Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan tentang tuntunan Nabi ﷺ dalam shalat witir, yaitu membaca surat-surat pendek yang agung: Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Selain itu, hadits ini juga mengajarkan dzikir khusus setelah salam shalat witir, yaitu membaca "Subhanal Malikil Quddus" (Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci) sebanyak tiga kali, dengan memanjangkan bacaan pada ucapan yang ketiga. Ini adalah sunnah yang mulia dan mudah untuk diamalkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1734) dari sahabat 'Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dengan redaksi yang serupa.
Dalil Al-Qur'an (Surat yang dibaca dalam witir):
- QS. Al-A'la [87]: 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
- QS. Al-Kafirun [109]: 1
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
"Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir!'"
- QS. Al-Ikhlas [112]: 1
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"
Hadits Terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1734) dari sahabat 'Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dengan redaksi yang serupa.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjadikan hadits ini sebagai dasar untuk membaca surat-surat tersebut dalam shalat witir. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarhul Mumti' menjelaskan bahwa membaca surat-surat ini adalah sunnah, dan jika seseorang membaca surat lain, itu pun diperbolehkan karena witir tidak terikat dengan surat tertentu.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan pelajaran berharga tentang tata cara shalat witir yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
1. Bacaan dalam Shalat Witir:
Rasulullah ﷺ biasa membaca tiga surat pendek yang memiliki makna sangat dalam dalam shalat witirnya:
- Rakaat pertama: Membaca surat Al-A'la, yang berisi tentang pensucian nama Allah dan keagungan-Nya.
- Rakaat kedua: Membaca surat Al-Kafirun, yang berisi tentang pembebasan diri dari segala bentuk kesyirikan dan penegasan tauhid.
- Rakaat ketiga: Membaca surat Al-Ikhlas, yang merupakan intisari dari akidah Islam tentang keesaan Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa pemilihan surat-surat ini bukanlah tanpa alasan. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa surat-surat ini mengandung prinsip-prinsip dasar agama: tauhid, pensucian Allah dari segala kekurangan, dan pembebasan diri dari kesyirikan. Ini menunjukkan bahwa shalat witir bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk menguatkan keyakinan.
2. Dzikir Setelah Salam:
Setelah salam dari shalat witir, Rasulullah ﷺ mengucapkan dzikir:
"سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ" (Subhanal Malikil Quddus) - "Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci".
Dzikir ini dibaca sebanyak tiga kali, dan pada bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya. Para ulama menjelaskan bahwa dzikir ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah sebagai Raja yang Maha Suci dari segala kekurangan, kekhilafan, dan kelemahan.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa dzikir ini disunnahkan setelah witir, dan memanjangkan bacaan pada kali ketiga adalah bagian dari tuntunan. Ini menunjukkan bahwa dalam beribadah, kita tidak hanya memperhatikan apa yang dibaca, tetapi juga bagaimana cara membacanya.
3. Pelajaran dari Hadits:
Hadits ini mengajarkan kita bahwa:
- Shalat witir adalah ibadah yang ringan namun memiliki keutamaan besar.
- Bacaan dalam shalat hendaknya dipilih yang memiliki makna mendalam dan sesuai dengan konteks ibadah.
- Dzikir setelah shalat adalah bagian dari kesempurnaan ibadah.
- Kita dianjurkan untuk menghidupkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah kita.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang meriwayatkan banyak hadits tentang shalat. Beliau termasuk sahabat yang tekun dalam beribadah dan memperhatikan detail-detail sunnah Nabi ﷺ.
Dari sini kita belajar bahwa para sahabat sangat antusias untuk meniru setiap gerakan dan bacaan Nabi ﷺ dalam ibadah, bahkan hingga hal-hal yang tampak kecil seperti dzikir setelah witir. Mereka memahami bahwa dalam setiap detail ibadah Nabi ﷺ terdapat hikmah dan keberkahan.
Kesimpulan Praktis
- Bacaan Witir: Disunnahkan membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas dalam tiga rakaat witir. Jika ingin membaca surat lain, itu pun diperbolehkan.
- Dzikir Setelah Witir: Setelah salam witir, bacalah "Subhanal Malikil Quddus" sebanyak tiga kali, dan pada bacaan ketiga, panjangkanlah bacaannya.
- Konsistensi: Usahakan untuk menjaga amalan ini secara rutin, karena amalan yang kecil namun dilakukan konsisten lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan sesekali.
- Niatkan untuk Mengikuti Sunnah: Luruskan niat bahwa kita melakukan ini semata-mata untuk mengikuti teladan Rasulullah ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.