Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1745 tentang Doa qunut dalam shalat witir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Al-Hasan bin Ali untuk dibaca dalam qunut witir, dikenal sebagai Doa Qunut Nazilah/Witir. Isinya memohon hidayah, kesehatan, perlindungan, keberkahan, dan penjagaan dari keburukan takdir. Doa ini mengajarkan tawakal, pengagungan kepada Allah, dan pengakuan bahwa segala urusan berada di tangan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — Sunan An-Nasa'i no. 1745, dari Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Abu Al-Haura' (Rabi'ah bin Syaiban). Hadits ini juga diriwayatkan Abu Dawud (no. 1425), At-Tirmidzi (no. 464), dan Ibn Majah (no. 1178). At-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan, dan sebagian ulama menghasankannya.

Ayat yang berkaitan — tentang hidayah dan tawakal:

QS. Al-Fatihah [1]: 6

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

"Tunjukilah kami jalan yang lurus."

QS. At-Talaq [65]: 3

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Kaitan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Al-Adzkar menyebut doa ini sebagai doa qunut yang shahih dan dianjurkan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas jalur-jalurnya dan menilai hadits ini dapat diterima.
  • Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil dan Shahih Sunan An-Nasa'i menilai hadits ini shahih.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan doa ini sebagai bagian dari doa-doa Nabi ﷺ yang agung maknanya.

Penjelasan Rinci

Makna kalimat per kalimat:

  1. اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ — "Ya Allah, tunjukilah aku di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk." Ini permohonan hidayah yang terus-menerus, bukan hanya hidayah awal (Islam), tetapi hidayah istiqamah. Sebagaimana dikatakan Ibn Katsir dalam tafsirnya terhadap QS. Al-Fatihah, hidayah ada dua: hidayah irsyad (penunjukan) dan hidayah taufiq (bimbingan untuk mengamalkan).
  2. وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ — "Sehatkanlah aku di antara orang-orang yang Engkau sehatkan." Mencakup kesehatan badan, agama, dan hati. Ibn Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa 'afiyah adalah nikmat yang paling sering dilupakan, padahal ia pangkal segala kebaikan.
  3. وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ — "Uruslah aku di antara orang-orang yang Engkau urus." Yakni jadikan aku termasuk hamba yang Engkau lindungi dan bimbing. Ini bentuk tawakal penuh.
  4. وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ — "Berkahilah aku pada apa yang Engkau berikan." Berkah berarti kebaikan yang terus bertambah dan bermanfaat. As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa keberkahan adalah inti dari segala nikmat.
  5. وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ — "Lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan." Ini menunjukkan bahwa semua takdir datang dari Allah, dan kita berlindung dari keburukan takdir yang telah Allah tentukan — sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa "keburukan tidak dinisbatkan kepada Allah" secara sifat, tetapi dinisbatkan pada takdir yang menimpa makhluk.
  6. إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ — "Sesungguhnya Engkau menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu." Pengakuan keesaan Allah dalam kekuasaan mutlak.
  7. وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ — "Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau bela." Siapa yang Allah tolong, tidak akan pernah hina.
  8. تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ — "Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi." Penutup dengan pujian dan pengagungan.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat doa qunut witir ini dibaca pada separuh akhir Ramadhan atau sepanjang tahun — keduanya memiliki riwayat. Pendapat yang paling kuat menurut Syeikh al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa'i adalah boleh dibaca sepanjang tahun, karena hadits ini tidak membatasi waktu tertentu.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat qunut witir dibaca sepanjang tahun sebelum ruku' pada rakaat ketiga witir. Imam Malik berpendapat tidak ada qunut dalam witir. Namun jumhur (Syafi'i, Ahmad, Abu Hanifah) menyatakan disyariatkan, dengan perbedaan tempat (sebelum/sesudah ruku').

Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur: doa ini disyariatkan dalam qunut witir, boleh dibaca sepanjang tahun, dan boleh sebelum atau sesudah ruku' — sebagaimana dijelaskan Syeikh al-Albani dan Syeikh al-Utsaimin dalam Asy-Syarh al-Mumti'.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma — cucu Nabi ﷺ — meriwayatkan doa ini langsung dari Rasulullah ﷺ. Beliau mengajarkan doa ini kepada umat, dan para tabi'in seperti Abu Al-Haura' (Rabi'ah bin Syaiban) meriwayatkannya kepada generasi setelahnya. Imam An-Nasa'i kemudian mencatatnya dalam kitab Sunan-nya pada bab khusus doa witir.

Al-Hasan al-Bashri — salah satu tabi'in yang masyhur — dikenal sangat menjaga qunut witir dan mengajarkan doa ini kepada murid-muridnya. Beliau berkata bahwa doa ini adalah doa yang paling lengkap mencakup kebutuhan dunia dan akhirat seorang hamba.

Hikmahnya: doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya meminta dunia, tetapi juga hidayah, perlindungan, dan keberkahan — yang merupakan inti kebahagiaan seorang mukmin.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini dalam qunut witir — baik sebelum maupun sesudah ruku', sepanjang tahun atau minimal di separuh akhir Ramadhan.
  2. Renungkan maknanya — setiap kalimat mengandung permohonan yang sangat mendalam: hidayah, kesehatan, perlindungan, keberkahan, dan penjagaan dari keburukan.
  3. Jaga tawakal — sadari bahwa segala urusan di tangan Allah, dan siapa yang Allah bela tidak akan hina.
  4. Ajarkan kepada keluarga — sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada Al-Hasan, ajarkanlah kepada anak dan keluarga.
  5. Perbanyak doa ini di luar witir juga — karena maknanya mencakup seluruh kebutuhan hamba.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?