Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca tiga surat pendek dalam shalat Witir, yaitu: Surat Al-A'la ( Sabbihisma rabbikal a'la ), Surat Al-Kafirun ( Qul yaa ayyuhal kaafiruun ), dan Surat Al-Ikhlas ( Qul huwallaahu ahad ). Ini adalah salah satu contoh tuntunan Nabi ﷺ dalam shalat Witir yang menunjukkan kesempurnaan sunnah beliau, baik dari segi bilangan rakaat maupun bacaan di dalamnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat An-Nasa'i:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1735) dari sahabat Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata:
> "Rasulullah ﷺ biasa membaca dalam shalat Witir: 'Sabbihisma rabbikal a'la' (Surat Al-A'la), 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' (Surat Al-Kafirun), dan 'Qul huwallaahu ahad' (Surat Al-Ikhlas)."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya dengan sanad yang shahih.
Dalil Al-Qur'an:
Ketiga surat yang disebutkan dalam hadits ini adalah bagian dari Al-Qur'an. Di antaranya:
- Surat Al-A'la [87]: 1
> سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
> "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
- Surat Al-Kafirun [109]: 1
> قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
> "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir!'"
- Surat Al-Ikhlas [112]: 1
> قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
> "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf, seperti Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam An-Nawawi rahimahumullah, menjadikan hadits ini sebagai dalil disunnahkannya membaca surat-surat tersebut dalam shalat Witir.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan pelajaran penting tentang tata cara shalat Witir yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
- Bacaan dalam Witir: Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat-surat pendek yang agung dalam shalat Witir. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya membaca surat-surat ini dalam Witir, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
- Makna Kandungan Surat: Pemilihan surat-surat ini oleh Nabi ﷺ tentu memiliki hikmah yang dalam.
- Surat Al-A'la berisi tentang pensucian Allah dari segala kekurangan dan penetapan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya.
- Surat Al-Kafirun berisi tentang pembebasan diri dari segala bentuk kesyirikan dan penegasan tauhid ibadah hanya kepada Allah semata.
- Surat Al-Ikhlas berisi tentang kemurnian tauhid dan penetapan keesaan Allah dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketiga surat ini adalah inti dari ajaran Islam, yaitu tauhid dan pemurnian ibadah kepada Allah.
- Keutamaan Witir: Shalat Witir adalah shalat yang sangat dianjurkan. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan Witir, baik dalam keadaan safar maupun mukim. Ini menunjukkan pentingnya menjaga shalat Witir.
- Perbedaan Pendapat Ulama: Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah bacaan surat-surat ini dilakukan pada setiap rakaat Witir atau hanya pada rakaat tertentu. Sebagian ulama berpendapat bahwa ketiga surat ini dibaca masing-masing pada satu rakaat (rakaat pertama Al-A'la, rakaat kedua Al-Kafirun, rakaat ketiga Al-Ikhlas). Pendapat ini adalah yang paling masyhur dan diamalkan oleh banyak ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad. Namun, ada juga ulama yang membolehkan membaca surat lain, selama tidak keluar dari tuntunan syariat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang mulia. Beliau meriwayatkan banyak hadits dari Rasulullah ﷺ dan para sahabat lainnya. Ketaatan beliau dalam meriwayatkan dan mengamalkan hadits ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian terhadap detail ibadah Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya melihat sekilas, tetapi benar-benar memperhatikan dan menghafal setiap gerakan dan bacaan beliau dalam shalat, kemudian menyampaikannya kepada generasi setelahnya. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk detail ibadah.
Kesimpulan Praktis
- Menjaga Shalat Witir: Shalat Witir adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan janganlah kita meninggalkannya.
- Mengamalkan Bacaan yang Dicontohkan: Disunnahkan untuk membaca Surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas dalam shalat Witir, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
- Memahami Makna Bacaan: Saat membaca surat-surat tersebut, kita hendaknya merenungkan maknanya, terutama tentang tauhid dan pemurnian ibadah kepada Allah.
- Meneladani Sahabat: Kita harus bersemangat dalam mempelajari dan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ sebagaimana para sahabat melakukannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.