Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1338 tentang Dzikir setelah salam dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan dzikir yang dibaca oleh Nabi ﷺ setiap selesai shalat (setelah salam). Beliau mengucapkan: "Allahumma antas-salam wa minkas-salam tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram" — memuji Allah sebagai sumber keselamatan, memohon keselamatan dari-Nya, dan mengagungkan-Nya dengan dua sifat agung: Pemilik Keagungan dan Kemuliaan. Ini adalah dzikir yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setelah shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i (No. 1338):

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ apabila selesai salam (dari shalat), beliau mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

"Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Maha Memberi Keselamatan) dan dari-Mu lah keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (No. 592) dan Imam At-Tirmidzi (No. 298), dari jalur yang sama. Ini menunjukkan hadits ini shahih dan diamalkan oleh para ulama.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Ar-Rahman [55]: 27-28 (tentang sifat Allah yang Maha Mulia dan Agung):

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna dzikir ini dengan sangat indah:

1. Makna "Antas-Salam" (Engkau As-Salam):

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa Allah disebut As-Salam karena Dia terbebas dari segala kekurangan, aib, dan cacat. Beliau juga menyebutkan bahwa makna lain adalah Allah yang memberi keselamatan kepada hamba-hamba-Nya dari segala keburukan dan bahaya.

2. Makna "Wa Minkas-Salam" (dan dari-Mu keselamatan):

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa ini adalah pengakuan bahwa segala keselamatan — baik di dunia maupun akhirat — semuanya berasal dari Allah semata. Tidak ada yang bisa memberi keselamatan kecuali Allah. Ini juga merupakan permohonan agar Allah memberikan keselamatan dari segala fitnah dan keburukan.

3. Makna "Tabarakta" (Maha Suci Engkau):

Imam Ibnul Qayyim dalam Badai' al-Fawa'id menjelaskan bahwa tabaraka berarti Allah Maha Banyak kebaikan-Nya, Maha Luas keberkahan-Nya, dan Maha Tinggi sifat-sifat-Nya. Berkah Allah meliputi segala sesuatu.

4. Makna "Ya Dzal-Jalali wal-Ikram" (Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan):

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Al-Jalal adalah keagungan dan kebesaran Allah yang membuat seluruh makhluk tunduk dan khusyuk, sedangkan Al-Ikram adalah kemuliaan Allah yang melimpahkan berbagai kebaikan dan karunia kepada hamba-hamba-Nya. Kedua sifat ini menggabungkan antara rasa takut (khauf) dan harapan (raja').

Hikmah dzikir setelah salam:

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa dzikir setelah shalat ini mengajarkan kita untuk:

  • Mengakui bahwa semua keselamatan hanya dari Allah
  • Memohon perlindungan dari segala keburukan setelah beribadah
  • Menutup ibadah dengan pujian dan pengagungan kepada Allah
  • Menggabungkan antara rasa takut akan keagungan Allah dan harapan akan kemuliaan-Nya

Perbedaan lafazh:

Ada sebagian riwayat yang menambahkan lafazh "Ya Rabbal-'izzati 'anil-washfi" (Wahai Rabb keagungan, Maha Suci dari sifat yang disifatkan makhluk), namun lafazh yang paling masyhur dan shahih adalah sebagaimana dalam hadits ini.

Story Telling

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (No. 592) dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa ketika Rasulullah ﷺ selesai salam dari shalat, beliau tidak langsung beranjak, tetapi duduk sejenak dan mengucapkan dzikir ini. Aisyah berkata: "Rasulullah ﷺ apabila selesai salam, beliau duduk (sejenak) dan mengucapkan: 'Allahumma antas-salam wa minkas-salam tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram'."

Para ulama menjelaskan bahwa duduk sejenak ini adalah untuk berdzikir dan beristighfar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa beliau mengucapkan istighfar tiga kali sebelum dzikir ini. Ini menunjukkan adab yang indah: setelah selesai beribadah, seorang hamba tidak langsung meninggalkan tempatnya, tetapi memuji Allah, memohon ampunan, dan meminta keselamatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Baca dzikir ini setiap selesai shalat — sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ, baik shalat wajib maupun sunnah.
  2. Pahami maknanya — bahwa Allah adalah sumber keselamatan, dan kita selalu membutuhkan keselamatan dari-Nya di setiap keadaan.
  3. Gabungkan dengan istighfar — dalam riwayat lain, Nabi ﷺ membaca istighfar tiga kali sebelum dzikir ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits Tsawban yang diriwayatkan Muslim.
  4. Amalkan dengan khusyuk — jangan terburu-buru meninggalkan tempat shalat, tetapi berdzikirlah dengan tenang.
  5. Ajarkan kepada keluarga — agar mereka juga mengamalkan dzikir yang penuh berkah ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.