Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa Rasulullah ﷺ memulai shalat malam (Qiyam Al-Lail) dengan memperbanyak dzikir: takbir, tahmid, tasbih, tahlil, dan istighfar masing-masing sepuluh kali, lalu berdoa memohon ampunan, petunjuk, rezeki, dan kesehatan, serta berlindung dari kesulitan berdiri di Hari Kiamat. Ini menunjukkan adab memulai ibadah dengan mengagungkan Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Qiyam Al-Lail, no. 1617, dari Ashim bin Humaid yang bertanya kepada Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha.
Hadits ini juga memiliki jalur lain yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi, dan dinilai hasan oleh sebagian ulama. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan doa ini sebagai salah satu doa yang dianjurkan ketika memulai shalat malam.
Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan berdzikir dan berdoa:
QS. Al-Ahzab [33]: 41-42
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Dan berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak, agar kamu beruntung."
QS. Al-Baqarah [2]: 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku."
QS. Al-Muzzammil [73]: 20 (perintah qiyamul lail):
فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ
"Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an."
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
'Aisyah radhiyallahu 'anha menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ membuka shalat malamnya dengan rangkaian dzikir yang agung sebelum masuk ke shalat. Beliau mengucapkan:
- Takbir 10x — "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar)
- Tahmid 10x — "Alhamdulillah" (segala pujian bagi Allah)
- Tasbih 10x — "Subhanallah" (Maha Suci Allah)
- Tahlil 10x — "La ilaha illallah" (tiada tuhan selain Allah)
- Istighfar 10x — "Astaghfirullah" (aku memohon ampun kepada Allah)
Kemudian beliau berdoa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي
"Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rezeki, dan berilah aku kesehatan."
Dan berlindung:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Aku berlindung kepada Allah dari kesulitan berdiri pada Hari Kiamat."
Pemahaman ulama:
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir-dzikir ini disunnahkan dibaca sebelum memulai shalat malam, sebagai pembuka yang mengarahkan hati kepada Allah. Beliau menyebutkan bahwa doa ini mencakup empat kebutuhan pokok manusia: ampunan (agama), petunjuk (ilmu dan hidayah), rezeki (dunia), dan kesehatan (badan).
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas hadits-hadits serupa menyebutkan bahwa memperbanyak dzikir sebelum shalat malam membantu menghadirkan hati dan mengusir kelalaian.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki dzikir dan doa khusus untuk setiap keadaan — ketika bangun tidur, memulai shalat malam, dan sebagainya — menunjukkan betapa beliau selalu menghadirkan Allah dalam setiap langkah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menekankan bahwa doa yang mencakup permohonan ampun, hidayah, rezeki, dan kesehatan adalah doa yang sangat menyeluruh (jawami' al-kalim), mencakup kebutuhan dunia dan akhirat sekaligus.
Catatan tentang status hadits:
Sebagian ulama hadits menilai hadits ini hasan karena jalurnya saling menguatkan. Imam An-Nasa'i sendiri meriwayatkannya dalam kitab Sunan-nya, yang menunjukkan bahwa beliau menganggapnya layak dijadikan hujjah dalam bab ini.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama memahami bahwa dzikir 10x ini dibaca sebelum takbiratul ihram shalat malam. Sebagian lain memahami bahwa ini adalah pembuka yang beliau lakukan secara rutin. Yang paling kuat — sebagaimana dipahami Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar — bahwa ini adalah dzikir pembuka sebelum memulai shalat malam, dan boleh diamalkan sebagai sunnah.
Story Telling
Diceritakan bahwa Ashim bin Humaid — seorang tabi'in — datang kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha dengan pertanyaan yang sangat spesifik: "Dengan apa Rasulullah ﷺ memulai shalat malamnya?"
'Aisyah menjawab dengan penuh keheranan: "Engkau bertanya tentang sesuatu yang tidak pernah ditanyakan orang lain sebelummu."
Ini menunjukkan bahwa pertanyaan Ashim adalah pertanyaan yang jarang terlintas di benak orang — karena kebanyakan orang bertanya tentang jumlah rakaat atau waktu shalat, tetapi Ashim bertanya tentang pembuka shalat malam. Ini menunjukkan kecerdasan dan kesungguhannya dalam meneladani Nabi ﷺ secara detail.
Hikmah: Semangat meneladani sunnah sampai ke hal-hal yang jarang ditanyakan orang adalah tanda kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ. Para salafus shalih sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, bukan hanya yang besar tetapi juga yang kecil.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan dzikir pembuka sebelum shalat malam: takbir, tahmid, tasbih, tahlil, dan istighfar masing-masing 10x.
- Baca doa yang diajarkan Nabi ﷺ: memohon ampunan, petunjuk, rezeki, dan kesehatan.
- Berlindunglah kepada Allah dari kesulitan berdiri di Hari Kiamat.
- Hadirkan hati saat berdzikir — jangan sekadar lisan, tetapi resapi maknanya.
- Teladani detail sunnah Nabi ﷺ, karena di dalamnya terdapat keberkahan dan kecintaan yang benar kepada beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.