Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1403 tentang Keutamaan mandi dan mendengarkan khutbah Jumat menghapus dosa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi seorang muslim yang bersuci dengan sempurna di hari Jum'at, keluar menuju shalat Jum'at, lalu diam dan mendengarkan khutbah dengan seksama hingga selesai shalat. Amalan ini menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa yang dilakukan antara Jum'at tersebut dengan Jum'at sebelumnya. Ini adalah dorongan untuk memuliakan hari Jum'at dan menjaga adab di dalamnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i (No. 1403)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, dari sahabat Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu. Lafaz hadits yang Anda sertakan adalah sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، زِيَادِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنِ الْقَرْثَعِ الضَّبِّيِّ، - وَكَانَ مِنَ الْقُرَّاءِ الأَوَّلِينَ - عَنْ سَلْمَانَ، قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ مَا مِنْ رَجُلٍ يَتَطَهَّرُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَمَا أُمِرَ ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَأْتِيَ الْجُمُعَةَ وَيُنْصِتُ حَتَّى يَقْضِيَ صَلاَتَهُ إِلاَّ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ ‏"‏ ‏.

Makna Ringkas: "Tidaklah seorang laki-laki bersuci pada hari Jum'at sebagaimana yang diperintahkan, kemudian keluar dari rumahnya menuju shalat Jum'at, dan diam mendengarkan (khutbah) hingga selesai shalatnya, melainkan hal itu menjadi penghapus dosa antara Jum'at tersebut dan Jum'at sebelumnya."

Hadits Penguat dari Riwayat Lain:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (No. 857) dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz yang semakna:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ

Artinya: "Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, kemudian mendatangi shalat Jum'at, lalu mendengarkan dan diam, maka diampuni dosanya antara hari itu dan Jum'at berikutnya, ditambah tiga hari."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar hari Jum'at dan menjadi dalil disyariatkannya mandi Jum'at, bersuci, serta diam mendengarkan khutbah. Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "diam dan mendengarkan" adalah syarat untuk mendapatkan keutamaan ini, dan ini menunjukkan wajibnya diam saat khutbah berlangsung. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin juga menjelaskan bahwa hadits ini mendorong seorang muslim untuk hadir lebih awal, bersuci dengan sempurna, dan fokus mendengarkan khutbah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Makna "Bersuci Sebagaimana Diperintahkan" (يَتَطَهَّرُ كَمَا أُمِرَ):

Para ulama berbeda pendapat tentang bentuk pensucian yang paling utama. Sebagian besar ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, berpendapat bahwa yang dimaksud adalah mandi Jum'at yang sempurna, kemudian berwudhu. Ini berdasarkan hadits-hadits lain yang memerintahkan mandi pada hari Jum'at. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil bahwa perintah ini mencakup mandi dan bersuci dari hadas kecil. Namun, jika seseorang hanya berwudhu, itu juga termasuk dalam keumuman "bersuci", tetapi mandi adalah yang paling utama dan sempurna.

  1. Keutamaan Keluar Menuju Shalat Jum'at:

Frasa "kemudian keluar dari rumahnya" menunjukkan bahwa seorang muslim dianjurkan untuk berangkat lebih awal ke masjid. Ini adalah bagian dari memuliakan hari Jum'at. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bergegas menuju shalat Jum'at adalah tanda kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta bentuk pengagungan syiar-syiar Islam.

  1. Syarat "Diam dan Mendengarkan" (يُنْصِتُ):

Ini adalah syarat terpenting untuk meraih keutamaan yang disebutkan. Diam dan mendengarkan khutbah dengan seksama adalah adab yang agung. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa hukum diam saat khutbah adalah wajib berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya. Bahkan, beliau menyebutkan bahwa jika seseorang berbicara saat khutbah, maka ia kehilangan keutamaan ini. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah juga menguatkan bahwa "diam" di sini adalah diam dari semua perkataan yang sia-sia, dan fokus mendengarkan nasihat khatib.

  1. Makna "Penghapus Dosa" (كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ):

Yang dimaksud dengan dosa di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Ini adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif. Dosa besar hanya dihapus dengan taubat yang jujur. Namun, hadits ini menunjukkan bahwa amalan Jum'at yang sempurna menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil yang dilakukan antara dua Jum'at. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa ini adalah karunia Allah yang sangat besar bagi umat Islam, di mana amalan mingguan yang ringan bisa menjadi penghapus dosa.

  1. Perbedaan Pendapat Ulama:

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah keutamaan ini hanya untuk imam atau juga untuk makmum. Pendapat yang kuat, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al-Utsaimin, adalah bahwa keutamaan ini berlaku umum bagi siapa saja yang mendengarkan khutbah, baik imam maupun makmum, selama ia memenuhi syarat-syaratnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang sangat mencintai hari Jum'at. Beliau adalah orang yang pertama kali mengusulkan penggalian parit (Khandaq) saat Perang Ahzab, dan beliau dikenal dengan keutamaannya. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda kepada beliau: "Tidak ada seorang pun yang bersuci pada hari Jum'at sebagaimana diperintahkan, kemudian keluar dari rumahnya menuju shalat Jum'at, dan mendengarkan dengan seksama hingga selesai shalatnya, kecuali itu akan menjadi penghapus dosa untuk apa yang telah berlalu dari Jum'at sebelumnya." (HR. An-Nasa'i).

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Rasulullah ﷺ secara khusus menyampaikan kabar gembira ini kepada Salman, dan ini menunjukkan bahwa kabar gembira ini juga berlaku untuk seluruh umatnya. Ini adalah dorongan agar kita tidak meremehkan hari Jum'at. Bayangkan, hanya dengan bersuci, berangkat ke masjid, dan diam mendengarkan khutbah, Allah mengampuni dosa-dosa kita selama seminggu. Ini adalah kasih sayang Allah yang begitu besar kepada hamba-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersungguh-sungguh dalam bersuci: Usahakan untuk mandi Jum'at dan berwudhu dengan sempurna sebelum berangkat ke masjid.
  2. Berangkat lebih awal: Jangan menunda-nunda keberangkatan ke masjid. Semakin awal datang, semakin besar keutamaannya.
  3. Diam dan fokus mendengarkan khutbah: Ini adalah kunci utama. Hindari berbicara, bermain ponsel, atau melakukan hal sia-sia lainnya saat khatib berkhutbah.
  4. Jaga niat: Niatkan semua amalan ini semata-mata untuk mengharap ridha Allah dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  5. Jauhi dosa besar: Ingatlah bahwa penghapusan dosa ini khusus untuk dosa-dosa kecil. Dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?