Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan membaca surat Al-A'la (87) dan Al-Ghasyiyah (88) pada shalat Jum'at. Ini adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh beliau. Jika hari raya ('Id) dan Jum'at jatuh pada hari yang sama, beliau juga membaca kedua surat tersebut pada kedua shalat. Ini adalah bentuk kesederhanaan dan konsistensi Nabi ﷺ dalam beribadah, serta mengajarkan kita untuk tidak mempersulit diri dalam memilih bacaan shalat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1424) dari sahabat An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 878) dengan redaksi yang serupa.
Adapun dalil Al-Qur'an yang terkait dengan kandungan hadits ini adalah perintah untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tidak tergesa-gesa, sebagaimana firman Allah:
QS. Al-Muzzammil [73]: 4
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)."
Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an dalam shalat hendaknya dilakukan dengan tenang dan penuh penghayatan, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ dalam membaca surat-surat pilihan pada shalat Jum'at.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa kebiasaan Nabi ﷺ membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jum'at memiliki hikmah yang dalam:
- Kedua surat ini mengandung pesan tauhid, peringatan, dan kabar gembira. Surat Al-A'la berbicara tentang keagungan Allah, pensucian nama-Nya, dan keberuntungan orang yang mensucikan dirinya. Surat Al-Ghasyiyah berbicara tentang hari kiamat, balasan bagi orang-orang kafir, dan nikmat surga bagi orang-orang beriman. Keduanya sangat cocok dibaca pada hari Jum'at yang merupakan hari raya mingguan umat Islam, karena mengingatkan jamaah akan tujuan hidup dan akhirat.
- Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyebutkan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jum'at adalah sunnah yang dianjurkan, karena ini adalah perbuatan Nabi ﷺ yang tetap dan konsisten. Beliau tidak pernah berpindah ke surat lain pada shalat Jum'at.
- Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua shalat Jum'at. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh madzhab Syafi'i dan mayoritas ulama.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa membaca surat-surat ini bukanlah kewajiban, melainkan sunnah. Jika seorang imam membaca surat lain yang sesuai, maka shalatnya tetap sah. Namun, mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam bacaan ini lebih utama dan lebih sempurna.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menegaskan bahwa membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jum'at adalah sunnah yang dianjurkan, dan ini termasuk perkara yang dicontohkan Nabi ﷺ secara konsisten.
Adapun tentang 'Id dan Jum'at yang jatuh pada hari yang sama, Nabi ﷺ tetap membaca kedua surat tersebut pada kedua shalat. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak membedakan bacaan antara shalat 'Id dan shalat Jum'at dalam hal ini. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemudahan dan tidak adanya kerumitan dalam syariat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat muda yang lahir di Madinah dan tumbuh dalam pengawasan langsung Nabi ﷺ. Ayahnya, Basyir bin Sa'd, adalah salah seorang sahabat yang ikut dalam Bai'at Aqabah kedua.
Suatu hari, An-Nu'man bercerita kepada anak-anak generasi setelahnya tentang bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk konsisten dalam ibadah. Beliau bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten, walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah).
Kisah ini mengajarkan kita bahwa konsistensi dalam ibadah, termasuk dalam bacaan shalat, adalah bagian dari kecintaan kepada Allah. Nabi ﷺ tidak pernah bosan membaca surat yang sama setiap Jum'at, karena yang terpenting adalah kualitas penghayatan, bukan variasi bacaan.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan bagi imam shalat Jum'at untuk membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
- Boleh membaca surat lain jika ada kebutuhan atau kondisi tertentu, karena bacaan ini adalah sunnah, bukan kewajiban.
- Konsistensi dalam ibadah lebih utama daripada banyak variasi tetapi tidak istiqamah.
- Jika 'Id dan Jum'at jatuh pada hari yang sama, tetap berlaku sunnah yang sama, dan ini menunjukkan kemudahan syariat.
- Hendaknya kita menghayati makna bacaan dalam shalat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.