangnya keyakinan terhadap pahala sabar. Sebaliknya, sabar dan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un adalah tanda keimanan.

Para ulama sepakat bahwa jika seseorang melakukan hal ini, ia berdosa besar, namun tidak sampai keluar dari Islam selama hatinya masih membenarkan rukun iman. Namun ancaman ini menunjukkan betapa besarnya kemurkaan Allah terhadap sikap yang menentang takdir-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa ketika putra Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bernama Ibrahim wafat, Nabi meneteskan air mata, lalu bersabda: "Sesungguhnya mata ini menangis, hati ini bersedih, dan kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Rabb kami. Sungguh kami sangat berduka dengan perpisahanmu, wahai Ibrahim." (HR. al-Bukhari no. 1303, Muslim no. 2315)

Dalam kisah ini, Nabi mengajarkan kita bahwa menangis dan bersedih itu wajar, namun tidak boleh disertai dengan ucapan atau perbuatan yang menentang takdir Allah. Beliau tidak memukul pipi, tidak merobek pakaian, dan tidak menyeru dengan seruan jahiliyah. Beliau justru mengembalikan semua kepada Allah dan bersabar.

Hikmah: Kesedihan adalah fitrah, tetapi kita dilarang melampiaskannya dengan cara yang dilarang. Sabar bukan berarti tidak boleh menangis, tetapi sabar adalah menahan lisan dan anggota badan dari hal-hal yang dimurkai Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Tinggalkanlah meratapi mayit dengan memukul pipi, merobek baju, atau berteriak-teriak. Jika ada perasaan sedih, curahkanlah dengan cara yang diizinkan syariat: menangis tanpa suara keras dan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
  2. Perkuat keyakinan akan takdir Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati, dan musibah adalah ujian yang mendatangkan pahala bagi yang sabar.
  3. Jangan meniru tradisi Jahiliyah yang penuh dengan penyesalan dan protes. Sebagai Muslim, kita menerima ketentuan Allah dengan lapang dada.
  4. Hiburlah keluarga yang ditimpa musibah dengan mengingatkan mereka akan ayat-ayat tentang sabar dan pahala orang yang bersabar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?