Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1359 tentang Cara keluar dari shalat ke arah kanan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika selesai shalat, Nabi ﷺ lebih sering berpaling (berpindah/keluar dari tempat shalat) ke arah kanan. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — yang lama melayani Nabi ﷺ — menceritakan hal ini kepada As-Suddi ketika ditanya. Namun ini bukan kewajiban yang mengikat; berpaling ke kiri juga boleh, sebagaimana ditunjukkan riwayat-riwayat lain. Yang penting adalah mengikuti sunnah dan tidak menjadikannya ajang perdebatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Sahu, Bab Cara Keluar dari Shalat (no. 1359), dari jalur Qutaibah bin Sa'id ← Abu 'Awanah ← As-Suddi ← Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Hadits senada juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari sahabat yang sama, Anas bin Malik, dengan lafaz yang semakna.

Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ:

QS. Al-Ahzab [33]: 21

وَلَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

QS. Al-Hasyr [59]: 7 (potongan)

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah."

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

As-Suddi (seorang tabi'in, wafat sekitar 127 H) bertanya langsung kepada Anas bin Malik — sahabat yang menjadi pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun — tentang arah berpaling setelah shalat. Anas menjawab bahwa beliau lebih banyak melihat Nabi ﷺ berpaling ke kanan.

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

  1. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa berpaling ke kanan setelah shalat adalah sunnah yang lebih utama (afdhal), tetapi bukan wajib. Beliau menegaskan bahwa jika ada kebutuhan — misalnya di sisi kiri ada orang yang perlu dihindari, atau ada udzur — maka berpaling ke kiri tidak mengapa.
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan kebiasaan (ghalib) Nabi ﷺ, bukan ketentuan yang mengikat. Beliau mengumpulkan riwayat-riwayat yang tampak berbeda dan menyimpulkan bahwa keduanya (kanan dan kiri) pernah dilakukan Nabi ﷺ, hanya saja ke kanan lebih sering.
  3. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa perkara-perkara seperti ini termasuk sunnah yang ringan, dan sebaiknya tidak dijadikan sebab perselisihan di antara kaum muslimin.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' menjelaskan bahwa berpaling ke kanan setelah shalat lebih utama karena mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ, namun jika seseorang berpaling ke kiri karena kebutuhan (misalnya arah pintu keluar di sebelah kiri), maka tidak ada dosa baginya.

Kesimpulan fiqih dari para ulama daftar:

  • Berpaling ke kanan setelah shalat lebih utama (sunnah).
  • Berpaling ke kiri boleh dan tidak membatalkan shalat.
  • Tidak ada larangan tegas untuk berpaling ke kiri.
  • Yang paling kuat menurut dalil adalah mengikuti kebiasaan Nabi ﷺ (ke kanan) selama tidak ada udzur.

Story Telling

Diceritakan bahwa As-Suddi — seorang tabi'in yang dikenal sebagai ahli tafsir — sengaja bertanya kepada Anas bin Malik tentang hal ini. Anas bin Malik adalah sahabat yang paling lama menemani Nabi ﷺ dalam keseharian, termasuk dalam urusan-urusan kecil seperti cara berpaling setelah shalat. Jawaban Anas menunjukkan betapa para sahabat memperhatikan detail sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal yang tampak sepele.

Hikmah: Perhatian para sahabat terhadap sunnah Nabi ﷺ — sampai pada hal-hal kecil — menunjukkan kecintaan mereka yang mendalam kepada Rasulullah ﷺ. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan sunnah-sunnah kecil, karena semuanya bernilai ibadah jika diniatkan mengikuti Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Berpaling ke kanan setelah shalat lebih utama, karena ini yang lebih sering dilakukan Nabi ﷺ.
  2. Berpaling ke kiri tetap boleh, terutama jika ada kebutuhan atau udzur.
  3. Jangan jadikan ini sebab perselisihan — ini termasuk sunnah ringan yang tidak mengikat.
  4. Perhatikan sunnah-sunnah kecil dalam ibadah sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi ﷺ.
  5. Bertanyalah kepada ahlinya seperti yang dilakukan As-Suddi kepada Anas bin Malik, agar ibadah kita sesuai tuntunan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?