Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan sebuah doa yang dibaca Rasulullah ﷺ ketika hujan turun, yaitu memohon kepada Allah agar hujan tersebut menjadi hujan yang bermanfaat. Doa ini menunjukkan adab dan tawadhu Nabi ﷺ dalam menyikapi fenomena alam sebagai nikmat dari Allah. Kita dianjurkan untuk meneladani doa ini agar hujan yang turun membawa kebaikan, bukan bencana.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Istisqa', Bab Doa Ketika Hujan, dari jalur Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مِسْعَرٍ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا أُمْطِرَ قَالَ "اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا"
Terjemahan: "Dari Aisyah bahwa ketika hujan turun, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.'"
Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, namun fokus kita pada riwayat An-Nasa'i ini. Imam An-Nasa'i dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, terutama yang berkaitan dengan amalan ibadah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini secara jelas menunjukkan sunnahnya membaca doa ketika hujan turun. Redaksi doa "اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا" mengandung permohonan agar hujan yang turun menjadi shayyiban (hujan yang mengalir deras) yang nafi'an (bermanfaat). Ini mencakup manfaat duniawi seperti menyuburkan tanah, mengisi sumber air, dan manfaat ukhrawi seperti keberkahan dan rasa syukur kepada Allah.
Para ulama dalam daftar rujukan kita membahas hal ini. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menyebutkan bahwa disunnahkan membaca doa ini saat hujan turun, dan beliau mengutip hadits ini sebagai dalilnya. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika menjelaskan hadits-hadits tentang hujan juga menyebutkan doa ini sebagai bagian dari adab memohon keberkahan. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa ini karena hujan bisa menjadi rahmat atau azab; maka beliau memohon agar hujan yang turun menjadi rahmat yang bermanfaat, bukan azab yang merusak. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman ketika menafsirkan ayat-ayat tentang hujan (misalnya QS. Al-Anfal [8]: 11) menekankan bahwa hujan adalah nikmat yang harus disyukuri dan dimohonkan keberkahannya.
Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar mengenai sunnahnya doa ini. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan hadits serupa dengan tambahan redaksi, namun maknanya sama. Syeikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih.
Story Telling
Suatu ketika, Aisyah radhiyallahu 'anha sedang bersama Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba langit mendung dan hujan pun turun. Aisyah melihat Rasulullah ﷺ mengangkat pandangannya ke langit dan berdoa dengan penuh kekhusyukan: "Allahummaj'alhu sayyiban nafi'a." Aisyah kemudian meriwayatkan doa ini kepada kaum muslimin agar mereka juga mengamalkannya. Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ selalu menghubungkan setiap peristiwa alam dengan permohonan kepada Allah, tidak sekadar menikmati hujan tanpa memikirkan manfaat dan dampaknya. (Sumber: Sunan An-Nasa'i dan Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi).
Kesimpulan Praktis
- Ketika hujan turun, disunnahkan membaca doa: اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا ("Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat").
- Doa ini mencakup permohonan agar hujan membawa kebaikan, bukan kerusakan.
- Hendaknya kita meneladani adab Nabi ﷺ dalam menyikapi setiap fenomena alam dengan dzikir dan doa.
- Amalkan doa ini dengan penuh keyakinan dan rasa syukur atas nikmat hujan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.