Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1736 tentang Bacaan surat dan dzikir dalam shalat witir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat witir membaca tiga surah secara berurutan: Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Setelah salam, beliau mengucapkan "Subhaanal Malikil Qudduus" (Maha Suci Raja Yang Maha Suci) tiga kali. Ini menunjukkan sunnah yang tetap dalam witir, baik dari sisi bacaan maupun dzikir setelahnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang dibaca dalam witir:

Firman Allah:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi." (QS. Al-A'la [87]: 1)

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah: Hai orang-orang kafir." (QS. Al-Kafirun [109]: 1)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa." (QS. Al-Ikhlas [112]: 1)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i (no. 1736) dari Abdullah bin Abza dari ayahnya (Abza Al-Khuza'i, seorang sahabat). Imam An-Nasa'i meriwayatkan dalam Kitab Qiyamul Lail. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibn Majah. At-Tirmidzi menghasankannya.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nasa'i (wafat 303 H) meriwayatkan hadits ini dalam Sunan-nya.
  • Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Talkhisul Habir membahas jalur-jalur hadits ini.
  • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Riyadhus Shalihin menyebutkan sunnah membaca tiga surah ini dalam witir.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bacaan witir Nabi ﷺ secara rinci.

Penjelasan Rinci

1. Bacaan dalam witir

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca tiga surah secara berurutan dalam tiga rakaat witir:

  • Rakaat pertama: Surah Al-A'la (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى)
  • Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ)
  • Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menyatakan bahwa membaca ketiga surah ini dalam witir adalah sunnah yang disepakati (muttafaq 'alaih) berdasarkan hadits-hadits shahih, termasuk hadits ini dan hadits dari Ubay bin Ka'b yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi.

Ibn Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa hikmahnya:

  • Al-A'la mengandung tauhid rububiyyah dan penyucian nama Allah.
  • Al-Kafirun mengandung berlepas diri dari kesyirikan.
  • Al-Ikhlas mengandung tauhid uluhiyyah yang murni.

2. Dzikir setelah witir

Setelah selesai shalat (salam), Nabi ﷺ mengucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

"Maha Suci Raja Yang Maha Suci" — tiga kali.

Ibn Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa dzikir ini diucapkan dengan suara yang agak dikeraskan pada kali ketiga, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa disunnahkan mengucapkan dzikir ini tiga kali, dan pada kali ketiga boleh mengeraskan suara.

3. Perbedaan riwayat (sebab bab "Penyebutan Perbedaan pada Shubah")

Bab ini menunjukkan bahwa Imam An-Nasa'i menyebutkan adanya perbedaan riwayat dalam hal ini, khususnya dari jalur Syu'bah. Sebagian riwayat menyebutkan tambahan seperti "رب الملائكة والروح" (Tuhan para malaikat dan Jibril) setelah "Subhaanal Malikil Qudduus". Ibn Hajar dalam Talkhisul Habir menjelaskan bahwa tambahan ini shahih dan diriwayatkan oleh Ad-Darimi dan lainnya.

4. Kedudukan hadits

Hadits ini hasan menurut At-Tirmidzi. Para ulama seperti Ibn Hajar dan an-Nawawi menerimanya sebagai dalil sunnahnya bacaan dan dzikir ini dalam witir. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar bahwa ini adalah sunnah yang tetap.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abza (seorang sahabat) memperhatikan shalat malam Nabi ﷺ dengan penuh perhatian. Ia menyaksikan bagaimana Nabi ﷺ membaca dengan tartil dan khusyuk, lalu setelah salam beliau mengucapkan "Subhaanal Malikil Qudduus" tiga kali dengan penuh penghayatan. Abdullah bin Abza kemudian menyampaikan apa yang dilihatnya kepada kaum muslimin agar mereka mengikuti sunnah ini. (Disebutkan secara makna dalam Sunan An-Nasa'i dan Abu Dawud)

Hikmahnya: seorang sahabat yang memperhatikan ibadah Nabi ﷺ dengan teliti kemudian menyampaikannya kepada umat, sehingga sunnah ini terjaga hingga hari ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacaan witir: Bacalah Al-A'la di rakaat pertama, Al-Kafirun di rakaat kedua, dan Al-Ikhlas di rakaat ketiga.
  2. Dzikir setelah witir: Ucapkan "سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ" tiga kali setelah salam.
  3. Mengeraskan pada kali ketiga: Menurut sebagian riwayat, boleh mengeraskan suara pada ucapan ketiga.
  4. Konsistensi: Jadikan witir sebagai kebiasaan malam, karena Nabi ﷺ tidak meninggalkannya baik dalam perjalanan maupun di rumah.
  5. Mengikuti sunnah: Amalkan sesuai tuntunan Nabi ﷺ tanpa menambah atau mengurangi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?