Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat Id pernah membaca surah Qaf dan surah Al-Qamar (yang dimulai dengan ayat "Iqtarabatis-Sa'ah"). Ini menjadi dalil bahwa membaca surah-surah panjang dalam shalat Id adalah sunnah, dan bahwa isi bacaan shalat Id mengandung peringatan tentang hari kiamat serta keimanan kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Shalat Idul Fitri, Bab Bacaan dalam Shalat Idul Fitri, dari jalur 'Ubaidullah bin 'Abdullah, dari Abu Waqid Al-Laitsi radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ، قَالَ حَدَّثَنِي ضَمْرَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ خَرَجَ عُمَرُ - رضى الله عنه - يَوْمَ عِيدٍ فَسَأَلَ أَبَا وَاقِدٍ اللَّيْثِيَّ بِأَىِّ شَىْءٍ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقْرَأُ فِي هَذَا الْيَوْمِ فَقَالَ بِـ { ق } وَ{ اقْتَرَبَتْ }
Terjemahan: "Ubaidullah bin Abdullah berkata: Umar radhiyallahu 'anhu keluar pada hari Id dan bertanya kepada Abu Waqid Al-Laitsi: 'Apa yang dibaca Nabi ﷺ pada hari ini?' Dia menjawab: 'Qaf' dan '(Hari Kiamat) telah dekat.'"
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan bacaan surah Qaf dan Al-Qamar, di antaranya firman Allah:
ق ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ
QS. Qaf [50]: 1
Terjemahan: "Qaf. Demi Al-Qur'an yang mulia."
Dan firman Allah:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
QS. Al-Qamar [54]: 1
Terjemahan: "Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan."
Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dari riwayat lain, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Waqid Al-Laitsi bahwa Nabi ﷺ membaca surah Qaf dan Al-Qamar dalam shalat Id. Imam Muslim bin Al-Hajjaj meriwayatkan dalam Shahih-nya, dan An-Nasa'i juga meriwayatkannya dalam Sunan-nya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan sunnah Nabi ﷺ dalam memilih bacaan shalat Id. Para ulama dari daftar yang disebutkan memiliki penjelasan sebagai berikut:
Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca surah Qaf dan Al-Qamar dalam shalat Id. Beliau menyebutkan bahwa hikmahnya adalah karena kedua surah ini mengandung pokok-pokok keimanan, peringatan tentang hari kiamat, kebangkitan, hisab, dan balasan amal. Hal ini sangat sesuai dengan suasana hari Id yang merupakan hari berkumpulnya umat Islam.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa bacaan Nabi ﷺ dalam shalat Id tidak selalu sama. Terkadang beliau membaca surah Qaf dan Al-Qamar, terkadang membaca surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah sebagaimana disebutkan dalam hadits lain. Ini menunjukkan bahwa perkara bacaan dalam shalat Id adalah luas (fleksibel), dan yang penting adalah membaca surah-surah yang mengandung makna tauhid dan peringatan.
Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membaca surah-surah panjang dalam shalat Id, dan beliau menyebutkan bahwa di antara yang beliau baca adalah surah Qaf dan Al-Qamar. Ibnu Qayyim juga menyebutkan bahwa membaca surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah adalah bacaan yang paling sering beliau lakukan dalam shalat Id dan Jumat.
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa disunnahkan membaca surah Qaf dan Al-Qamar atau surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Id. Beliau menyebutkan bahwa hikmah membaca surah-surah ini adalah karena kandungannya yang mencakup tauhid, kenabian, hari akhir, dan kisah-kisah umat terdahulu.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa surah Qaf mengandung penetapan tauhid, kenabian, hari kebangkitan, dan peringatan yang keras bagi orang-orang yang mendustakan. Sedangkan surah Al-Qamar mengandung kisah-kisah umat yang dibinasakan karena mendustakan rasul, serta peringatan tentang hari kiamat yang semakin dekat.
Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang bacaan shalat Id:
- Sebagian ulama berpendapat bahwa yang paling utama adalah membaca surah Qaf dan Al-Qamar, berdasarkan hadits Abu Waqid ini.
- Sebagian ulama berpendapat bahwa yang paling utama adalah membaca surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah, berdasarkan hadits lain dari An-Nu'man bin Basyir.
- Jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa keduanya boleh dan sah, karena Nabi ﷺ pernah melakukan keduanya. Ini adalah pendapat yang paling kuat, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dan An-Nawawi.
Story Telling
Dikisahkan bahwa pada suatu hari Id, Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu keluar untuk melaksanakan shalat Id. Beliau ingin mengetahui dengan pasti apa yang dibaca Nabi ﷺ dalam shalat Id. Maka beliau bertanya kepada Abu Waqid Al-Laitsi radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang pernah menyaksikan langsung shalat Id bersama Nabi ﷺ. Abu Waqid menjawab dengan tegas: "Qaf dan Iqtarabatis-Sa'ah."
Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam meneladani Nabi ﷺ secara detail, bahkan dalam perkara bacaan shalat. Umar bin Al-Khaththab, meskipun beliau adalah khalifah yang agung, tidak segan bertanya kepada sahabat lain yang lebih mengetahui sunnah Nabi ﷺ dalam perkara tertentu. Ini adalah pelajaran tentang tawadhu' dan semangat menuntut ilmu.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan membaca surah Qaf dan Al-Qamar dalam shalat Id, atau surah Al-A'la dan Al-Ghasyiyah. Keduanya sah dan memiliki dalil.
- Bacaan dalam shalat Id sebaiknya mengandung makna tauhid, peringatan hari kiamat, dan keimanan kepada Allah, sesuai dengan tujuan hari Id sebagai hari berkumpul dan mengingat Allah.
- Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam ibadah, termasuk dalam memilih bacaan shalat, dan tidak berlebihan atau mengurangi tanpa dalil.
- Bertanyalah kepada orang yang lebih berilmu tentang sunnah Nabi ﷺ, sebagaimana Umar bertanya kepada Abu Waqid, dengan adab dan tawadhu'.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.