Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat witir membaca tiga surah: Al-A'laa (87), Al-Kaafiruun (109), dan Al-Ikhlaash (112). Ini menunjukkan sunnah yang dianjurkan untuk diikuti, dan para ulama Ahlus Sunnah menetapkannya sebagai amalan yang shahih dari Nabi ﷺ. Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dari jalur Ibnu Abza dari ayahnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang dibaca dalam witir:
1. Surah Al-A'laa [87]: 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
2. Surah Al-Kaafiruun [109]: 1
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir.'"
3. Surah Al-Ikhlaash [112]: 1
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Qiyam al-Lail, dari Ibnu Abza dari ayahnya (Abdullah bin Abza radhiyallahu 'anhu). Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. At-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan shahih.
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya As-Sunan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa membaca tiga surah ini dalam witir adalah sunnah yang tetap.
- Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil menilai hadits ini shahih.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Hadits ini menerangkan kebiasaan Nabi ﷺ dalam shalat witir, yaitu membaca:
- Surah Al-A'laa (sabbihisma rabbikal a'laa)
- Surah Al-Kaafiruun (qul yaa ayyuhal kaafiruun)
- Surah Al-Ikhlaash (qul huwallahu ahad)
Pemahaman ulama:
Imam An-Nasa'i memasukkan hadits ini dalam bab tentang perbedaan riwayat Malik bin Mighwal, menunjukkan perhatian beliau terhadap detail sanad dan matan.
Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyatakan: "Disunnahkan membaca tiga surah ini dalam witir, berdasarkan hadits Ibnu Abza yang shahih."
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah membaca surah-surah ini adalah:
- Al-A'laa: mengandung tauhid, sifat Allah, dan peringatan.
- Al-Kaafiruun: berisi pelepasan diri dari kesyirikan (bara'ah min asy-syirik).
- Al-Ikhlaash: inti tauhid dan pengesaan Allah.
Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil (no. 421) menegaskan hadits ini shahih dan menjadi dalil disunnahkannya membaca tiga surah tersebut dalam witir.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama seperti Ishaq bin Rahuyah dan Imam Ahmad (dalam satu riwayat) menganjurkan membaca tiga surah ini, dan ini adalah pendapat yang paling kuat berdasarkan dalil yang shahih. Tidak ada perbedaan yang signifikan di antara ulama daftar tentang keutamaan amalan ini.
Story Telling
Abdullah bin Abza radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang meriwayatkan hadits ini. Beliau menceritakan bahwa ayahnya (Abza) melihat langsung bagaimana Nabi ﷺ shalat witir dan membaca tiga surah tersebut secara rutin. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, termasuk bacaan dalam shalat malam, untuk kemudian mereka amalkan dan ajarkan kepada generasi berikutnya.
Imam An-Nasa'i dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, bahkan beliau meneliti perbedaan riwayat para perawi. Dalam bab ini, beliau menyebutkan perbedaan pada Malik bin Mighwal, menunjukkan kehati-hatian beliau dalam menjaga keakuratan sunnah.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan membaca Surah Al-A'laa, Al-Kaafiruun, dan Al-Ikhlaash dalam shalat witir, berdasarkan hadits shahih dari Ibnu Abza.
- Amalan ini adalah sunnah yang tetap dari Nabi ﷺ dan dianjurkan untuk diamalkan.
- Hendaknya kita bersemangat mengikuti sunnah ini karena mengandung tauhid, pelepasan dari kesyirikan, dan pengesaan Allah.
- Bagi yang belum terbiasa, mulailah menghafal dan membiasakan membaca tiga surah ini dalam witir.
- Jangan berlebihan (ghuluw) dalam menilai amalan ini, cukup mengikuti sunnah dengan penuh kecintaan dan ketawadhuan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.