Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1755 tentang Bacaan Nabi dalam shalat witr

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat An-Nasa'i no. 1755 ini adalah hadits yang diringkas (mukhtashar) oleh perawi, yaitu Sa'id bin Abdurrahman bin Abza. Ia hanya menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengerjakan shalat witr, lalu ia menyampaikan hadits secara ringkas tanpa menyebutkan seluruh lafazhnya. Karena itu, teks ini tidak memuat redaksi lengkap tentang bacaan atau tasbih setelah witr. Untuk memahami bacaan dan tasbih setelah witr, kita merujuk kepada riwayat-riwayat lain yang lebih lengkap dari jalur yang sama (Sa'id bin Abdurrahman bin Abza), yang menjelaskan bacaan Nabi ﷺ dalam witr dan apa yang beliau ucapkan setelahnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

(QS. Al-Isra' [17]: 79)

Terjemahan: "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

Hadits terkait (riwayat lengkap dari jalur yang sama):

Imam An-Nasa'i juga meriwayatkan dari jalur Sa'id bin Abdurrahman bin Abza, dari ayahnya, bahwa Nabi ﷺ membaca dalam witr dengan:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

(QS. Al-A'la [87]: 1)

Pada rakaat pertama, dan pada rakaat kedua membaca:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

(QS. Al-Kafirun [109]: 1)

Dan pada rakaat ketiga membaca:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

(QS. Al-Ikhlas [112]: 1)

Kemudian setelah salam beliau mengucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Tiga kali, dan pada kali ketiga beliau mengangkat suara dan memanjangkannya.

(HR. An-Nasa'i, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Kaitan dengan ulama:

  • Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (tabi'in) adalah salah satu perawi dalam sanad hadits ini. Ia dikenal sebagai ahli tafsir dan hadits yang sangat teliti.
  • Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya, tepatnya dalam Kitab Qiyam Malam, bab tentang tasbih setelah witr.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits-hadits dalam bab ini dan menjelaskan derajatnya dalam kitab-kitab tahqiq beliau terhadap Sunan An-Nasa'i.

Penjelasan Rinci

Pertama: Memahami status hadits ini

Hadits no. 1755 ini adalah hadits yang diringkas oleh perawi (mukhtashar). Perawi bernama Sa'id bin Abdurrahman bin Abza menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengerjakan witr, lalu ia berkata "وَسَاقَ الْحَدِيثَ" (dan ia menyampaikan hadits tersebut) — artinya ia menyampaikan hadits secara ringkas tanpa menyebutkan seluruh lafazhnya. Ini adalah metode yang dikenal dalam ilmu hadits, di mana seorang perawi kadang menyebutkan sebagian hadits lalu meringkas sisanya.

Kedua: Apa yang dimaksud dengan hadits yang diringkas ini?

Para ulama menjelaskan bahwa hadits yang diringkas ini merujuk kepada hadits lengkap dari jalur yang sama, yaitu dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya (Abdurrahman bin Abza). Hadits lengkap tersebut menjelaskan:

  1. Bacaan dalam shalat witr:
  • Rakaat pertama: Surah Al-A'la (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى)
  • Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ)
  • Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)
  1. Dzikir setelah witr:
  • Setelah salam, Nabi ﷺ mengucapkan: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (Maha Suci Raja Yang Maha Suci) sebanyak tiga kali.
  • Pada kali ketiga, beliau mengangkat suaranya dan memanjangkan bacaan tersebut.

Ketiga: Pemahaman ulama tentang tasbih setelah witr

Imam An-Nasa'i memasukkan hadits ini dalam bab "Tasbih Setelah Selesai dari Witr dan Menyebutkan Perbedaan Pendapat Mengenainya." Ini menunjukkan bahwa beliau ingin menjelaskan bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum dan tata cara tasbih setelah witr.

Syaikh Al-Albani dalam tahqiq-nya terhadap Sunan An-Nasa'i menjelaskan bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil disyariatkannya membaca سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ setelah witr. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami bahwa bacaan ini diucapkan dengan suara keras pada kali ketiga, sebagaimana disebutkan dalam riwayat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas hadits-hadits tentang witr menjelaskan bahwa dzikir setelah witr ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan tidak ada larangan untuk mengerjakannya.

Keempat: Perbedaan pendapat yang disebutkan Imam An-Nasa'i

Imam An-Nasa'i menyebutkan "perbedaan pendapat" dalam judul bab. Perbedaan ini berkisar pada:

  • Apakah tasbih ini diucapkan setelah salam witr atau setelah witr secara umum?
  • Apakah diucapkan dengan suara keras atau pelan?
  • Berapa kali pengulangannya?

Namun, pendapat yang paling kuat — sebagaimana dikuatkan oleh Syaikh Al-Albani — adalah bahwa dzikir ini diucapkan setelah salam witr, sebanyak tiga kali, dan pada kali ketiga diangkat suaranya. Ini berdasarkan riwayat yang shahih dari jalur Sa'id bin Abdurrahman bin Abza.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Abza (sahabat Nabi ﷺ) adalah seorang yang sangat memperhatikan shalat malam Nabi ﷺ. Ia meriwayatkan kepada putranya, Sa'id, tentang bagaimana Nabi ﷺ mengerjakan witr. Sa'id kemudian menyampaikan hadits ini kepada para tabi'in, termasuk Qatadah bin Di'amah.

Qatadah — seorang tabi'in yang dikenal sebagai ahli tafsir dan hadits — meriwayatkan hadits ini dengan sangat teliti. Ia adalah murid dari Anas bin Malik dan dikenal sebagai salah satu tabi'in yang paling kuat hafalannya. Ketika Qatadah meriwayatkan hadits ini, ia menyampaikannya dengan sanad yang jelas dan terpercaya.

Imam An-Nasa'i — yang dikenal sangat ketat dalam menyeleksi perawi hadits — memasukkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya. Beliau adalah salah satu dari enam imam hadits yang kitabnya menjadi rujukan utama umat Islam. Ketelitian beliau dalam meriwayatkan hadits membuat kitab Sunan An-Nasa'i dianggap sebagai salah satu kitab hadits paling shahih setelah Shahihain.

Syaikh Al-Albani — ulama abad ke-14 H — meneliti hadits ini dan menyatakan keshahihannya. Beliau menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil yang kuat untuk mengamalkan dzikir سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ setelah witr.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini adalah hadits ringkas yang merujuk kepada hadits lengkap dari jalur yang sama, yaitu dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya.
  2. Bacaan shalat witr yang diajarkan Nabi ﷺ adalah:
  • Rakaat pertama: Surah Al-A'la
  • Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun
  • Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas
  1. Dzikir setelah witr yang dianjurkan adalah membaca سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ sebanyak tiga kali, dan pada kali ketiga diangkat suaranya.
  2. Hukum dzikir ini adalah sunnah, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani.
  3. Perbedaan pendapat yang disebutkan Imam An-Nasa'i dalam judul bab tidak melemahkan amalan ini, karena riwayat yang shahih telah menjelaskan tata caranya dengan jelas.
  4. Praktik ini bisa diamalkan oleh setiap Muslim yang mengerjakan shalat witr, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?