Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1431 tentang Waktu mustajab berdoa di hari Jum'at

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa di hari Jum'at terdapat satu waktu yang sangat istimewa. Pada waktu itu, doa seorang muslim akan mustajab—apa pun yang ia minta kepada Allah akan dikabulkan. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya waktu tersebut, namun pendapat yang paling kuat adalah waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat Jum'at, atau setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ"

>

> "Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengannya, ia meminta sesuatu kepada Allah pada waktu itu, melainkan Allah akan memberikannya." (HR. An-Nasa'i, no. 1431, dari Abu Hurairah)

Hadits pendukung dari riwayat lain:

Dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda:

> "خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ"

>

> "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum'at. Padanya Adam diciptakan, padanya ia dimasukkan ke surga, dan padanya ia dikeluarkan dari surga. Dan tidaklah kiamat tegak kecuali pada hari Jum'at." (HR. Muslim)

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman:

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

>

> "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zād al-Ma'ād membahas panjang lebar tentang waktu mustajab ini dan menyebutkan pendapat-pendapat ulama salaf tentangnya. Beliau menegaskan bahwa hadits ini shahih dan diriwayatkan dari banyak sahabat.

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya waktu mustajab ini. Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zād al-Ma'ād menyebutkan bahwa terdapat sekitar 11 pendapat ulama tentang waktu ini. Namun yang paling masyhur ada dua:

Pendapat Pertama: Waktu antara duduknya imam di mimbar hingga selesainya shalat Jum'at.

Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Sa'id bin al-Musayyib, salah seorang ulama tabi'in yang sangat dihormati. Beliau memahami bahwa waktu tersebut adalah ketika khatib naik mimbar dan duduk di antara dua khutbah, hingga selesainya shalat.

Dalilnya adalah hadits dari Abu Burdah bin Abi Musa yang menceritakan bahwa Abdullah bin Umar bertanya kepadanya: "Apakah engkau mendengar ayahmu meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ tentang waktu mustajab di hari Jum'at?" Abu Burdah menjawab: "Ya, aku mendengar ayahku berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Waktu itu adalah antara duduknya imam hingga selesainya shalat.'" (HR. Muslim)

Pendapat Kedua: Waktu setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari banyak ulama salaf, di antaranya Al-Hasan al-Bashri, Atha' bin Abi Rabah, dan Ibnu Sirin. Mereka memahami bahwa waktu mustajab ini adalah di akhir siang hari Jum'at.

Dalilnya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، فِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ"

>

> "Hari Jum'at itu dua belas jam. Di dalamnya ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah padanya melainkan Allah akan memberikannya. Maka carilah waktu itu di akhir waktu setelah Ashar." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i)

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah setelah menyebutkan semua pendapat, beliau cenderung menggabungkan kedua pendapat ini dengan penjelasan yang indah. Beliau berkata: "Pendapat yang paling kuat adalah bahwa waktu itu ada dua: satu waktu yang tetap (tidak berubah) yaitu setelah Ashar hingga terbenam matahari, dan satu waktu yang berpindah-pindah yaitu ketika khatib naik mimbar hingga selesainya shalat."

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyādhush Shālihīn menjelaskan bahwa yang terbaik bagi seorang muslim adalah memperbanyak doa di kedua waktu tersebut, agar ia tidak luput dari waktu yang mustajab. Beliau juga menekankan bahwa seseorang tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau kewajiban lain untuk sekadar menunggu waktu ini, karena waktu ini adalah waktu yang penuh berkah dan doa di dalamnya tidak akan tertolak.

Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmū' Fatāwā menjelaskan bahwa waktu yang paling utama untuk berdoa di hari Jum'at adalah di akhir siang, yaitu setelah Ashar hingga maghrib. Beliau menukil bahwa para sahabat dan tabi'in sangat menjaga waktu ini dengan memperbanyak doa dan dzikir.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin al-Musayyib—salah seorang ulama tabi'in yang paling utama—sangat menjaga waktu ini. Beliau adalah seorang yang sangat zuhud dan ahli ibadah. Dikisahkan bahwa pada hari Jum'at, setelah shalat Ashar, beliau duduk di masjid menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya, dan tidak berbicara dengan siapa pun hingga matahari terbenam. Beliau menghabiskan waktu tersebut hanya untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Ketika ditanya oleh anaknya tentang perbuatannya itu, beliau menjawab: "Wahai anakku, ini adalah waktu yang Rasulullah ﷺ kabarkan bahwa doa di dalamnya mustajab. Maka aku tidak ingin menyia-nyiakannya dengan percakapan dunia."

Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menjaga waktu yang mulia ini. Mereka memahami bahwa ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Mereka lebih memilih bermunajat kepada Allah daripada berbincang dengan manusia.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak doa di hari Jum'at, terutama di dua waktu yang utama: saat khatib duduk di antara dua khutbah hingga selesainya shalat, dan setelah Ashar hingga maghrib.
  2. Jangan sia-siakan waktu setelah Ashar di hari Jum'at dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Gunakan untuk berdzikir, berdoa, dan memohon ampunan kepada Allah.
  3. Berdoalah dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut, karena ini adalah kabar dari Rasulullah ﷺ.
  4. Perbanyak doa untuk kebaikan dunia dan akhirat, bukan hanya untuk urusan dunia saja. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk meminta yang terbaik di kedua kehidupan.
  5. Jangan lupa memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ di hari Jum'at, karena ini juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan di hari yang mulia ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi