Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1801 tentang Pahala shalat sunnah dua belas rakaat membangun rumah di surga

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat sunnah rawatib (shalat yang mengiringi shalat wajib) sebanyak dua belas rakaat dalam sehari semalam. Barangsiapa yang menjaganya, Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung, menunjukkan betapa mudahnya meraih ganjaran besar dengan amalan yang ringan dan rutin.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1801) dari Umm Habibah Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 728) dengan lafaz yang lebih lengkap.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab (sebagaimana dalam riwayat An-Nasa'i):

> اثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً مَنْ صَلَّاهُنَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْعَصْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ

Artinya: "Dua belas rakaat, siapa yang shalatnya, Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat setelah Zhuhur, dua rakaat sebelum Ashar, dua rakaat setelah Maghrib dan dua rakaat sebelum shalat Subuh."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

> وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

(QS. Ath-Thalaq [65]: 3)

Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Ayat ini disebutkan oleh para ulama sebagai penguat bahwa Allah akan membalas amalan hamba-Nya dengan balasan yang melampaui kadar amalnya, sebagaimana dalam hadits ini, shalat sunnah dua belas rakaat diganjar dengan rumah di surga.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat rawatib dan dorongan untuk menjaganya.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas hadits ini dan menjelaskan bahwa tambahan dua rakaat sebelum Ashar adalah sunnah yang dianjurkan, meskipun ada perbedaan pendapat tentang hukumnya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil dianjurkannya shalat sunnah rawatib dua belas rakaat, dan bahwa siapa yang menjaganya akan mendapatkan rumah di surga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang shalat sunnah rawatib. Mari kita pahami beberapa poin penting:

1. Jumlah dan Pembagian Rakaat

Hadits ini menyebutkan dua belas rakaat yang terdiri dari:

  • 4 rakaat sebelum Zhuhur (bisa dilakukan dengan dua salam, masing-masing dua rakaat)
  • 2 rakaat setelah Zhuhur
  • 2 rakaat sebelum Ashar
  • 2 rakaat setelah Maghrib
  • 2 rakaat sebelum Subuh

Catatan penting: Dalam riwayat Imam Muslim, disebutkan tambahan 2 rakaat setelah Isya, sehingga totalnya menjadi 14 rakaat. Namun dalam hadits riwayat An-Nasa'i ini, disebutkan 12 rakaat tanpa menyebut shalat sunnah setelah Isya.

2. Keutamaan Menjaga Shalat Sunnah Rawatib

Para ulama menjelaskan bahwa shalat sunnah rawatib adalah pelengkap dan penutup kekurangan dalam shalat wajib. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa shalat sunnah adalah wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menutup celah-celah kekurangan dalam ibadah wajib.

3. Kedudukan Hadits Ini

Hadits ini dinilai shahih oleh para ulama hadits. Imam An-Nasa'i meriwayatkannya dengan sanad yang baik. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Habir menyebutkan bahwa hadits ini memiliki penguat dari riwayat lain.

4. Perbedaan Pendapat tentang Shalat Sunnah Sebelum Ashar

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat sunnah sebelum Ashar:

  • Jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa shalat sunnah sebelum Ashar adalah mustahab (dianjurkan), berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  • Imam Asy-Syafi'i dalam salah satu pendapatnya menyebutkan bahwa shalat sunnah sebelum Ashar dianjurkan, dan ini juga pendapat yang dipilih oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah.

5. Hikmah di Balik Ganjaran "Rumah di Surga"

Imam Al-Qurthubi (dalam Al-Mufhim) menjelaskan bahwa penyebutan "rumah di surga" menunjukkan besarnya pahala yang Allah berikan untuk amalan yang ringan. Ini adalah bentuk karunia Allah yang melimpah, bukan karena amalan tersebut sebanding dengan surga.

6. Perbandingan dengan Hadits Lain

Dalam riwayat lain dari Umm Habibah yang diriwayatkan Imam Muslim, disebutkan:

> "Barangsiapa yang shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga: empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh."

Perbedaan ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah menyebutkan dua belas rakaat dalam satu kesempatan dan empat belas rakaat dalam kesempatan lain, karena beliau kadang menambahkan shalat sunnah setelah Isya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umm Habibah radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi ﷺ yang sangat bersemangat dalam beribadah. Beliau adalah putri Abu Sufyan, salah satu pemimpin Quraisy yang awalnya memusuhi Islam, namun kemudian masuk Islam dan menjadi sahabat yang mulia.

Dalam sebuah riwayat, Umm Habibah berkata bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan bahwa Umm Habibah sangat memperhatikan dan menghafal sabda-sabda Nabi ﷺ, kemudian menyampaikannya kepada umat. Ini adalah teladan bagi kita untuk bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, sekecil apapun amalan tersebut.

Hikmah: Amalan yang terlihat kecil dan ringan, jika dilakukan dengan rutin dan ikhlas, bisa menjadi sebab masuknya seseorang ke surga. Jangan pernah meremehkan amalan-amalan sunnah, karena bisa jadi amalan itulah yang menjadi penolong kita di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat sunnah rawatib dua belas rakaat setiap hari: 4 sebelum Zhuhur, 2 setelah Zhuhur, 2 sebelum Ashar, 2 setelah Maghrib, dan 2 sebelum Subuh.
  2. Niatkan karena Allah dan lakukan dengan rutin, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.
  3. Jangan meremehkan amalan sunnah, karena bisa jadi amalan kecil itulah yang menjadi sebab kita mendapatkan rumah di surga.
  4. Perbaiki shalat wajib terlebih dahulu, karena shalat sunnah adalah pelengkap dan penutup kekurangan shalat wajib.
  5. Sampaikan ilmu ini kepada orang lain, sebagaimana Umm Habibah menyampaikan hadits ini kepada umat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi