Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1569 tentang Khutbah Id setelah shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat Id (baik Idul Fitri maupun Idul Adha) memulai dengan shalat terlebih dahulu, baru kemudian menyampaikan khutbah. Ini adalah sunnah yang tetap dan menjadi petunjuk dalam pelaksanaan shalat Id. Urutan ini berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya didahulukan sebelum shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Shalat Id, Bab Khutbah di Dua Hari Raya Setelah Shalat, dari jalur 'Atha bin Abi Rabah (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan) dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

أَشْهَدُ أَنِّي شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ

Terjemahan: "Saya bersaksi bahwa saya hadir di 'Eid bersama Rasulullah ﷺ; beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah, kemudian beliau menyampaikan khutbah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perintah shalat dan mengingat Allah:

QS. Al-Jumu'ah [62]: 9

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Ayat ini menunjukkan pentingnya shalat dan khutbah dalam ibadah berjamaah, meskipun konteksnya Jumat, namun para ulama memahami bahwa shalat Id juga memiliki khutbah setelah shalat berdasarkan sunnah Nabi ﷺ.

Hadits lain yang mendukung dari Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu 'Abbas dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ shalat Id sebelum khutbah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan dalil yang sangat jelas tentang urutan pelaksanaan shalat Id. Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma bersaksi langsung menyaksikan Nabi ﷺ memulai dengan shalat sebelum khutbah. Ini menunjukkan bahwa sunnah dalam shalat Id adalah shalat terlebih dahulu, kemudian khutbah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama telah berijma' (sepakat) bahwa shalat Id dilakukan sebelum khutbah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya sebelum shalat. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa hadits-hadits tentang shalat Id sebelum khutbah mencapai derajat mutawatir maknawi, karena banyak sahabat yang meriwayatkannya.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ selalu melaksanakan shalat Id terlebih dahulu, kemudian berkhutbah. Jika ada yang berpendapat sebaliknya, maka itu menyelisihi sunnah yang shahih.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menegaskan bahwa sunnah ini tetap berlaku, dan barang siapa yang datang setelah shalat, maka ia tidak wajib mendengarkan khutbah, karena khutbah Id hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun menghadirinya adalah kebaikan.

Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa khutbah Id setelah shalat adalah sunnah yang tetap. Sedangkan Imam Abu Hanifah juga sependapat bahwa shalat didahulukan, meskipun dalam beberapa riwayat ada perbedaan tentang kewajiban khutbah.

Kesimpulannya, yang paling kuat dan sesuai dalil adalah shalat Id dikerjakan terlebih dahulu, kemudian khutbah disampaikan setelahnya. Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan Ahlus Sunnah.

Story Telling

Diceritakan bahwa Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, bersaksi dengan penuh keyakinan tentang apa yang ia saksikan langsung dari Nabi ﷺ. Ia mengatakan "أَشْهَدُ" (saya bersaksi), yang menunjukkan betapa kuatnya keyakinan dan kejujurannya dalam menyampaikan sunnah.

Suatu ketika, setelah Nabi ﷺ wafat, ada sebagian orang yang mungkin lupa atau belum mengetahui urutan shalat Id. Maka para sahabat seperti Ibnu 'Abbas dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma menyampaikan hadits ini untuk menjaga kemurnian sunnah. 'Atha bin Abi Rabah, seorang Tabi'in yang mulia, meriwayatkan hadits ini dengan penuh amanah, sehingga sampai kepada kita melalui Imam An-Nasa'i dalam kitabnya.

Hikmahnya: betapa pentingnya menjaga sunnah Nabi ﷺ dalam ibadah, termasuk urutan shalat dan khutbah Id. Jangan sampai kita mengikuti kebiasaan yang menyelisihi petunjuk beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat Id (Idul Fitri dan Idul Adha) dikerjakan terlebih dahulu, kemudian khutbah setelahnya.
  2. Khutbah Id hukumnya sunnah, tidak wajib, sehingga yang datang setelah shalat tidak berdosa jika tidak mendengarkan khutbah.
  3. Hendaknya kita mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam setiap ibadah, termasuk urutan shalat dan khutbah Id.
  4. Menghadiri khutbah adalah kebaikan dan sarana mendapatkan ilmu serta nasihat.
  5. Jangan menyelisihi sunnah yang telah shahih, karena itu adalah petunjuk yang paling baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?