Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ pada shalat Jumat membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiyah (ayat 1). Ini adalah salah satu petunjuk sunnah Nabi ﷺ dalam bacaan shalat Jumat, yang menunjukkan bahwa beliau terkadang membaca surat-surat yang mengandung peringatan dan kabar gembira, agar jamaah mendapatkan nasihat dan pengarahan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:
Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Ad-Dahhak bin Qais yang bertanya kepada An-Nu'man bin Bashir radhiyallahu 'anhuma. Beliau menjawab bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat Al-Ghasyiyah setelah surat Al-Jumu'ah (pada rakaat kedua).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur lain, dengan lafaz yang serupa. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa bacaan Nabi ﷺ pada shalat Jumat adalah surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama dan surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua, atau terkadang membaca surat Al-Munafiqun pada rakaat kedua.
Dalil Al-Qur'an:
Surat yang dibaca Nabi ﷺ pada rakaat kedua adalah:
QS. Al-Ghasyiyah [88]: 1
هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
"Telah datang kepadamu berita tentang (hari) yang menutupi (hari kiamat)?"
Surat Al-Jumu'ah yang dibaca pada rakaat pertama adalah:
QS. Al-Jumu'ah [62]: 1
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah; Maha Raja, Maha Suci, Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa bacaan Nabi ﷺ pada shalat Jumat memiliki beberapa bentuk yang shahih:
- Membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama dan Al-Munafiqun pada rakaat kedua. Ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
- Membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Ini sebagaimana dalam hadits An-Nu'man bin Bashir yang Anda sebutkan.
- Membaca surat Al-A'la pada rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua. Ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari An-Nu'man bin Bashir juga, bahwa Nabi ﷺ membaca surat Al-A'la dan Al-Ghasyiyah pada shalat Jumat.
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun, dan terkadang membaca Al-A'la dan Al-Ghasyiyah. Hal ini menunjukkan bahwa bacaan tersebut bukanlah hal yang wajib, melainkan sunnah yang fleksibel.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan hikmah membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama karena mengandung perintah shalat Jumat dan anjuran bergegas kepadanya, serta mengandung dzikir dan doa. Sedangkan surat Al-Ghasyiyah atau Al-Munafiqun pada rakaat kedua mengandung peringatan tentang hari kiamat dan celaan terhadap orang-orang munafik yang meninggalkan shalat Jumat.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga menjelaskan bahwa membaca surat-surat ini adalah sunnah yang dianjurkan, namun jika seseorang membaca surat lain yang sah, maka shalatnya tetap sah karena tidak ada kewajiban membaca surat tertentu dalam shalat Jumat.
Story Telling
Dahulu, para sahabat sangat memperhatikan bacaan Nabi ﷺ dalam shalat, termasuk shalat Jumat. An-Nu'man bin Bashir radhiyallahu 'anhuma adalah salah seorang sahabat yang hafal dan memperhatikan bacaan-bacaan Nabi ﷺ. Ketika Ad-Dahhak bin Qais bertanya kepadanya, beliau menjawab dengan penuh keyakinan karena beliau menyaksikan langsung apa yang dilakukan Nabi ﷺ.
Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat antusias untuk mengetahui detail ibadah Nabi ﷺ, agar bisa meneladani beliau dengan tepat. Mereka tidak malu bertanya dan tidak bosan mengajarkan kepada generasi setelahnya.
Kesimpulan Praktis
- Sunnah membaca surat Al-Jumu'ah pada rakaat pertama shalat Jumat, karena mengandung perintah dan anjuran shalat Jumat.
- Sunnah membaca surat Al-Ghasyiyah atau Al-Munafiqun pada rakaat kedua, karena mengandung peringatan dan nasihat.
- Bacaan ini bukan kewajiban, namun sunnah yang dianjurkan. Jika membaca surat lain, shalat tetap sah.
- Hendaknya imam memperhatikan kondisi makmum, jika makmum terdiri dari orang awam, boleh membaca surat yang lebih pendek agar tidak memberatkan, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian shalat mengimami manusia, hendaknya ia meringankan."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.