Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1311 tentang Zikir terbaik setelah tasyahhud adalah kalimat Allah dan petunjuk Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa dan dzikir yang sangat agung yang dibaca oleh Nabi ﷺ setelah tasyahhud dalam shalat, yaitu: "Sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah (Al-Qur'an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ." Ini adalah pengakuan atas keutamaan firman Allah dan kesempurnaan sunnah Nabi ﷺ, sekaligus doa agar kita senantiasa berpegang pada keduanya. Hadits ini menunjukkan bahwa setelah tasyahhud, sebelum salam, kita dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa dengan kalimat-kalimat yang penuh makna.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda berikan adalah sebagai berikut (dengan harakat lengkap):

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ " أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ "

Makna Hadits:

"Bahwasanya Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan dalam shalatnya setelah tasyahhud: 'Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ.'"

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran [3]: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti petunjuk Nabi ﷺ adalah bukti cinta kepada Allah dan jalan untuk mendapatkan ampunan-Nya. Ini sejalan dengan makna hadits di atas yang mengagungkan petunjuk Nabi ﷺ.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah seperti Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan tentang keutamaan dzikir setelah tasyahhud dan pentingnya memperbanyak doa di akhir shalat sebelum salam. Mereka menekankan bahwa doa dan dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ adalah yang terbaik dan paling sempurna.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu dalil tentang disyariatkannya berdzikir dan berdoa setelah tasyahhud sebelum salam. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa setelah tasyahhud, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa dengan doa-doa yang ma'tsur (yang diajarkan Nabi ﷺ), dan di antara doa yang diajarkan adalah kalimat yang mulia ini.

Makna "أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ" (Sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah) adalah bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah yang paling utama, paling benar, paling indah, dan paling bermanfaat bagi manusia. Tidak ada perkataan yang melebihi keutamaan Al-Qur'an. Ini sebagaimana firman Allah:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ

"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang..." (QS. Az-Zumar [39]: 23)

Adapun makna "وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ" (dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ) adalah bahwa cara hidup, ibadah, muamalah, dan akhlak Nabi ﷺ adalah petunjuk yang paling sempurna dan paling lurus. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa petunjuk Nabi ﷺ mencakup ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih, serta akhlak yang mulia. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat kecuali dengan mengikuti petunjuk beliau.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung penetapan bahwa Al-Qur'an adalah sebaik-baik perkataan dan sunnah Nabi ﷺ adalah sebaik-baik petunjuk. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang yang lebih mengutamakan perkataan manusia atau petunjuk buatan manusia di atas wahyu.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zad al-Ma'ad juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk selalu berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah, karena keduanya adalah sumber petunjuk yang tidak akan tersesat siapa pun yang berpegang teguh padanya.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa setelah tasyahhud, kita diperbolehkan untuk berdoa dengan doa apa pun yang baik, dan di antara doa yang paling utama adalah kalimat yang mengandung pengagungan terhadap Allah dan Rasul-Nya ini. Ini adalah bentuk syukur dan pengakuan atas nikmat Allah berupa Al-Qur'an dan Sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan dari Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى" قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: "مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى"

"Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, siapa yang enggan?" Beliau menjawab, "Barangsiapa yang menaatiku, maka ia masuk surga. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sungguh ia telah enggan (masuk surga)."

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya mengikuti petunjuk Nabi ﷺ. Sebagaimana dalam hadits di atas, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk senantiasa mengakui bahwa petunjuk beliau adalah sebaik-baik petunjuk. Maka, barang siapa yang mengikuti petunjuk beliau, ia akan selamat di dunia dan akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Membaca dzikir setelah tasyahhud: Kita dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir setelah tasyahhud sebelum salam, dan di antara yang diajarkan Nabi ﷺ adalah kalimat "أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللَّهِ وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ ﷺ".
  2. Mengagungkan Al-Qur'an: Kalimat ini mengingatkan kita untuk senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam hidup.
  3. Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ: Kita harus berpegang teguh pada sunnah Nabi ﷺ dalam semua aspek kehidupan, karena itulah petunjuk yang paling baik.
  4. Menjauhi bid'ah: Dengan mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, kita akan terhindar dari perbuatan bid'ah yang menyelisihi sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?