Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab berdoa dalam shalat: sebelum meminta kepada Allah, hendaknya kita memuji Allah lalu bershalawat kepada Nabi ﷺ. Jika seseorang langsung meminta tanpa memuji Allah dan tanpa shalawat, ia dianggap "terburu-buru". Jika ia sudah memuji Allah dan bershalawat, barulah doanya dijanjikan akan dijawab dan permintaannya akan diberikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Kitab Sahu, Bab Memuji dan Shalawat kepada Nabi ﷺ dalam Shalat, dari sahabat Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه.
Teks hadits (sebagaimana disebutkan):
<p>عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي</p>
"Engkau terburu-buru, wahai orang yang shalat."
<p>ادْعُ تُجَبْ وَسَلْ تُعْطَ</p>
"Berdoalah, niscaya engkau akan dijawab; mintalah, niscaya engkau akan diberikan."
Ayat yang menjadi dasar pentingnya memuji Allah dan bershalawat, di antaranya firman Allah:
QS. Al-Ahzab [33]: 56
<p>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan."
Hadits lain yang semakna dan memperkuat:
Dari Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه, Nabi ﷺ mendengar seseorang berdoa tanpa memuji Allah dan tanpa bershalawat, lalu beliau mengajarkan adabnya (diriwayatkan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i). At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar dan Syarh Muslim menjelaskan bahwa memuji Allah dan bershalawat adalah pembuka doa yang dianjurkan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa shalawat termasuk syarat kesempurnaan doa, bukan sekadar pelengkap.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Jala' al-Afham menyebutkan adab-adab doa, di antaranya memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Adab memuji Allah sebelum berdoa.
Nabi ﷺ menegur sahabat yang langsung meminta tanpa memuji Allah. Teguran ini bukan kemarahan, tetapi pengajaran. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa doa adalah munajat, dan munajat yang baik dimulai dengan memuji Dzat yang dimunajat.
Kedua: Shalawat kepada Nabi ﷺ sebagai bagian dari doa.
Ibnu Hajar menyebutkan bahwa shalawat adalah wasilah (perantara) yang paling utama. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa doa terhenti antara langit dan bumi sampai dibacakan shalawat (diriwayatkan at-Tirmidzi dari Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه).
Ketiga: Janji "diijabah" dan "diberi".
Sabda <p>ادْعُ تُجَبْ وَسَلْ تُعْطَ</p> menunjukkan bahwa doa yang diawali pujian dan shalawat lebih dekat kepada ijabah. As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan, dan adab yang benar adalah sebab terkabulnya doa.
Perbedaan pendapat ulama daftar:
- Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa memuji Allah dan shalawat dalam doa shalat adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bukan wajib.
- Imam an-Nawawi menegaskan bahwa meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi mengurangi kesempurnaan doa.
- Pendapat yang paling kuat: keduanya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), berdasarkan perintah Nabi ﷺ dan janji ijabah dalam hadits ini.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Fadalah bin 'Ubaid رضي الله عنه pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu majelis. Tiba-tiba ada seorang laki-laki shalat lalu berdoa dengan panjang, tetapi ia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pun menegurnya dengan lembut: "Engkau terburu-buru, wahai orang yang shalat." Kemudian beliau mengajarkan kepada para sahabat bagaimana adab berdoa yang benar. Tidak lama kemudian, ada laki-laki lain shalat, ia memuji Allah, mengagungkan-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ pun bersabda: "Berdoalah, niscaya engkau akan dijawab; mintalah, niscaya engkau akan diberikan." (Diriwayatkan an-Nasa'i dan at-Tirmidzi).
Hikmahnya: doa bukan sekadar meminta, tetapi ibadah yang memiliki adab. Memuji Allah dan bershalawat adalah pintu pembuka ijabah.
Kesimpulan Praktis
- Sebelum berdoa, mulailah dengan memuji Allah (misalnya: Alhamdulillahi Rabbil 'alamin, Subhanallah, Allahu Akbar).
- Bacalah shalawat kepada Nabi ﷺ sebelum dan sesudah doa.
- Jangan terburu-buru dalam berdoa; ikuti adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Yakinlah bahwa doa yang diawali pujian dan shalawat lebih dekat kepada ijabah.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.