Bab Memisahkan Antara Dua Khutbah dengan Duduk

HR. An-Nasa'i no. 1416Shahih · Al-Albani

أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَخْطُبُ الْخُطْبَتَيْنِ وَهُوَ قَائِمٌ وَكَانَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ .

Cara baca (latin)

akhbarana ismailu ibnu masudin, qala haddatsana bisyru ibnu almufaddhali, qala haddatsana ubaydu allahi, an nafiin, an abdi allahi, anna rasula allahi kana yakhthubu alkhuthbatayni wahuwa qaimun wakana yafshilu baynahuma bijulusin.

Dari Abdullah, bahwa Rasulullah ﷺ biasa menyampaikan dua khutbah dalam keadaan berdiri, dan beliau memisahkan keduanya dengan duduk.

Belajar nahwu 14 kata Ketuk kata Arab untuk melihat arti dan kedudukannya.

bahwa Rasulullah ﷺ biasa menyampaikan dua khutbah dalam keadaan berdiri, dan beliau memisahkan keduanya dengan duduk.

1/14

أَنَّ

bahwa

Harf kata depan / sambung

Huruf taukid dan nashab yang menasabkan isim dan merafa'kan khabar. Di sini berfungsi sebagai penguat dan menjadikan kalimat setelahnya sebagai masdhar muawwal.

Analisis dibantu AI.