Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1620 tentang Membaca ayat Al Imran lalu shalat malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab dan tata cara mengawali shalat malam (qiyamul lail): bangun tidur, mengusap wajah untuk menghilangkan kantuk, membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali 'Imran, berwudu dengan baik, lalu shalat dua-dua rakaat dan ditutup witir. Hadits ini juga menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas yang masih kecil, serta keutamaan shalat malam dan membaca Al-Qur'an di waktu malam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Kitab Qiyamul Lail, dari jalur Kuraib dari 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna, sehingga derajatnya shahih.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan qiyamul lail:

QS. Al-Isra' [17]: 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."

QS. Al-Muzzammil [73]: 6

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

"Sesungguhnya shalat malam itu lebih kuat (pengaruhnya) dan lebih baik bacaan (doa)nya."

QS. Ali 'Imran [3]: 190-191 (sebagian dari sepuluh ayat terakhir yang dibaca Nabi ﷺ):

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۝ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'"

Penjelasan Rinci

1. Anjuran mengusap wajah dan berzikir saat bangun tidur

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengusap wajah dengan tangan ketika bangun tidur adalah sunnah, karena menghilangkan bekas kantuk dan menyiapkan diri untuk beribadah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa perbuatan ini menunjukkan kesadaran Nabi ﷺ langsung menghadap Allah setelah bangun, bukan berlama-lama dalam keadaan mengantuk.

2. Membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali 'Imran

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat-ayat terakhir Surah Ali 'Imran (ayat 190-200) mengandung tauhid, tafakur tentang penciptaan, dan doa. Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa mengawali qiyamul lail dengan ayat-ayat yang mengandung tafakur dan tauhid, agar hati siap menghadap Allah. As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa ayat-ayat ini menggabungkan antara zikir, pikir, dan doa — tiga hal yang menjadi ruh shalat malam.

3. Berwudu dengan baik (menyempurnakan wudu)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa "fa ahsana wudhu'ahu" menunjukkan sunnah menyempurnakan wudu sebelum shalat, termasuk memperhatikan sunnah-sunnah wudu. Syaikh al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa menyempurnakan wudu adalah syarat kekhusyukan shalat.

4. Shalat dua-dua rakaat lalu witir

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat, dan ditutup dengan witir. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa witir adalah penutup shalat malam, dan boleh dilakukan setelah shalat malam meskipun tidak tidur lagi.

5. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada Ibnu Abbas

Perbuatan Nabi ﷺ memegang telinga Ibnu Abbas dan memutarnya adalah bentuk kasih sayang dan bimbingan lembut kepada anak kecil agar shalat di sampingnya. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini menunjukkan adab Nabi ﷺ dalam mendidik generasi muda dengan kelembutan.

6. Dua rakaat ringan setelah azan (sunnah fajar)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa dua rakaat ringan yang dilakukan setelah muazin datang adalah sunnah fajar (qabliyah Subuh), yang Nabi ﷺ selalu menjaga dan tidak meninggalkannya baik dalam perjalanan maupun di rumah.

Story Telling

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bercerita tentang malam yang sangat berkesan dalam hidupnya. Saat itu ia masih kecil, dan ia menginap di rumah bibinya, Maimunah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ. Ia sengaja ingin melihat langsung bagaimana Nabi ﷺ shalat malam.

Ia berbaring melintang di kasur, sementara Nabi ﷺ dan istrinya berbaring memanjang. Di tengah malam, Nabi ﷺ bangun, mengusap wajahnya, membaca sepuluh ayat terakhir Surah Ali 'Imran, lalu berwudu dan shalat.

Ibnu Abbas kecil pun ikut bangun, berwudu, dan berdiri di samping kiri Nabi ﷺ. Nabi ﷺ dengan lembut memindahkannya ke kanan, memegang kepalanya, dan memutar telinganya — bukan karena marah, tetapi sebagai bentuk kasih sayang dan bimbingan.

Malam itu Ibnu Abbas menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ shalat dua rakaat demi dua rakaat, lalu witir, lalu berbaring, dan ketika muazin datang, beliau shalat dua rakaat ringan sebelum Subuh.

Hikmah: Seorang anak kecil pun bisa meneladani Nabi ﷺ jika dibimbing dengan kasih sayang. Ibnu Abbas kemudian menjadi ulama besar umat ini, dan salah satu sebabnya adalah malam-malam ia menghabiskan waktu di rumah Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Bangun malam dan usap wajah untuk menghilangkan kantuk, lalu berzikir dan membaca ayat Al-Qur'an.
  2. Bacalah sepuluh ayat terakhir Surah Ali 'Imran (190-200) sebagai pembuka qiyamul lail, karena mengandung tauhid, tafakur, dan doa.
  3. Sempurnakan wudu sebelum shalat malam.
  4. Shalat malam dua-dua rakaat, lalu tutup dengan witir.
  5. Jaga dua rakaat ringan sebelum Subuh (sunnah fajar), karena Nabi ﷺ selalu menjaganya.
  6. Didiklah anak-anak dengan kelembutan dalam ibadah, sebagaimana Nabi ﷺ mendidik Ibnu Abbas.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?