Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar dari sahabat Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu 'anhu yang melihat Rasulullah ﷺ shalat semalaman hingga Subuh. Dalam shalatnya yang panjang itu, beliau ﷺ memohon tiga perkara kepada Allah: agar umat ini tidak dihancurkan seperti umat terdahulu, agar tidak dikuasai musuh dari luar, dan agar tidak terpecah belah menjadi kelompok-kelompok yang saling berperang. Dua permohonan pertama dikabulkan, sedangkan permohonan ketiga tidak dikabulkan, dan inilah yang terjadi di tengah umat Islam hingga hari ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1638), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2890) dari jalur yang sama. Berikut teks haditsnya:
Teks Arab (sebagaimana yang Anda sebutkan):
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي وَبَقِيَّةُ، قَالاَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي حَمْزَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ، قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَبَّابِ بْنِ الأَرَتِّ، عَنْ أَبِيهِ، وَكَانَ، قَدْ شَهِدَ بَدْرًا
Terjemahan: Sebagaimana yang telah Anda sebutkan di atas.
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
"Dan katakanlah (wahai Muhammad): 'Wahai Tuhanku, ampunilah dan rahmatilah, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.'" (QS. Al-Mu'minun [23]: 118)
Ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah bagian dari ibadah, dan Nabi ﷺ sendiri banyak berdoa dalam shalatnya, sebagaimana dalam hadits ini.
Kaitan dengan ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri) yang merupakan salah satu ulama tabi'in yang sangat dihormati dan termasuk dalam daftar rujukan kita. Beliau adalah perawi hadits ini dari gurunya, dan sanadnya sampai kepada sahabat Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Tentang shalat malam yang panjang
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa shalat malam yang dilakukan Nabi ﷺ pada malam itu adalah shalat yang sangat panjang, dan ini menunjukkan keutamaan shalat malam serta bagaimana Nabi ﷺ menghabiskan malamnya dalam ibadah. Ini juga menunjukkan bahwa shalat malam tidak harus selalu dengan bacaan yang singkat, tetapi boleh diperpanjang sesuai kemampuan dan kekhusyukan.
2. Tentang doa dalam shalat
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sering berdoa dalam shalatnya, baik di dalam sujud, sebelum salam, maupun di akhir shalat. Ini menunjukkan bahwa doa adalah bagian penting dari shalat, dan seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dalam shalatnya, terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir.
3. Tentang tiga permohonan Nabi ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa tiga permohonan ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap keselamatan dan persatuan umatnya:
- Permohonan pertama: Agar umat ini tidak dihancurkan dengan azab seperti umat-umat terdahulu (seperti banjir, gempa, atau azab yang membinasakan seluruh kaum). Ini dikabulkan oleh Allah sebagai rahmat bagi umat ini.
- Permohonan kedua: Agar umat ini tidak dikuasai oleh musuh dari luar secara total. Ini juga dikabulkan, meskipun umat Islam pernah mengalami kekalahan di beberapa masa, tetapi tidak pernah dihancurkan secara total oleh musuh dari luar.
- Permohonan ketiga: Agar umat ini tidak terpecah belah menjadi kelompok-kelompok yang saling berperang. Ini tidak dikabulkan, dan inilah yang terjadi — umat Islam terpecah menjadi banyak kelompok dan sering terjadi konflik di antara mereka.
4. Hikmah tidak dikabulkannya permohonan ketiga
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa tidak dikabulkannya permohonan ini bukan berarti Allah tidak sayang kepada umat ini, tetapi justru sebagai ujian dan cobaan. Perpecahan ini menjadi ujian bagi keimanan umat Islam — siapa yang tetap berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman salaf akan selamat, dan siapa yang mengikuti hawa nafsu akan tersesat. Ini juga menjadi pengingat bahwa persatuan umat adalah nikmat yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
5. Pelajaran tentang adab berdoa
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ ini menunjukkan adab yang indah: beliau memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah ("ini adalah shalat harapan dan ketakutan"), kemudian menyebutkan kebutuhan-kebutuhannya dengan jelas dan spesifik. Ini mengajarkan kita untuk berdoa dengan penuh harap dan takut, serta menyebutkan kebutuhan kita secara jelas kepada Allah.
Story Telling
Kisah ini adalah kisah nyata dari sahabat Khabbab bin Al-Aratt radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah salah satu sahabat yang mulia, termasuk yang pertama masuk Islam dan pernah disiksa oleh orang-orang Quraisy karena keimanannya. Beliau ikut serta dalam Perang Badar, dan pada suatu malam beliau melihat Rasulullah ﷺ shalat dengan sangat panjang hingga hampir sepanjang malam.
Setelah Nabi ﷺ selesai shalat, Khabbab berkata dengan penuh cinta dan hormat: "Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah, semalam engkau melaksanakan shalat yang belum pernah aku lihat engkau lakukan."
Nabi ﷺ kemudian menjelaskan bahwa shalat itu adalah shalat harapan dan ketakutan, dan beliau memohon tiga perkara kepada Allah. Dua dikabulkan, satu tidak.
Hikmah dari kisah ini: Betapa besar kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya. Beliau menghabiskan malamnya dalam shalat dan doa, bukan untuk kepentingan dirinya, tetapi untuk kebaikan umatnya. Beliau khawatir umatnya akan terpecah belah, dan ternyata kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Maka kita sebagai umatnya harus berusaha menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan, karena ini adalah wasiat Nabi ﷺ yang tidak dikabulkan permohonannya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak shalat malam — Shalat malam adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan dilakukan oleh Nabi ﷺ dengan sangat panjang. Kita bisa memulai dengan shalat malam yang sederhana, dua rakaat atau lebih, dengan bacaan yang kita pahami.
- Perbanyak doa dalam shalat — Jangan lewatkan momen-momen mustajab dalam shalat, terutama di sujud dan sebelum salam, untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.
- Jaga persatuan umat — Perpecahan adalah ujian yang telah diberitakan oleh Nabi ﷺ. Maka kita harus berusaha menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak mudah terpecah oleh perbedaan pendapat yang masih dalam koridor syariat, dan menjauhi sikap saling membenci dan memusuhi sesama muslim.
- Berdoa dengan harap dan takut — Sebagaimana Nabi ﷺ berdoa dengan "shalat harapan dan ketakutan", kita pun hendaknya berdoa dengan penuh harap kepada rahmat Allah dan takut akan azab-Nya, serta menyebutkan kebutuhan kita dengan jelas.
- Yakin bahwa doa dikabulkan — Nabi ﷺ meminta tiga hal, dua dikabulkan dan satu ditunda. Ini mengajarkan kita bahwa tidak semua doa dikabulkan secara langsung atau dengan cara yang kita inginkan, tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.