Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi teguran lembut Nabi ﷺ kepada Abdullah bin Amr agar tidak meniru seseorang yang dahulu rajin shalat malam lalu meninggalkannya. Pelajarannya: amal shalih—terutama qiyamul lail—harus dijaga dan diistiqamahkan, bukan ditinggalkan setelah pernah dikerjakan. Istiqamah dalam amal, meski sedikit, lebih dicintai Allah daripada banyak lalu terputus.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Hijr [15]: 99
وَوَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian)."
QS. Maryam [19]: 31
وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
"Dan Dia memerintahkan kepadaku (untuk menegakkan) shalat dan zakat selama aku hidup."
Hadits terkait:
Hadits riwayat Abdullah bin Amr ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Qiyamul Lail, bab tentang celaan bagi yang meninggalkan qiyamul lail. Sanadnya: Suwaid bin Nashr → Abdullah bin al-Mubarak → Al-Auza'i → Yahya bin Abi Katsir → Abu Salamah → Abdullah bin Amr.
Hadits pendukung tentang istiqamah, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten, walaupun sedikit." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kaitan dengan ulama:
- Al-Auza'i (perawi dalam sanad) adalah imam Syam yang dikenal sangat menjaga qiyamul lail dan mengajarkan istiqamah kepada murid-muridnya.
- Abdullah bin al-Mubarak (perawi dalam sanad) adalah ulama zuhud yang terkenal dengan qiyamul lailnya; beliau berkata bahwa seorang mukmin adalah orang yang terus beramal hingga ajal menjemput.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits "adwamuha wa in qalla" menunjukkan keutamaan istiqamah dan larangan meninggalkan amal yang sudah rutin.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa meninggalkan amal sunnah yang sudah menjadi kebiasaan tanpa uzur adalah perkara yang dicela.
- Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan pentingnya menjaga amal setelah Ramadhan dan tidak memutusnya.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Nabi ﷺ bersabda kepada Abdullah bin Amr: "Janganlah kamu seperti si Fulan, ia biasa melakukan qiyam malam, kemudian ia meninggalkannya." Redaksi ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Nabi ﷺ tidak menyebut nama orang tersebut, tetapi menyebutnya "Fulan". Ini adalah adab kenabian: menegur dengan tidak membuka aib seseorang secara terang-terangan, namun cukup dengan isyarat agar yang bersangkutan dan yang mendengar mengambil pelajaran. Imam an-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa ini termasuk adab dalam memberi nasihat.
- Qiyamul lail adalah amal yang sangat mulia. Allah memuji orang-orang yang bangun malam dalam QS. As-Sajdah [32]: 16 dan QS. Al-Furqan [25]: 64. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa qiyamul lail adalah ciri orang beriman yang disebutkan dalam banyak ayat.
- Meninggalkan amal setelah mengerjakannya adalah cela. Bukan karena qiyamul lail wajib, tetapi karena seorang mukmin seharusnya menjaga amal shalihnya. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa setan sangat senang jika seorang hamba berhenti dari amal shalih, karena itu berarti pintu kebaikan tertutup.
- Perbedaan pendapat ulama: Para ulama dari daftar yang disebutkan—seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Rajab—sepakat bahwa qiyamul lail hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun mereka berbeda dalam menilai hukum meninggalkan amal sunnah yang sudah rutin:
- Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama memakruhkan meninggalkan amal sunnah yang sudah menjadi kebiasaan tanpa uzur.
- Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa istiqamah dalam amal adalah tanda kejujuran iman.
- Yang paling kuat: meninggalkan amal sunnah yang rutin tanpa uzur adalah makruh dan mengurangi kesempurnaan iman, tetapi tidak sampai berdosa besar selama bukan amal wajib.
Penerapan para ulama:
- Al-Auza'i dikenal sebagai imam yang sangat menjaga qiyamul lail. Murid-muridnya menceritakan bahwa beliau tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dalam keadaan sakit.
- Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya tentang seseorang yang rajin beramal lalu berhenti; beliau menjawab bahwa itu adalah tanda lemahnya iman dan perlunya mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu).
- Fudail bin 'Iyadh berkata bahwa amal yang paling utama adalah yang dilakukan terus-menerus meski sedikit, dan beliau mengajarkan agar seseorang tidak memulai amal yang tidak mampu dijaga.
Hikmah hadits:
- Amal shalih adalah nikmat yang harus disyukuri dengan menjaga kelangsungannya.
- Setan berusaha membuat seorang hamba berhenti dari amal, bukan hanya mencegahnya memulai.
- Istiqamah lebih berat daripada memulai; karena itu Nabi ﷺ mengajarkan doa agar hati tetap teguh di atas agama-Nya.
- Teguran Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah bentuk kasih sayang, bukan hardikan.
Story Telling
Diceritakan bahwa Abdullah bin Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma adalah sahabat yang sangat rajin beribadah. Beliau berpuasa banyak hari dan menghidupkan malam dengan shalat. Ketika Nabi ﷺ menegurnya dengan sabda "Janganlah kamu seperti si Fulan", Abdullah bin Amr memahami bahwa teguran itu adalah bentuk bimbingan agar beliau tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Nabi ﷺ jika melakukan suatu amal, beliau menetapkannya (istiqamah), dan beliau pernah bersabda bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meski sedikit. Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin menempatkan hadits ini dalam bab tentang istiqamah, sebagai pengingat bahwa seorang hamba harus menjaga amalnya hingga akhir hayat.
Al-Auza'i pernah berkata: "Barangsiapa yang beramal untuk Allah dengan ikhlas, maka ia akan diberi kekuatan untuk istiqamah." Dan Sufyan ats-Tsauri mengingatkan bahwa amal yang sedikit tetapi terus-menerus lebih baik daripada amal banyak yang kemudian terputus.
Kesimpulan Praktis
- Jagalah qiyamul lail meski hanya dua rakaat, karena istiqamah lebih dicintai Allah daripada banyak lalu terputus.
- Jangan memulai amal yang tidak mampu dijaga; mulailah dari yang ringan dan konsisten.
- Jika pernah beramal lalu berhenti, segera kembali dan jangan menunda, karena setan senang jika hamba berhenti dari kebaikan.
- Tegurlah dengan lembut dan jangan membuka aib orang lain, meneladani adab Nabi ﷺ dalam hadits ini.
- Berdoalah agar Allah menetapkan hati di atas ketaatan hingga akhir hayat, karena hati bisa berubah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.