Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1294 tentang Cara bershalawat kepada Nabi beserta keluarga dan istri-istrinya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara bershalawat kepada Nabi ﷺ yang diajarkan langsung oleh beliau ketika para sahabat bertanya. Jawaban Nabi ﷺ adalah mengajarkan lafaz shalawat yang mencakup doa untuk beliau, istri-istrinya, dan keturunannya, dengan menyamakan keberkahan tersebut seperti yang diberikan kepada Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Ini menunjukkan bahwa bershalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah yang mulia dengan lafaz yang diajarkan, dan kita dianjurkan untuk mengamalkannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

(QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Hadits:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1294), dari Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3360) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 407) dengan lafaz yang serupa.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa lafaz shalawat yang diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah salah satu bentuk shalawat yang sah dan dianjurkan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan dalam Syarh Al-Arba'in bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ adalah ibadah yang agung, dan lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ adalah yang paling utama karena merupakan lafaz dari beliau sendiri.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan Bershalawat kepada Nabi ﷺ

Allah ﷻ sendiri memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ dalam Al-Qur'an. Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya—apakah wajib atau sunnah—namun yang jelas ini adalah perintah langsung dari Allah ﷻ. Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya menukil dari sebagian ulama salaf bahwa makna shalawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah istighfar, dan dari manusia adalah doa.

2. Cara Bershalawat yang Diajarkan Nabi ﷺ

Dalam hadits ini, ketika para sahabat bertanya bagaimana cara bershalawat, Nabi ﷺ langsung mengajarkan lafaznya. Ini menunjukkan bahwa dalam ibadah, kita harus mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, tidak beribadah dengan cara yang tidak dicontohkan. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya dan menempatkannya dalam bab tentang shalawat, menunjukkan pentingnya lafaz ini.

3. Makna "Kama Shalaita 'ala Ali Ibrahim"

Ungkapan ini menunjukkan bahwa kita memohon kepada Allah agar memberikan shalawat dan keberkahan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana Allah telah memberikannya kepada Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarganya. Ini adalah doa yang agung karena Nabi Ibrahim adalah salah satu rasul ulul 'azmi yang memiliki kedudukan tinggi.

Imam Ibnul Qayyim dalam Jala'ul Afham menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ memiliki kedudukan yang sangat agung, dan lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah yang paling sempurna karena mencakup doa untuk beliau, keluarganya, dan keturunannya.

4. Perbedaan Lafaz dalam Riwayat

Dalam hadits ini terdapat dua riwayat: riwayat Qutaibah dan riwayat Al-Harits. Imam An-Nasa'i sendiri memberikan catatan bahwa mungkin ada bagian yang terlewat dalam riwayat Qutaibah. Ini menunjukkan ketelitian para ulama hadits dalam menjaga lafaz hadits, dan bahwa perbedaan kecil dalam lafaz tidak mengurangi keabsahan hadits selama maknanya tetap terjaga.

5. Hikmah Disebutkannya Istri dan Keturunan

Nabi ﷺ mengajarkan untuk menyertakan istri-istri dan keturunannya dalam shalawat. Ini menunjukkan keutamaan keluarga beliau dan juga mengajarkan kita untuk mendoakan kebaikan bagi orang lain, bukan hanya untuk diri sendiri.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata: "Ketika turun ayat tentang shalawat, kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepadamu?' Beliau menjawab: 'Katakanlah: Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.'" (HR. Al-Bukhari no. 3370 dan Muslim no. 406)

Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat untuk belajar tata cara ibadah langsung dari Nabi ﷺ. Mereka tidak beribadah dengan cara menebak-nebak, tetapi bertanya kepada yang lebih tahu. Ini adalah adab yang agung dalam menuntut ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak bershalawat kepada Nabi ﷺ, karena ini adalah perintah Allah ﷻ dan sebab turunnya rahmat.
  2. Gunakan lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ, seperti lafaz dalam hadits ini, karena itulah yang paling utama.
  3. Sertakan doa untuk keluarga Nabi ﷺ dalam shalawat, sebagaimana dicontohkan.
  4. Belajar tata cara ibadah dari sumbernya, jangan beribadah dengan cara yang tidak dicontohkan Nabi ﷺ.
  5. Teladani semangat para sahabat yang selalu bertanya ketika tidak mengetahui cara beribadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.