Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1334 tentang Berpaling menghadap jamaah setelah salam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa Nabi ﷺ setelah selesai shalat Subuh, beliau berpaling dari arah kiblat dan menghadap kepada para sahabat. Ini menunjukkan bahwa berpaling setelah salam adalah perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ, dan hal ini dibolehkan serta merupakan bagian dari sunnah, baik untuk menghadap jamaah, berdzikir, atau keperluan lainnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1334) dari sahabat Yazid bin Al-Aswad radhiyallahu 'anhu. Berikut teks haditsnya:

<p>عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ صَلاَةَ الصُّبْحِ فَلَمَّا صَلَّى انْحَرَفَ</p>

Artinya: "Dari Jabir bin Yazid bin Al-Aswad, dari ayahnya, bahwasanya dia shalat Subuh bersama Rasulullah ﷺ, dan ketika beliau selesai shalat, beliau berpaling (dari kiblat)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 860) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 708) dengan redaksi yang lebih lengkap, bahwa Nabi ﷺ setelah salam, beliau berpaling menghadap para sahabat.

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan adab berpaling dan menghadap kepada manusia, Allah berfirman:

<p>فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ</p>

QS. Al-Jumu'ah [62]: 10

Artinya: "Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah."

Ayat ini menunjukkan bahwa setelah selesai shalat, seorang muslim diperbolehkan untuk beraktivitas dan berpaling dari arah kiblat untuk memenuhi kebutuhannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan salah satu bentuk tuntunan Nabi ﷺ dalam masalah al-inhiraf (berpaling) setelah salam. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa berpaling setelah shalat bisa dilakukan ke arah kanan atau kiri, dan ini adalah perkara yang luas. Beliau menukil perkataan Imam Al-Bukhari yang membuat bab khusus tentang "Berpaling setelah salam".

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa berpaling setelah salam hukumnya boleh, dan yang terpenting adalah tidak tergesa-gesa meninggalkan tempat shalat sebelum berdzikir, karena dzikir setelah shalat adalah sunnah yang dianjurkan. Namun jika ada keperluan, seperti menghadap jamaah untuk memberi pengajaran, maka itu juga bagian dari tuntunan.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa berpaling setelah salam adalah boleh. Beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama menganjurkan berpaling ke kanan, dan sebagian lagi ke kiri, namun semua itu tidak mengapa. Yang penting adalah tidak ada larangan syar'i untuk berpaling setelah shalat.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang berpaling ke kanan dan terkadang ke kiri setelah salam. Ini adalah bimbingan Nabi ﷺ agar umatnya tidak kaku dalam masalah ini. Beliau juga menegaskan bahwa berpalingnya Nabi ﷺ setelah shalat Subuh adalah untuk menghadap para sahabat, karena beliau biasanya mengajar mereka setelah shalat.

Adapun Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ setelah salam, beliau berdzikir terlebih dahulu, kemudian berpaling menghadap para sahabat. Ini menunjukkan urutan yang baik: salam, dzikir, kemudian berpaling jika ada keperluan.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Al-Aswad radhiyallahu 'anhu, beliau bercerita bahwa suatu hari beliau shalat Subuh bersama Rasulullah ﷺ. Setelah Nabi ﷺ selesai shalat dan mengucapkan salam, beliau langsung berpaling dari kiblat dan menghadap ke arah para sahabat yang berada di belakangnya.

Para sahabat pun memperhatikan dengan seksama, karena mereka tahu bahwa setelah shalat Subuh, biasanya Rasulullah ﷺ akan memberikan nasihat, mengajarkan doa, atau sekadar menoleh kepada mereka dengan wajah yang berseri-seri. Momen ini selalu dinanti-nanti oleh para sahabat, karena mereka sangat cinta untuk melihat wajah Rasulullah ﷺ dan mendengar perkataan beliau.

Kisah ini menunjukkan bahwa shalat bukanlah penghalang untuk berinteraksi dengan sesama. Setelah selesai beribadah kepada Allah, seorang muslim tetap hidup di tengah masyarakat, menyapa, mengajar, dan berbuat baik kepada sesama. Ini adalah keseimbangan yang diajarkan oleh Islam: hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan manusia.

Kesimpulan Praktis

  1. Berpaling setelah salam adalah sunnah - Nabi ﷺ melakukannya, baik ke kanan maupun ke kiri, dan ini menunjukkan kelapangan dalam perkara ini.
  2. Dahulukan dzikir setelah shalat - Sebelum berpaling atau meninggalkan tempat, dianjurkan untuk berdzikir terlebih dahulu sebagaimana tuntunan Nabi ﷺ.
  3. Gunakan momen setelah shalat untuk kebaikan - Seperti Nabi ﷺ yang memanfaatkannya untuk mengajar para sahabat, kita pun bisa menggunakannya untuk bersilaturahmi, memberi nasihat, atau menyelesaikan urusan.
  4. Jangan kaku dalam beribadah - Islam mengajarkan kemudahan dan keseimbangan, tidak ada kesempitan dalam perkara yang telah diberikan kelapangan oleh syariat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.