Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ tentang keutamaan bershalawat kepada beliau. Barangsiapa bershalawat kepada Nabi ﷺ satu kali, maka Allah ﷻ akan membalasnya dengan sepuluh rahmat, menghapus sepuluh dosa, dan mengangkat sepuluh derajat. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalawat dan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bershalawat kepada kekasih-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat An-Nasa'i:
Teks Arab hadits (sesuai yang disertakan):
> أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، قَالَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ "
Makna ringkas: "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh kesalahan, dan diangkat baginya sepuluh derajat."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i dari jalur Anas bin Malik. Syaikh Al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih An-Nasa'i dan Shahih At-Tirmidzi.
Dalil Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
> إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
QS. Al-Ahzab [33]: 56
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah dari Allah kepada umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan Allah sendiri serta para malaikat-Nya telah lebih dahulu bershalawat kepada beliau.
Penjelasan Rinci
Makna "Shalawat" dari Allah:
Para ulama menjelaskan bahwa shalawat dari Allah kepada hamba-Nya bermakna rahmat dan pengampunan. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa shalawat Allah kepada Nabi ﷺ adalah pujian-Nya kepada beliau di hadapan para malaikat, sedangkan shalawat malaikat adalah doa, dan shalawat umat adalah doa dan permohonan ampunan.
Makna Hadits:
Hadits ini mengandung tiga kabar gembira bagi orang yang bershalawat kepada Nabi ﷺ:
- Allah membalas dengan sepuluh rahmat – Setiap satu shalawat dibalas sepuluh kali lipat. Ini sesuai dengan kaidah umum dalam Al-Qur'an bahwa setiap kebaikan dibalas sepuluh kali lipat (QS. Al-An'am [6]: 160).
- Sepuluh dosa dihapus – Ini menunjukkan bahwa shalawat menjadi sebab pengampunan dosa-dosa kecil. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa amalan-amalan kebaikan menghapus dosa-dosa kecil, dan ini termasuk di dalamnya shalawat.
- Sepuluh derajat diangkat – Derajat di sini bermakna kedudukan di sisi Allah, baik di dunia berupa kemuliaan dan petunjuk, maupun di akhirat berupa tingkatan surga.
Pandangan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang keutamaan shalawat sangat banyak dan shahih, dan beliau menganjurkan untuk memperbanyak shalawat terutama di hari Jumat.
- Syaikh Al-Albani menilai hadits ini shahih dan memasukkannya dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib sebagai dorongan untuk memperbanyak shalawat.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah yang agung, dan balasan sepuluh kali lipat ini adalah murni karunia Allah, bukan karena nilai amalan itu sendiri.
Catatan Penting:
Para ulama menegaskan bahwa shalawat yang dimaksud adalah shalawat yang disyariatkan, seperti "اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ" (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad). Ini bukan berarti kita berdoa untuk Nabi ﷺ karena beliau membutuhkan doa kita, tetapi ini adalah bentuk penghormatan, kecintaan, dan ketaatan kepada perintah Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (semoga Allah merahmatinya) sangat mencintai Nabi ﷺ dan memperbanyak shalawat. Beliau pernah ditanya tentang makna mimpi bertemu Nabi ﷺ, dan beliau menjawab bahwa siapa yang memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, maka ia akan dekat dengan beliau di dunia dan akhirat.
Ada kisah lain bahwa Imam Abu Hanifah (semoga Allah merahmatinya) ketika ditanya tentang orang yang bershalawat kepada Nabi ﷺ, beliau berkata: "Barangsiapa bershalawat kepada Nabi ﷺ sekali, maka Allah membalasnya sepuluh rahmat. Dan barangsiapa bershalawat sepuluh kali, maka Allah membalasnya seratus rahmat. Ini adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki."
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan amalan shalawat dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyaklah shalawat kepada Nabi ﷺ setiap saat, terutama di hari Jumat dan setelah adzan.
- Yakinlah dengan balasan Allah – setiap satu shalawat dibalas sepuluh rahmat, sepuluh dosa dihapus, dan sepuluh derajat diangkat.
- Gunakan lafaz shalawat yang diajarkan Nabi ﷺ, seperti dalam tasyahud: "اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ"
- Jadikan shalawat sebagai sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi ﷺ dan mengikuti sunnah beliau dalam segala aspek kehidupan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.