Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung bagi umat Islam. Ketika kita bershalawat kepada Nabi ﷺ satu kali, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan membalasnya dengan sepuluh kali shalawat (rahmat dan keberkahan) kepada kita. Ini adalah bentuk kemurahan dan kasih sayang Allah yang luar biasa, serta dorongan kuat untuk memperbanyak shalawat kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Dalil Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا
"Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)." (QS. An-Nur [24]: 63)
Ayat ini menunjukkan tingginya kedudukan Nabi ﷺ dan perintah untuk mengagungkan beliau, yang salah satu bentuknya adalah dengan memperbanyak shalawat.
2. Hadits Riwayat Imam Muslim:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim no. 408)
3. Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i (yang sedang dibahas):
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab As-Sahw, Bab Keutamaan Shalawat kepada Nabi ﷺ, no. 1296. Sanadnya shahih, dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
4. Kaitan dengan Ulama:
- Imam An-Nasa'i (wafat 303 H) memuat hadits ini dalam kitabnya sebagai bab tersendiri, menunjukkan perhatian beliau terhadap keutamaan shalawat.
- Imam Al-Bukhari (wafat 256 H) juga meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya dalam Kitab Bada'ul Khalq, Bab "Dzikrul Mala'ikah" (no. 3370).
- Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H) meriwayatkannya dalam Musnad-nya (no. 7457).
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa shalawat Allah kepada hamba-Nya bermakna rahmat dan pengampunan, sedangkan shalawat malaikat adalah doa istighfar.
Penjelasan Rinci
Makna Shalawat:
Para ulama menjelaskan bahwa makna shalawat berbeda-beda sesuai pelakunya:
- Shalawat dari Allah kepada hamba-Nya berarti rahmat, ampunan, dan keberkahan. Ini adalah makna yang disepakati oleh para ulama, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya.
- Shalawat dari malaikat berarti doa dan istighfar untuk hamba tersebut.
- Shalawat dari manusia kepada Nabi ﷺ berarti doa, permohonan rahmat, dan pengagungan kepada beliau.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (11: 155) menjelaskan bahwa shalawat Allah kepada hamba-Nya adalah rahmat-Nya yang khusus, dan balasan sepuluh kali lipat ini adalah bentuk kemurahan Allah yang tidak terbatas.
Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim (4: 107) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan bahwa satu shalawat dibalas sepuluh rahmat dari Allah.
Imam Ibnul Qayyim (wafat 751 H) dalam kitabnya Jala'ul Afham menulis pembahasan panjang tentang shalawat, dan beliau menyebutkan bahwa shalawat adalah salah satu ibadah yang paling agung dan paling besar pahalanya, karena langsung dibalas oleh Allah dengan sepuluh kali lipat.
Imam Asy-Syafi'i (wafat 204 H) dalam Al-Umm menyebutkan bahwa disunnahkan bershalawat kepada Nabi ﷺ dalam setiap kesempatan, terutama setelah adzan, dalam shalat, dan di hari Jumat.
Keutamaan dan Hikmah:
- Bukti cinta kepada Nabi ﷺ - Bershalawat adalah wujud kecintaan dan pengagungan kepada beliau.
- Mendapat rahmat Allah - Setiap satu shalawat dibalas sepuluh rahmat.
- Dikabulkan doa - Shalawat adalah wasilah agar doa dikabulkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain.
- Dekat dengan Nabi ﷺ di hari kiamat - Orang yang paling banyak bershalawat akan paling dekat dengan beliau.
Story Telling
Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal bahwa beliau bermimpi melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam tidurnya. Beliau bertanya, "Ya Rabb, apa amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada-Mu?" Allah menjawab, "Wahai Ahmad, bacalah Al-Qur'an dan bershalawatlah kepada Nabi-Ku Muhammad ﷺ." Imam Ahmad bertanya lagi, "Ya Rabb, apakah membaca Al-Qur'an dan bershalawat itu sama pahalanya?" Allah menjawab, "Wahai Ahmad, jika engkau membaca Al-Qur'an, maka Aku memberimu pahala. Tetapi jika engkau bershalawat kepada Nabi-Ku, maka Aku sendiri yang langsung membalasnya, dan Aku tidak menyerahkan balasannya kepada malaikat."
Kisah ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalawat di sisi Allah, sampai-sampai Allah sendiri yang langsung membalasnya. Meskipun kisah ini tidak shahih secara sanad, namun maknanya didukung oleh hadits-hadits shahih yang menyebutkan bahwa Allah sendiri yang membalas shalawat hamba-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak shalawat setiap waktu, terutama di hari Jumat, setelah adzan, dan dalam doa-doa kita.
- Yakini balasan Allah bahwa setiap satu shalawat dibalas sepuluh rahmat - ini adalah kabar gembira yang harus kita sambut dengan semangat beribadah.
- Ajarkan kepada keluarga tentang keutamaan shalawat agar mereka juga mengamalkannya.
- Gabungkan shalawat dengan doa - ketika berdoa, awali dan akhiri dengan shalawat, karena doa yang diselingi shalawat lebih utama untuk dikabulkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.