Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita dzikir yang dibaca setelah salam dari shalat, yaitu beristighfar tiga kali lalu membaca doa: "Allahumma antas-salam wa minkas-salam tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram". Ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang tetap diamalkan oleh para ulama hingga hari ini sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah yang memberi keselamatan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab As-Sahw, Bab Al-Istighfar Ba'da As-Salam, no. 1337, dari sahabat Tsauban رضي الله عنه, budak yang dimerdekakan Rasulullah ﷺ.
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، عَنْ أَبِي عَمْرٍو الأَوْزَاعِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي شَدَّادٌ أَبُو عَمَّارٍ، أَنَّ أَبَا أَسْمَاءَ الرَّحَبِيَّ، حَدَّثَهُ أَنَّهُ، سَمِعَ ثَوْبَانَ، مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَقَالَ "اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ"
Makna ringkas: Setiap selesai shalat, Nabi ﷺ beristighfar tiga kali, lalu membaca doa yang memuji Allah sebagai sumber keselamatan.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 591) dari sahabat Tsauban, dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 300), serta Imam Abu Dawud (no. 1512). Ini menunjukkan hadits ini shahih dan disepakati para ulama hadits.
Kaitan dengan ulama: Imam Al-Awza'i (dalam daftar ulama rujukan) adalah salah satu perawi dalam sanad hadits ini, dan beliau termasuk ulama tabi'ut tabi'in yang sangat dihormati ilmunya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah dari hadits ini:
1. Makna "Istighfar Tiga Kali"
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa istighfar setelah salam adalah bentuk pengakuan seorang hamba akan kekurangan dalam shalatnya. Manusia tidak pernah sempurna dalam shalat, baik dari segi kekhusyukan maupun kesempurnaan gerakan, sehingga istighfar menjadi penutup yang membersihkan kekurangan tersebut.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa istighfar tiga kali ini adalah permohonan ampun atas kelalaian yang mungkin terjadi selama shalat, karena shalat adalah ibadah yang agung dan kita tidak mampu menunaikannya dengan sempurna.
2. Makna "Allahumma antas-salam wa minkas-salam"
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salam, yaitu Yang Maha Selamat dari segala kekurangan dan aib, dan dari-Nya datang keselamatan bagi hamba-hamba-Nya di dunia dan akhirat. Keselamatan dari siksa, dari keburukan, dan dari segala yang tidak diinginkan hanya berasal dari Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa nama Allah As-Salam mengandung makna bahwa Allah selamat dari segala kekurangan, dan Dia memberikan keselamatan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
3. Makna "Tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram"
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Tabarakta berarti Maha Berkah, Maha Suci, dan Maha Tinggi. Sedangkan Dzal-Jalali wal-Ikram adalah pemilik keagungan dan kemuliaan yang sempurna. Ini adalah pujian yang menggabungkan pengakuan akan kebesaran Allah dan harapan akan kemurahan-Nya.
4. Hikmah Urutan Dzikir
Para ulama menjelaskan bahwa urutan ini sangat indah: pertama beristighfar (memohon ampun), lalu memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang indah. Ini menunjukkan bahwa seorang hamba tidak boleh merasa aman dari dosa dan kekurangan, tetapi juga tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Al-Awza'i — salah satu perawi hadits ini — adalah ulama yang sangat menjaga amalan-amalan sunnah. Beliau dikenal sebagai ulama Syam yang zuhud dan sangat teliti dalam menyampaikan hadits. Suatu ketika beliau ditanya tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab: "Menjaga waktu-waktu shalat dan memperbanyak istighfar setelahnya, karena ini adalah amalan yang diajarkan Nabi ﷺ kepada umatnya."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama terdahulu sangat memperhatikan dzikir setelah shalat, bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai bentuk penghambaan yang mendalam.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan beristighfar tiga kali setelah salam dari shalat wajib, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
- Baca doa "Allahumma antas-salam wa minkas-salam tabarakta ya dzal-jalali wal-ikram" setelah istighfar.
- Hayati maknanya: bahwa keselamatan hanya dari Allah, dan kita selalu butuh ampunan-Nya.
- Jangan tinggalkan dzikir ini meskipun terlihat sederhana, karena ia adalah sunnah yang penuh berkah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.