Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1308 tentang Azab kubur benar dan doa perlindungan darinya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa azab kubur adalah perkara yang benar dan pasti terjadi. Ini adalah bagian dari keimanan kepada hari akhir. Yang lebih penting lagi, hadits ini mengajarkan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari azab kubur, sebagaimana Rasulullah ﷺ melakukannya di setiap akhir shalatnya. Ini adalah bukti nyata bahwa seorang mukmin tidak boleh merasa aman dari siksa Allah, dan harus selalu berdoa memohon keselamatan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1308) dari jalur Masruq, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.

Dalil Al-Qur'an tentang Adanya Azab Kubur:

Allah Ta'ala berfirman:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

"Dan alangkah dahsyatnya jika kamu melihat orang-orang yang zalim itu berada dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya (seraya berkata), 'Keluarkanlah nyawamu (dari badanmu). Pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu telah mengatakan terhadap Allah perkataan yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.'" (QS. Al-An'am [6]: 93)

Ayat ini menunjukkan bahwa setelah kematian, sebelum hari kiamat, sudah ada azab yang dirasakan oleh orang-orang zalim. Ini adalah salah satu dalil tentang adanya alam barzakh dan azab kubur.

Hadits Terkait:

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berdoa dalam shalatnya: 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan dari hutang.'" (HR. Al-Bukhari no. 832, Muslim no. 589)

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Ar-Ruh menjelaskan secara panjang lebar tentang hakikat azab kubur dan kenikmatan kubur, serta menegaskan bahwa ini adalah perkara yang disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Beliau menyebutkan bahwa azab kubur adalah untuk ruh dan jasad, dan ini adalah perkara yang benar berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma' (kesepakatan) para sahabat dan tabi'in.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Azab Kubur adalah Kebenaran yang Harus Diimani

Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya kepada Nabi ﷺ tentang azab kubur, dan beliau menjawab dengan tegas, "Ya, azab kubur itu benar." Ini adalah penetapan dari Nabi ﷺ sendiri. Maka, mengingkari azab kubur berarti mendustakan berita dari Rasulullah ﷺ.

Para ulama Ahlus Sunnah, seperti yang dijelaskan oleh Imam Ath-Thahawi (yang sanad keilmuannya bersambung kepada ulama-ulama di daftar), menegaskan bahwa iman kepada azab kubur adalah bagian dari iman kepada hari akhir. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa alam barzakh adalah alam antara dunia dan akhirat, di mana ada nikmat dan azab.

2. Doa Berlindung dari Azab Kubur adalah Ajaran Nabi ﷺ

Bagian terpenting dari hadits ini adalah bahwa setelah peristiwa ini, Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan doa berlindung dari azab kubur dalam setiap shalatnya. Ini menunjukkan betapa pentingnya doa ini.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa berlindung dari azab kubur ini disunnahkan dibaca setelah tasyahhud akhir sebelum salam. Ini adalah bentuk pengajaran dari Nabi ﷺ bahwa kita harus selalu merasa butuh kepada perlindungan Allah, bahkan setelah beramal shalih sekalipun.

3. Rasa Takut yang Seimbang antara Harapan dan Khawatir

Sikap Nabi ﷺ yang selalu berlindung dari azab kubur meskipun beliau adalah manusia yang paling mulia dan dijamin masuk surga, menunjukkan bahwa seorang mukmin itu hidup antara rasa harap dan khawatir. Tidak boleh merasa aman dari azab Allah, dan tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah.

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa rasa takut yang terpuji adalah yang mendorong seseorang untuk menjauhi maksiat dan bersemangat dalam ketaatan, bukan rasa takut yang membuat putus asa.

4. Azab Kubur Mencakup Ruh dan Jasad

Para ulama menjelaskan bahwa azab kubur atau nikmat kubur dirasakan oleh ruh dan jasad. Imam Ibnul Qayyim dalam Ar-Ruh menjelaskan bahwa ruh setelah berpisah dari jasad tetap memiliki kaitan dengan jasadnya, sehingga bisa merasakan nikmat atau azab. Ini adalah perkara ghaib yang wajib kita imani tanpa mempertanyakan bagaimana caranya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ketika berdiri di atas kuburan, beliau menangis hingga jenggotnya basah oleh air mata. Ada yang bertanya kepadanya, "Engkau mengingatkan kami tentang surga dan neraka, tetapi engkau tidak menangis. Namun ketika engkau melihat kuburan, engkau menangis?" Utsman menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Kubur adalah persinggahan pertama dari persinggahan akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan jika dia tidak selamat darinya, maka setelahnya akan lebih sulit baginya.'" (HR. At-Tirmidzi no. 2308, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat sangat memperhatikan dan takut terhadap perkara kubur, karena mereka memahami bahwa keselamatan di akhirat dimulai dari keselamatan di alam kubur.

Kesimpulan Praktis

  1. Imani dengan yakin bahwa azab kubur dan nikmat kubur adalah benar, karena ini adalah berita dari Allah dan Rasul-Nya.
  2. Biasakan membaca doa berlindung dari azab kubur, terutama setelah tasyahhud akhir sebelum salam dalam setiap shalat.
  3. Jangan merasa aman dari azab Allah, meskipun kita telah banyak beramal shalih. Tetaplah rendah hati dan banyak berdoa.
  4. Perbanyak istighfar dan amal shalih, karena keduanya adalah sebab keselamatan dari azab kubur.
  5. Jangan memperbanyak perdebatan tentang hal-hal ghaib, karena ini adalah perkara yang wajib diimani sebagaimana adanya, tanpa mempertanyakan bagaimana caranya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?