Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1398 tentang Keutamaan mandi dan duduk dekat imam saat Jumat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi orang yang bersuci dengan baik, berangkat ke masjid lebih awal, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah dengan tenang, dan tidak berbicara sia-sia. Setiap langkahnya diganjar pahala seperti puasa dan shalat malam selama setahun. Ini menunjukkan betapa agungnya adab dan kesungguhan dalam menghadiri shalat Jumat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Jumat, Bab Keutamaan Mendekat kepada Imam, dari sahabat Aws bin Aws Ath-Thaqafi radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab hadits:

<p>مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَابْتَكَرَ وَغَدَا وَدَنَا مِنَ الإِمَامِ وَأَنْصَتَ ثُمَّ لَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ كَأَجْرِ سَنَةٍ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا</p>

Terjemahan: "Siapa yang mencuci (ghassala) dan melakukan ghusl, dan datang lebih awal ke masjid dan duduk dekat imam, mendengarkan dan tidak terlibat dalam pembicaraan yang sia-sia, maka setiap langkah yang diambilnya akan mendapatkan (pahala) setahun penuh amal baik, puasa dan qiyamnya."

Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan At-Tirmidzi menilainya hasan. Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membahas makna hadits ini dalam konteks keutamaan Jumat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa amalan yang berurutan dan masing-masing memiliki keutamaan:

  1. "Ghassala wagh tasala" — Para ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini berarti seseorang membersihkan dirinya (misalnya memotong kuku, mencukur rambut, bersiwak) dan juga mandi (ghusl) untuk Jumat. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa mandi Jumat adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
  2. "Wabtakara" — Berangkat lebih awal ke masjid. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa ini menunjukkan kesungguhan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
  3. "Wa ghada" — Berangkat pada waktu yang utama, yaitu pagi hari.
  4. "Wa dana minal imam" — Mendekat kepada imam. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa duduk dekat imam memudahkan untuk mendengarkan khutbah dengan baik.
  5. "Wa anshata" — Mendengarkan khutbah dengan tenang dan seksama. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa diam saat khutbah adalah wajib.
  6. "Tsumma lam yalghu" — Tidak berbicara sia-sia, termasuk tidak mengucapkan "shhh" kepada orang lain saat khutbah. Ibnu Hajar menyebutkan larangan berbicara saat khutbah bahkan untuk mengingatkan orang lain.

Keutamaan yang disebutkan—pahala seperti puasa dan shalat malam setahun untuk setiap langkah—adalah bentuk karunia Allah yang sangat besar. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah Jumat.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Sufyan ats-Tsauri dan Al-Awza'i menafsirkan "ghassala wagh tasala" sebagai mandi dan memandikan (membantu orang lain mandi), namun pendapat yang lebih kuat menurut Ibnu Hajar adalah membersihkan diri dan mandi.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu suatu ketika datang ke masjid untuk shalat Jumat dan mendapati Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu datang terlambat. Umar bertanya, "Mengapa engkau terlambat?" Utsman menjawab, "Aku baru selesai mandi dan langsung berangkat." Umar pun mengingatkan tentang keutamaan datang lebih awal sebagaimana disebutkan dalam hadits ini. Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan adab dan keutamaan Jumat. (Disebutkan dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim secara makna).

Kesimpulan Praktis

  1. Mandi dan bersihkan diri sebelum berangkat Jumat.
  2. Berangkatlah ke masjid lebih awal.
  3. Usahakan duduk dekat imam.
  4. Dengarkan khutbah dengan tenang, jangan berbicara.
  5. Jangan terlibat dalam pembicaraan sia-sia saat khutbah.
  6. Yakinlah bahwa setiap langkah menuju masjid bernilai pahala besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?