Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan hari Jumat sebagai hari terbaik di mana matahari terbit. Keutamaan ini karena pada hari Jumat terjadi peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah manusia: penciptaan Nabi Adam 'alaihis salam, memasukkannya ke dalam surga, dan pengeluarannya dari surga. Ini adalah dalil yang sangat jelas tentang kemuliaan hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jum'at, Bab Menyebutkan Keutamaan Hari Jumat, nomor 1373. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الأَعْرَجُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا "
Terjemahan: "Hari terbaik yang terbit matahari di dalamnya adalah hari Jumat. Pada hari ini, Adam, semoga keselamatan atasnya, diciptakan, pada hari ini dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari ini dia dikeluarkan darinya."
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(QS. Al-Jumu'ah [62]: 9)
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri), salah seorang ulama tabi'in yang tercantum dalam daftar rujukan kami. Beliau adalah seorang imam besar dalam ilmu hadits dan fiqih pada zamannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ" (hari terbaik yang terbit matahari di dalamnya) adalah pernyataan umum yang menunjukkan keutamaan hari Jumat atas seluruh hari lainnya. Ini bukan sekadar pujian, tetapi penetapan keutamaan yang hakiki.
Penjelasan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah hari Jumat memiliki keutamaan yang tidak dimiliki hari-hari lain. Beliau menyebutkan bahwa pada hari Jumat terdapat banyak keutamaan, di antaranya:
- Hari diciptakannya Nabi Adam 'alaihis salam
- Hari dimasukkannya beliau ke dalam surga
- Hari dikeluarkannya beliau dari surga
- Hari terjadinya kiamat (dalam riwayat lain)
- Terdapat waktu mustajab untuk berdoa (dalam riwayat lain)
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menjelaskan secara panjang lebar tentang keutamaan hari Jumat. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa hari Jumat adalah hari raya pekanan bagi umat Islam. Beliau juga menjelaskan bahwa penyebutan peristiwa Adam 'alaihis salam dalam hadits ini adalah untuk menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang agung sejak awal penciptaan.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memilih hari Jumat sebagai hari istimewa bagi umat Islam, dan pada hari itu Allah melimpahkan berbagai kebaikan dan keberkahan.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Keutamaan hari Jumat bersifat umum - Hari Jumat lebih utama dari semua hari lainnya, sebagaimana bulan Ramadhan lebih utama dari bulan-bulan lainnya, dan malam Lailatul Qadar lebih utama dari malam-malam lainnya.
- Peristiwa Adam 'alaihis salam - Penyebutan tiga peristiwa besar dalam kehidupan Nabi Adam menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang bersejarah sejak awal penciptaan manusia. Ini menegaskan bahwa kemuliaan hari Jumat bukanlah perkara baru yang datang setelah Islam, tetapi sudah ada sejak dahulu.
- Hikmah pengeluaran Adam dari surga - Meskipun pengeluaran Adam dari surga adalah musibah, namun penyebutannya dalam konteks keutamaan hari Jumat menunjukkan bahwa Allah memiliki hikmah di balik semua itu. Justru dari peristiwa itulah manusia diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah dan beribadah kepada Allah.
Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari yang paling utama, dan beliau menyebutkan banyak keutamaan hari Jumat, di antaranya bahwa pada hari itu Allah menerima taubat, mengabulkan doa, dan membebaskan hamba-Nya dari neraka.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu al-Mubarak (Abdullah bin al-Mubarak), seorang ulama besar tabi'ut tabi'in yang terkenal dengan kezuhudan dan ilmunya, sangat menjaga hari Jumat. Beliau selalu mempersiapkan diri untuk hari Jumat dengan mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaiknya. Beliau berkata: "Hari Jumat adalah hari raya, maka hendaknya seorang muslim bersemangat untuk menghidupkannya dengan ibadah."
Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama salaf sangat memuliakan hari Jumat. Mereka memahami bahwa hari yang paling utama ini harus diisi dengan amalan-amalan terbaik, bukan disia-siakan dengan kelalaian.
Kesimpulan Praktis
- Yakini keutamaan hari Jumat - Hari Jumat adalah hari terbaik, maka kita harus memuliakannya dan tidak menyia-nyiakannya.
- Perbanyak ibadah di hari Jumat - Di antaranya: mandi Jumat, memakai pakaian terbaik, bersegera ke masjid, memperbanyak shalawat, membaca surat Al-Kahfi, dan memperbanyak doa terutama di waktu mustajab.
- Jadikan hari Jumat sebagai momen muhasabah - Hari Jumat adalah hari yang baik untuk mengevaluasi amalan pekanan kita dan memperbarui tekad untuk beribadah lebih baik.
- Jangan lupa salat Jumat - Ini adalah kewajiban bagi laki-laki muslim yang memenuhi syarat. Tinggalkan segala urusan duniawi ketika adzan Jumat berkumandang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.