Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1702 tentang Tata cara witir tiga rakaat dengan surat tertentu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan shalat witir tiga rakaat dengan bacaan surat Al-A'la pada rakaat pertama, surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan surat Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. Ini adalah bentuk witir yang disunnahkan dan diamalkan oleh para sahabat serta ulama salaf. Meskipun terdapat perbedaan riwayat (ada yang mewaqafkannya), para ulama besar seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menilai hadits ini shahih dan bisa diamalkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

  • QS. Al-A'la [87]: 1

<p dir="rtl" style="font-size: 1.2em;">سَبِّحِ ٱسْمَ رَبِّكَ ٱلْأَعْلَى</p>

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

  • QS. Al-Kafirun [109]: 1

<p dir="rtl" style="font-size: 1.2em;">قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ</p>

"Katakanlah: Wahai orang-orang kafir!"

  • QS. Al-Ikhlas [112]: 1

<p dir="rtl" style="font-size: 1.2em;">قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ</p>

"Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa."

Hadits:

Sunan An-Nasa'i, Kitab Qiyamul Lail, Bab Witir Tiga Rakaat, hadits nomor 1702 dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 728) dengan lafal yang semakna dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas, dan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 1900).

Pandangan Ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (jilid 6, hal. 19) menjelaskan bahwa witir tiga rakaat dengan bacaan surat-surat tersebut adalah mustahab (sunnah) dan merupakan praktik Nabi ﷺ. Beliau juga menyebutkan bahwa perbedaan riwayat tentang waqaf hanya berkaitan dengan periwayatan, namun inti hadits marfu' (sampai Nabi) adalah kuat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (jilid 2, hal. 469) menguatkan hadits ini dengan jalur lain dan menyatakan bahwa witir tiga rakaat dengan bacaan tersebut termasuk tuntunan yang shahih.
  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i (dalam Al-Umm) juga membolehkan witir tiga rakaat dengan satu salam atau dua salam, dan membaca surat-surat tersebut adalah sunnah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan bahwa witir tiga rakaat merupakan salah satu bentuk witir yang diajarkan oleh Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa witir boleh dilakukan dengan satu rakaat, tiga rakaat, lima, tujuh, atau lebih. Namun, witir tiga rakaat adalah yang paling sering dilakukan Nabi, sebagaimana disebutkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu 'anha (HR. Bukhari dan Muslim) bahwa Nabi witir dengan tiga rakaat.

Perbedaan riwayat dalam hadits An-Nasa'i: ada kata "auqafahu Zuhair" yang berarti Zuhair (salah satu perawi) mewaqafkan hadits ini pada Ibnu Abbas (perkataan Ibnu Abbas sendiri). Namun, ulama seperti Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari jalur lain yang marfu' (sampai Nabi). Oleh karena itu, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa hadits ini memiliki penguat (mutaba'ah) sehingga statusnya shahih marfu'. Jadi, hadits ini sah diamalkan.

Tata cara witir tiga rakaat:

  1. Boleh dengan satu tasyahud (tiga rakaat langsung satu salam).
  2. Boleh dengan dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam.

Pendapat yang lebih kuat dalam madzhab Syafi'i dan Hanbali adalah boleh dua cara tersebut, tetapi yang lebih utama (sunnah) adalah tiga rakaat langsung satu salam, berdasarkan hadits ini. Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin (bab Witir) menganjurkan membaca surat-surat tersebut.

Bacaan: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Ini adalah asas dari hadits di atas dan disepakati oleh para ulama seperti Ibnu Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad (jilid 1, hal. 140).

Story Telling

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Nabi ﷺ pernah witir di atas kendaraannya." (HR. Bukhari). Namun, witir tiga rakaat dengan bacaan khusus di masjid adalah sunnah yang diajarkan Nabi secara langsung. Para sahabat seperti Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu juga mengimami witir dengan bacaan tersebut. Kisah ini menunjukkan bahwa witir adalah ibadah yang ringan dan bisa dilaksanakan di mana saja, namun dengan bacaan yang telah dituntunkan.

Al-Hikmah: Witir tiga rakaat mengingatkan kita pada keesaan Allah (surat Al-Ikhlas), pengagungan nama Allah (Al-A'la), dan pemisahan diri dari kekufuran (Al-Kafirun). Ini mencakup inti tauhid dan akhlak Islam.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan shalat witir minimal satu rakaat, dan lebih utama tiga rakaat dengan bacaan yang disebutkan.
  2. Boleh memilih cara tiga rakaat langsung satu salam atau dua salam lalu satu rakaat; keduanya memiliki dalil.
  3. Jangan lupa membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat dan setelahnya surat yang dianjurkan.
  4. Witir adalah penutup shalat malam; jika belum sempat tahajud, witir bisa dikerjakan setelah Isya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.