Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1806 tentang Keutamaan shalat sunnah dua belas rakaat sehari semalam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat sunnah rawatib, yaitu dua belas rakaat dalam sehari semalam di luar shalat wajib. Barangsiapa yang menjaganya, Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung, menunjukkan betapa besar pahala amalan yang terlihat ringan namun sangat dicintai Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat dari Umm Habibah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1806) dan juga oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 728) dengan redaksi yang lebih lengkap.

Teks Hadits Riwayat Muslim (no. 728):

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

"Tidaklah seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari dua belas rakaat (sunnah) selain shalat wajib, kecuali Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 25

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, 'Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.' Mereka telah diberi buah-buahan yang serupa. Dan di dalamnya mereka memiliki pasangan-pasangan yang suci, dan mereka kekal di dalamnya."

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa dua belas rakaat yang dimaksud adalah shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat fardhu. Beliau menyebutkan rinciannya berdasarkan hadits-hadits lain, yaitu: 4 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat setelah Zhuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya, dan 2 rakaat sebelum Subuh.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim (6/8) menyebutkan bahwa dua belas rakaat ini adalah shalat-shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib, dan beliau merinci berdasarkan hadits Umm Habibah yang lain yang menyebutkan rinciannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa shalat sunnah rawatib ini terbagi menjadi dua: rawatib muakkadah (yang sangat dianjurkan) dan rawatib ghairu muakkadah (yang tidak terlalu ditekankan). Adapun yang termasuk muakkadah adalah sepuluh rakaat: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 rakaat sebelum Zhuhur, 2 rakaat setelah Zhuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya. Adapun 2 rakaat tambahan sebelum Zhuhur (sehingga menjadi 4) adalah sunnah ghairu muakkadah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa amalan-amalan sunnah yang dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah akan menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam surga dan mendapatkan derajat yang tinggi di dalamnya. Ini sesuai dengan firman Allah dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa hamba yang mendekatkan diri dengan amalan sunnah akan dicintai Allah.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Allah membalas amalan hamba-Nya dengan balasan yang jauh lebih besar dari amalannya. Dua belas rakaat yang hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam dalam sehari semalam, dibalas dengan rumah di surga yang kekal abadi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umm Habibah radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi ﷺ yang sangat menjaga shalat sunnah. Beliau meriwayatkan hadits ini langsung dari Rasulullah ﷺ. Para ulama menyebutkan bahwa Umm Habibah adalah wanita yang sangat tekun beribadah dan menjaga sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Kisah yang bisa kita ambil hikmahnya adalah tentang istiqamahnya para salaf dalam menjaga shalat sunnah rawatib. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikenal sangat menjaga shalat sunnah rawatibnya. Beliau tidak pernah meninggalkannya meskipun dalam keadaan sakit. Ketika ditanya tentang hal ini, beliau berkata bahwa amalan yang ringan namun dijaga terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan sesekali.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat sunnah rawatib dua belas rakaat setiap hari: 4 sebelum Zhuhur, 2 setelah Zhuhur, 2 setelah Maghrib, 2 setelah Isya, dan 2 sebelum Subuh.
  2. Niatkan karena Allah semata, bukan karena riya atau ingin dipuji.
  3. Jaga istiqamah dalam melakukannya, karena amalan yang sedikit tapi konsisten lebih dicintai Allah.
  4. Yakini janji Allah bahwa balasan-Nya sangat besar, yaitu rumah di surga.
  5. Mulai dari yang mudah, jika belum mampu semuanya, jaga yang paling ditekankan seperti 2 rakaat sebelum Subuh dan 2 rakaat setelah Maghrib.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.