Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1689 tentang Witr satu rakaat di akhir malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa shalat Witr yang paling utama adalah dikerjakan pada akhir malam, dan jumlah raka'atnya bisa hanya satu raka'at saja. Ini adalah kabar gembira bagi yang berat bangun di akhir malam, karena Witr tetap sah walaupun hanya satu raka'at, dan pahalanya lebih utama jika dilakukan di akhir malam bagi yang mampu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1689) dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

الْوَتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ

Artinya: "Witr adalah satu raka'at di akhir malam."

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

Artinya: "Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari sebagai Witr." (HR. Al-Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman tentang keutamaan shalat malam dan waktu-waktu yang utama:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra' [17]: 79)

Juga firman Allah Ta'ala:

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

"Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (QS. Al-Muzzammil [73]: 6)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua faedah penting:

Pertama: Witr itu sah walaupun hanya satu raka'at.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa Witr boleh dilakukan satu raka'at saja, dan ini adalah pendapat yang benar. Namun yang lebih utama adalah Witr tiga raka'at, atau lima, atau tujuh, atau sembilan, atau sebelas raka'at. Semakin banyak raka'atnya, semakin baik, selama dilakukan dengan khusyuk dan tidak memberatkan.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah Witr satu raka'at, tiga raka'at, lima raka'at, tujuh raka'at, dan sembilan raka'at. Ini menunjukkan kelapangan dalam syariat, dan semua cara tersebut sah.

Kedua: Waktu Witr yang paling utama adalah akhir malam.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa akhir malam adalah waktu yang penuh berkah, di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa. Oleh karena itu, bagi yang mampu bangun di akhir malam, maka Witr di akhir malam lebih utama.

Namun, jika seseorang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka ia boleh Witr sebelum tidur. Ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ kepada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

مَنْ خَافَ أَنْ لَا يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ

"Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendaknya ia Witr di awal malam." (HR. Muslim no. 755)

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kesimpulan dari hadits-hadits ini adalah: jika seseorang yakin bisa bangun di akhir malam, maka Witr di akhir malam lebih utama. Jika tidak yakin, maka Witr sebelum tidur lebih aman.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ biasa Witr di akhir malam, dan ini yang paling utama. Namun beliau juga membolehkan Witr di awal malam bagi yang memiliki udzur atau kekhawatiran tidak bisa bangun.

Story Telling

Dahulu, sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma — yang meriwayatkan hadits ini — dikenal sebagai pribadi yang sangat bersemangat dalam ibadah malam. Beliau sering menghidupkan malam dengan shalat, dan Witr beliau lakukan di akhir malam.

Suatu ketika, putranya, Salim bin Abdullah, bertanya tentang bagaimana ayahnya melakukan Witr. Ibnu Umar menjawab dengan penuh kelembutan bahwa ia pernah melihat Nabi ﷺ Witr di akhir malam, dan ia ingin meniru kebiasaan Nabi ﷺ tersebut.

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat perhatian untuk meniru Nabi ﷺ dalam ibadah, terutama dalam hal Witr. Mereka tidak merasa berat untuk bangun di akhir malam, karena kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ melebihi segalanya.

Kesimpulan Praktis

  1. Witr itu sah satu raka'at — jangan merasa ragu atau berat jika hanya mampu satu raka'at.
  2. Waktu terbaik Witr adalah akhir malam — bagi yang mampu bangun, ini lebih utama dan lebih berkah.
  3. Jika khawatir tidak bangun, Witr sebelum tidur — ini lebih aman dan tetap mendapat pahala.
  4. Boleh Witr dengan jumlah raka'at lebih banyak — tiga, lima, tujuh, atau lebih, sesuai kemampuan dan kekhusyukan.
  5. Jadikan Witr sebagai penutup shalat malam — sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari sebagai Witr."

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?