Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1381 tentang Keutamaan mandi dan datang awal ke masjid di hari Jumat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi orang yang mempersiapkan diri untuk shalat Jumat dengan mandi, bersuci, berangkat lebih awal ke masjid, duduk dekat imam, dan menjaga lisannya dari perkataan sia-sia. Allah menjanjikan pahala yang sangat besar: setiap langkahnya dicatat seperti pahala puasa dan shalat malam selama setahun. Ini menunjukkan betapa agungnya ibadah Jumat jika dikerjakan dengan adab dan kesungguhan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Jumat, Bab Keutamaan Mandi di Hari Jumat, dari sahabat Aws bin Aws رضي الله عنه.

Teks hadits:

> مَنْ غَسَّلَ وَاغْتَسَلَ وَغَدَا وَابْتَكَرَ وَدَنَا مِنَ الإِمَامِ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا

Terjemahan: "Barangsiapa yang mencuci (ghassala) dan mandi (ightasala), berangkat pagi dan lebih awal, mendekat kepada imam, dan tidak berbicara sia-sia, maka baginya setiap langkah pahala amal setahun: puasanya dan shalat malamnya."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Jumu'ah [62]: 9

> يَٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوٓا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Hadits pendukung — dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

> مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً

Terjemahan: "Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor unta." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan ulama: Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membahas panjang keutamaan berangkat awal ke Jumat. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa pahala besar ini menunjukkan mulianya waktu Jumat dan adab-adabnya.

Penjelasan Rinci

Makna kata "ghassala wagh tasala" — Para ulama berbeda pendapat:

  • Sufyan ats-Tsauri dan Waki' bin al-Jarrah memahami: "ghassala" berarti mencuci kepala dan badan, lalu "ightasala" berarti mandi seluruh tubuh. Sebagian menyebut: mencuci istrinya (jima') lalu mandi janabah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani menyimpulkan dalam Fathul Bari bahwa makna yang paling kuat adalah: mencuci (membersihkan) diri dan memandikan — yakni bersungguh-sungguh dalam bersuci, termasuk mandi wajib jika ada janabah, lalu mandi sunnah Jumat.

Makna "ghada wabtakara" — Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan: "ghada" berarti berangkat di awal waktu, "ibtakara" berarti datang paling awal sebelum khatib naik mimbar. Ibnu Rajab menambahkan: semakin awal datang, semakin besar pahala, sebagaimana hadits Abu Hurairah tentang unta, sapi, kambing, dan telur yang diurutkan sesuai waktu kedatangan.

Makna "dana minal imam" — Mendekat ke imam, duduk di shaf depan, mendengarkan khutbah dengan saksama. Ibnu Hajar menyebut ini menunjukkan keutamaan mendengarkan khutbah secara langsung, bukan sibuk sendiri.

Makna "lam yalghu" — Tidak berbicara sia-sia, termasuk saat khutbah berlangsung. Imam an-Nawawi menegaskan: diam saat khutbah adalah wajib; bahkan menyuruh orang diam pun termasuk "laghw" (sia-sia) menurut hadits lain.

Pahala "amalu sanah" — Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan: ini adalah keutamaan yang Allah khususkan untuk umat ini, sebagai ganti dari apa yang tidak mereka dapatkan. As-Sa'di menegaskan: pahala ini menunjukkan betapa Allah Maha Pemurah, dan menjadi motivasi untuk bersungguh-sungguh di hari Jumat.

Catatan penting: Sebagian ulama seperti Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban memasukkan hadits ini dalam kitab shahih mereka, menunjukkan keshahihannya. Al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih.

Story Telling

Diceritakan bahwa Aws bin Aws رضي الله عنه, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat dari Anshar. Ketika beliau menyampaikan hadits ini, beliau menekankan betapa besar pahala yang Allah siapkan bagi orang yang bersungguh-sungguh di hari Jumat.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata kepada murid-muridnya: "Hari Jumat adalah hari raya bagi orang beriman. Barangsiapa ingin mendapatkan pahala setahun pada setiap langkahnya, hendaklah ia mandi, bersuci, berangkat awal, duduk dekat imam, dan diam mendengarkan khutbah." (Makna umum dari Latha'if al-Ma'arif karya Ibnu Rajab)

Sufyan ats-Tsauri juga dikenal sangat bersungguh-sungguh menyiapkan diri untuk Jumat sejak malamnya, bahkan beliau tidur lebih awal agar bisa bangun dan berangkat lebih awal ke masjid.

Kesimpulan Praktis

  1. Mandi dan bersuci sebelum Jumat — termasuk mandi janabah jika ada, lalu mandi sunnah Jumat.
  2. Berangkat lebih awal ke masjid — semakin awal, semakin besar pahala.
  3. Duduk dekat imam — di shaf depan, agar bisa mendengar khutbah dengan baik.
  4. Diam dan mendengarkan khutbah — tidak berbicara, tidak bermain HP, tidak sibuk sendiri.
  5. Jaga lisan dari perkataan sia-sia, termasuk saat menunggu khutbah.
  6. Niatkan untuk mendapatkan pahala setahun pada setiap langkah — ini motivasi besar dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?