Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1284 tentang Wajib memuji Allah dan bershalawat sebelum berdoa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab berdoa dalam shalat: sebelum meminta kepada Allah, hendaknya kita memuji Allah lalu bershalawat kepada Nabi ﷺ. Jika seseorang langsung meminta tanpa memuji Allah dan tanpa shalawat, ia dianggap "terburu-buru". Jika ia sudah memuji Allah dan bershalawat, barulah doanya dijanjikan akan dijawab dan permintaannya akan diberikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Kitab Sahu, Bab Memuji dan Shalawat kepada Nabi ﷺ dalam Shalat, dari sahabat Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه.

Teks hadits (sebagaimana disebutkan):

<p>عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي</p>

"Engkau terburu-buru, wahai orang yang shalat."

<p>ادْعُ تُجَبْ وَسَلْ تُعْطَ</p>

"Berdoalah, niscaya engkau akan dijawab; mintalah, niscaya engkau akan diberikan."

Ayat yang menjadi dasar pentingnya memuji Allah dan bershalawat, di antaranya firman Allah:

QS. Al-Ahzab [33]: 56

<p>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."

Hadits lain yang semakna dan memperkuat:

Dari Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه, Nabi ﷺ mendengar seseorang berdoa tanpa memuji Allah dan tanpa bershalawat, lalu beliau mengajarkan adabnya (diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i). At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar dan Syarh Muslim menjelaskan bahwa memuji Allah dan bershalawat adalah pembuka doa yang dianjurkan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa shalawat termasuk syarat kesempurnaan doa, bukan sekadar pelengkap.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Jala' al-Afham menyebutkan adab-adab doa, di antaranya memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama: Adab memuji Allah sebelum berdoa.

Nabi ﷺ menegur sahabat yang langsung meminta tanpa memuji Allah. Teguran ini bukan kemarahan, tetapi pengajaran. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa doa adalah munajat, dan munajat yang baik dimulai dengan memuji Dzat yang dimunajat.

Kedua: Shalawat kepada Nabi ﷺ sebagai bagian dari doa.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa shalawat adalah wasilah (perantara) yang paling utama. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa doa terhenti antara langit dan bumi sampai dibacakan shalawat (diriwayatkan at-Tirmidzi dari Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه).

Ketiga: Janji "diijabah" dan "diberi".

Sabda <p>ادْعُ تُجَبْ وَسَلْ تُعْطَ</p> menunjukkan bahwa doa yang diawali pujian dan shalawat lebih dekat kepada ijabah. As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan, dan adab yang benar adalah sebab terkabulnya doa.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa memuji Allah dan shalawat dalam doa shalat adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bukan wajib.
  • Imam an-Nawawi menegaskan bahwa meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi mengurangi kesempurnaan doa.
  • Pendapat yang paling kuat: keduanya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), berdasarkan perintah Nabi ﷺ dan janji ijabah dalam hadits ini.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu majelis. Tiba-tiba ada seorang laki-laki shalat lalu berdoa dengan panjang, tetapi ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pun menegurnya dengan lembut: "Engkau terburu-buru, wahai orang yang shalat." Kemudian beliau mengajarkan kepada para sahabat bagaimana adab berdoa yang benar. Tidak lama kemudian, ada laki-laki lain shalat, ia memuji Allah, mengagungkan-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pun bersabda: "Berdoalah, niscaya engkau akan dijawab; mintalah, niscaya engkau akan diberikan." (Diriwayatkan an-Nasa'i dan at-Tirmidzi).

Hikmahnya: doa bukan sekadar meminta, tetapi ibadah yang memiliki adab. Memuji Allah dan bershalawat adalah pintu pembuka ijabah.

Kesimpulan Praktis

  1. Sebelum berdoa, mulailah dengan memuji Allah (misalnya: Alhamdulillahi Rabbil 'alamin, Subhanallah, Allahu Akbar).
  2. Bacalah shalawat kepada Nabi ﷺ sebelum dan sesudah doa.
  3. Jangan terburu-buru dalam berdoa; ikuti adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
  4. Yakinlah bahwa doa yang diawali pujian dan shalawat lebih dekat kepada ijabah.
  5. Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?