Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1388 tentang Keutamaan bersegera ke masjid pada hari Jum'at

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan bersegera menuju shalat Jum'at. Semakin awal seseorang berangkat ke masjid, semakin besar pahala yang ia peroleh, digambarkan seperti berkurban dengan hewan yang semakin besar nilainya. Hadits ini juga mengajarkan adab untuk berhenti berbicara dan fokus mendengarkan khutbah ketika imam telah keluar, karena para malaikat turut hadir mendengarkan dzikir.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jum'at, Bab Waktu Jum'at, no. 1388, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab shahih mereka.

Berikut adalah teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

Teks Arab (sebagaimana yang Anda sertakan):

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Terjemahan: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah, kemudian pergi (ke masjid), maka seolah-olah ia telah mengorbankan unta. Dan siapa yang pergi pada jam kedua, maka seolah-olah ia telah mengorbankan sapi. Dan siapa yang pergi pada jam ketiga, maka seolah-olah ia telah mengorbankan domba. Dan siapa yang pergi pada jam keempat, maka seolah-olah ia telah mengorbankan ayam. Dan siapa yang pergi pada jam kelima, maka seolah-olah ia telah mengorbankan telur. Dan ketika imam keluar, para malaikat hadir untuk mendengarkan dzikir." (HR. An-Nasa'i no. 1388)

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum'at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)

Ayat ini memerintahkan kaum mukminin untuk bersegera menuju shalat Jum'at ketika adzan telah berkumandang, dan meninggalkan segala kesibukan duniawi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Makna "mandi seperti mandi janabah"

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "غُسْلَ الْجَنَابَةِ" di sini adalah mandi yang sempurna dan menyeluruh, sebagaimana seseorang mandi setelah berhubungan badan. Ini menunjukkan bahwa mandi Jum'at itu disunnahkan dengan mandi yang sempurna, membersihkan seluruh tubuh. Ini adalah pendapat jumhur ulama, dan dikuatkan oleh Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal.

2. Makna "jam" dalam hadits

Para ulama berbeda pendapat tentang makna "الساعة" (jam) dalam hadits ini. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah waktu-waktu di siang hari Jum'at, dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Ada yang berpendapat waktu-waktu tersebut dimulai dari terbit fajar, dan ada yang berpendapat dimulai dari terbit matahari. Namun yang terkuat adalah pendapat yang mengatakan dimulai dari terbit fajar, karena keutamaan bersegera ini dimulai sejak masuknya waktu shalat Subuh.

3. Urutan pahala yang semakin mengecil

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan tingkatan pahala yang berbeda-beda. Semakin awal seseorang berangkat, semakin besar pahalanya. Ini adalah dorongan yang sangat kuat untuk bersegera menuju shalat Jum'at. Perumpamaan dengan hewan kurban ini bukan berarti pahalanya benar-benar seperti berkurban, tetapi ini adalah permisalan untuk menunjukkan besarnya keutamaan.

4. Kehadiran malaikat dan adab mendengarkan khutbah

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa ketika imam telah keluar dari tempatnya untuk naik mimbar, maka para malaikat menutup catatan amal orang-orang yang datang dan hadir untuk mendengarkan khutbah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya diam dan fokus mendengarkan khutbah, tidak berbicara atau sibuk dengan hal lain. Ini adalah adab yang sangat penting dalam shalat Jum'at.

5. Hikmah dari hadits ini

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya perhatian syariat terhadap shalat Jum'at. Bersegera menuju shalat Jum'at adalah bentuk pengagungan terhadap syiar Allah, dan ini akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda. Beliau juga menjelaskan bahwa mandi Jum'at adalah salah satu persiapan yang dianjurkan, sebagaimana seseorang mempersiapkan diri untuk menghadap raja dunia, maka terlebih lagi untuk menghadap Allah dalam shalat Jum'at.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sahabat Salman Al-Farisi radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at, lalu bersuci semampunya, memakai minyak wangi, kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai yang ditetapkan baginya, kemudian diam mendengarkan ketika imam berbicara, kecuali akan diampuni dosanya antara Jum'at tersebut dan Jum'at berikutnya." (HR. Al-Bukhari)

Kisah ini menunjukkan bahwa persiapan untuk shalat Jum'at bukan hanya sekadar berangkat, tetapi juga mencakup mandi, bersuci, memakai wewangian, dan menjaga adab di dalam masjid. Ini semua adalah bentuk penghormatan kepada hari yang mulia ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegera menuju shalat Jum'at adalah amalan yang sangat dianjurkan, dan semakin awal berangkat semakin besar pahalanya.
  2. Mandi Jum'at disunnahkan dengan mandi yang sempurna, sebagaimana mandi janabah.
  3. Diam dan fokus mendengarkan khutbah adalah adab yang wajib dijaga ketika imam telah naik mimbar.
  4. Jangan berbicara atau sibuk dengan hal lain saat khutbah berlangsung, karena malaikat hadir mendengarkan dzikir.
  5. Perbanyak doa dan dzikir di hari Jum'at, terutama di akhir waktu sebelum maghrib.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?