Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1752 tentang Bacaan dan tasbih setelah shalat witr

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan dua sunnah dalam shalat witr: (1) membaca tiga surah tertentu secara berurutan, yaitu Sabbihisma Rabbika al-A'la, Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu Ahad; dan (2) mengucapkan Subhanal-Malikil-Quddus tiga kali setelah salam witr, dengan suara ditinggikan pada bacaan tersebut. Ini adalah amalan yang shahih dan diamalkan banyak salaf, serta dikuatkan oleh riwayat-riwayat lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil Al-Qur'an yang menjadi bacaan dalam witr:

QS. Al-A'la [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

QS. Al-Kafirun [109]: 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah: Wahai orang-orang kafir."

QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa."

Hadits terkait dari sahabat lain yang menguatkan:

  • Dari Ubay bin Ka'b radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ membaca ketiga surah tersebut dalam witr (diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, Ibnu Majah; dinilai shahih oleh al-Albani).
  • Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ mengucapkan Subhanal-Malikil-Quddus di akhir witr (diriwayatkan Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad).

Kaitan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' menjelaskan disunnahkannya membaca tiga surah ini dalam witr.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits-hadits ini saling menguatkan.
  • Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil menilai hadits ini shahih dan menyebutkan jalur-jalurnya.
  • Syeikh Ibnu Baz dan Syeikh al-Utsaimin menegaskan sunnahnya membaca tiga surah ini dan mengucapkan Subhanal-Malikil-Quddus setelah witr.

Penjelasan Rinci

Pertama: Bacaan tiga surah dalam witr.

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ secara rutin membaca tiga surah ini dalam shalat witr, baik witr satu rakaat maupun tiga rakaat. Para ulama dari daftar menjelaskan:

  • Imam an-Nawawi (dalam al-Majmu' dan Syarh Muslim) menyatakan bahwa membaca Sabbihisma Rabbika al-A'la, Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu Ahad dalam witr adalah sunnah yang tetap, dan ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan Syafi'iyah, Hanabilah, dan sebagian Hanafiyah.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membaca ketiga surah ini dalam witr secara konsisten, dan ini menunjukkan disyariatkannya membaca surah-surah tersebut.
  • Syeikh al-Utsaimin dalam asy-Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa membaca tiga surah ini adalah sunnah, dan jika seseorang witr dengan tiga rakaat, maka setiap rakaat membaca satu surah tersebut secara berurutan.

Kedua: Ucapan Subhanal-Malikil-Quddus setelah witr.

Setelah salam, Nabi ﷺ mengucapkan Subhanal-Malikil-Quddus (Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci) tiga kali, dan pada kali ketiga beliau mengangkat suara. Para ulama menjelaskan:

  • Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir ini disunnahkan setelah witr, dan mengangkat suara pada kali ketiga adalah untuk menambahkan semangat dan mengingatkan.
  • Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa riwayat ini menunjukkan bolehnya mengeraskan suara dalam dzikir setelah witr, dan ini tidak termasuk larangan mengeraskan suara dalam dzikir secara umum.
  • Syeikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa mengangkat suara pada kali ketiga adalah sunnah yang tetap.
  • Syeikh Ibnu Baz dalam Fatawa Nur 'ala ad-Darb menjelaskan bahwa dzikir ini diucapkan setelah salam witr, dan boleh diucapkan dengan suara yang ditinggikan pada kali ketiga untuk mengingatkan orang lain.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama dari daftar, seperti Syeikh al-Utsaimin, menyebutkan bahwa mengangkat suara pada kali ketiga tidak harus dilakukan jika dikhawatirkan mengganggu orang lain, namun tetap disunnahkan jika tidak mengganggu. Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai dengan zhahir hadits, yaitu mengangkat suara pada kali ketiga, sebagaimana ditegaskan oleh al-Albani dan Ibnu Baz.

Catatan tentang sanad:

Hadits ini diriwayatkan oleh an-Nasa'i melalui jalur Sufyan (ats-Tsauri) dari Zubaid dari Dzarr dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya. Abu Nu'aim (al-Fadhl bin Dukain) adalah salah satu perawi yang paling kuat menurut an-Nasa'i. An-Nasa'i juga menyebutkan bahwa Jarir bin Hazim meriwayatkan dari Zubaid dengan tambahan "memperpanjang suara pada kali ketiga dan mengangkatnya". Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki syawahid (penguat) yang memperkuat keabsahannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu pernah ditanya tentang witr, lalu beliau berkata: "Witr itu adalah sunnah, dan Nabi ﷺ biasa membaca Sabbihisma Rabbika al-A'la, Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu Ahad." (disebutkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zad al-Ma'ad).

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang mengangkat suara dalam dzikir setelah witr, lalu beliau menjawab: "Itu adalah sunnah, dan tidak mengapa mengeraskan suara pada kali ketiga untuk mengingatkan orang yang lalai." (disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Latha'if al-Ma'arif).

Hikmahnya: Amalan ini mengajarkan kita untuk mengagungkan Allah setelah menyelesaikan ibadah, dan mengingatkan bahwa witr bukanlah akhir dari ibadah, melainkan penutup yang diiringi dengan dzikir dan tasbih.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah tiga surah ini dalam witr: Sabbihisma Rabbika al-A'la, Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu Ahad — secara berurutan.
  2. Setelah salam witr, ucapkan Subhanal-Malikil-Quddus tiga kali.
  3. Angkat suara pada kali ketiga jika tidak mengganggu orang lain, sebagai bentuk ittiba' kepada sunnah.
  4. Jangan tinggalkan witr, karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam perjalanan maupun di rumah.
  5. Ikhlaskan niat dan jangan berlebihan (ghuluw) dalam mengeraskan suara.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?