Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1335 tentang Takbir sebagai penanda akhir shalat Rasulullah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa dahulu pada zaman Nabi ﷺ, para sahabat mengetahui selesainya shalat dengan mendengar suara takbir, yaitu takbir yang diucapkan oleh Nabi ﷺ setelah salam. Ini adalah dalil tentang disyariatkannya takbir (dzikir) setelah salam dari shalat, dan para ulama menjelaskan bahwa takbir ini adalah bagian dari dzikir yang disyariatkan, bukan bagian dari shalat itu sendiri.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ الْعَسْكَرِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ إِنَّمَا كُنْتُ أَعْلَمُ انْقِضَاءَ صَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ بِالتَّكْبِيرِ

Terjemahan: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Sesungguhnya aku mengetahui selesainya shalat Rasulullah ﷺ dengan (mendengar) takbir."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 842) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 583) dari jalur yang sama, dengan lafaz yang semakna. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih dan disepakati keshahihannya.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring."

(QS. An-Nisa' [4]: 103)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk berdzikir kepada Allah setelah selesai shalat, dan takbir termasuk dzikir yang paling utama.

Penjelasan Rinci

1. Makna Hadits Secara Umum

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat mulia, Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma. Beliau adalah sepupu Nabi ﷺ dan dikenal sebagai turjumanul Qur'an (penerjemah Al-Qur'an) karena kedalaman ilmunya.

Makna hadits ini adalah bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, yang ketika itu masih kecil dan sering berada di dekat Nabi ﷺ, mengetahui bahwa shalat Nabi ﷺ telah selesai dengan mendengar suara takbir. Artinya, setelah Nabi ﷺ mengucapkan salam, beliau mengucapkan takbir dengan suara yang terdengar oleh para sahabat.

2. Penjelasan Para Ulama

Imam An-Nawawi (dalam Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya mengeraskan suara takbir setelah salam dari shalat wajib. Beliau menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang disyariatkannya dzikir setelah shalat, namun mereka berbeda pendapat tentang hukum mengeraskan suara. Sebagian ulama berpendapat bahwa mengeraskan suara dzikir setelah shalat wajib hukumnya sunnah, dan inilah yang dilakukan oleh para khalifah setelah Nabi ﷺ.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menjelaskan bahwa takbir yang dimaksud dalam hadits ini adalah takbir yang diucapkan Nabi ﷺ setelah salam sebagai tanda selesainya shalat. Beliau juga menyebutkan bahwa para sahabat terbiasa mendengar takbir tersebut, sehingga mereka mengetahui bahwa shalat telah selesai.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarah Riyadhush Shalihin) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa takbir setelah salam adalah perkara yang disyariatkan. Namun beliau menegaskan bahwa takbir ini bukanlah bagian dari shalat, melainkan dzikir yang diucapkan setelah selesai shalat. Beliau juga menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah menggabungkan antara takbir, tahlil, dan tahmid sebagaimana yang dicontohkan dalam hadits-hadits lain tentang dzikir setelah shalat.

3. Penerapan dalam Ibadah

Para ulama menjelaskan bahwa dzikir setelah shalat, termasuk takbir, adalah sunnah yang dianjurkan. Namun perlu diperhatikan adab-adabnya:

  • Tidak berlebihan dalam mengeraskan suara sehingga mengganggu orang lain yang masih shalat atau berdzikir.
  • Tidak menjadikan takbir sebagai ritual yang dilakukan secara berjamaah dengan suara keras yang serentak, karena hal ini tidak dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat.
  • Yang disyariatkan adalah berdzikir secara individual, masing-masing orang berdzikir untuk dirinya sendiri.

4. Hikmah dari Hadits Ini

Hadits ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:

  • Perhatian para sahabat terhadap detail ibadah Nabi ﷺ, sehingga mereka mengetahui hal-hal kecil sekalipun.
  • Disyariatkannya dzikir setelah shalat sebagai bentuk syukur dan ibadah tambahan.
  • Bahwa ibadah Nabi ﷺ tidak hanya sebatas yang wajib, tetapi juga dihiasi dengan dzikir dan amalan-amalan sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan bin 'Uyainah — salah satu perawi hadits ini — pernah ditanya tentang makna hadits ini. Beliau menjelaskan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma ketika itu masih muda dan sering mengikuti shalat di belakang Nabi ﷺ. Karena posisinya yang mungkin berada di shaf belakang, ia tidak selalu bisa melihat gerakan Nabi ﷺ secara langsung. Namun, ia bisa mengetahui bahwa shalat telah selesai ketika mendengar suara takbir yang diucapkan Nabi ﷺ setelah salam.

Ini menunjukkan betapa telitinya para sahabat dalam memperhatikan ibadah Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya sekadar shalat lalu pergi, tetapi mereka memperhatikan setiap gerakan dan ucapan Nabi ﷺ untuk kemudian mereka contoh dan ajarkan kepada generasi setelahnya. Inilah sebabnya Allah Ta'ala menjaga syariat ini melalui para sahabat yang mulia.

Kesimpulan Praktis

  1. Takbir setelah salam adalah sunnah yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan diketahui oleh para sahabat.
  2. Dzikir setelah shalat secara umum adalah perkara yang disyariatkan dan dianjurkan, baik berupa takbir, tahmid, tahlil, maupun doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Hendaknya kita menjaga dzikir setelah shalat sebagai bentuk penghambaan dan syukur kepada Allah, tanpa berlebihan dalam hal suara atau cara yang tidak dicontohkan.
  4. Perhatikan adab dalam berdzikir, yaitu tidak mengganggu orang lain dan tidak menjadikannya sebagai ritual berjamaah yang tidak ada tuntunannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi