Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1283 tentang Balasan salam dan shalawat Allah sepuluh kali lipat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi umat Nabi Muhammad ﷺ. Ketika seorang muslim bershalawat kepada Nabi ﷺ, Allah Ta'ala membalasnya dengan sepuluh rahmat. Dan ketika seorang muslim mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, Allah Ta'ala juga membalasnya dengan sepuluh salam (keselamatan). Ini adalah kabar gembira yang membuat wajah Rasulullah ﷺ berseri-seri, karena menunjukkan betapa besar kemurahan dan kasih sayang Allah kepada umatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Hadits Terkait:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1283), dari sahabat Abu Thalhah Zaid bin Sahl Al-Anshari radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 408) dengan redaksi yang serupa.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nasa'i (wafat 303 H) memasukkannya dalam bab "Keutamaan Mengucapkan Salam kepada Nabi ﷺ", menunjukkan bahwa salam kepada Nabi ﷺ memiliki keutamaan tersendiri selain shalawat.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bershalawat dan salam kepada Nabi ﷺ, serta balasan berlipat ganda dari Allah.
  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits ini dan menjelaskan makna shalawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah istighfar, dan dari umat adalah doa.

Penjelasan Rinci

Makna Shalawat dan Salam

Para ulama menjelaskan bahwa shalawat dari Allah kepada hamba-Nya adalah rahmat dan kasih sayang-Nya. Sedangkan shalawat dari malaikat adalah permohonan ampunan, dan shalawat dari manusia adalah doa dan permohonan rahmat.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Al-'Aliyah bahwa beliau berkata: "Shalawat Allah kepada Nabi-Nya adalah pujian-Nya kepada beliau di sisi para malaikat. Shalawat malaikat adalah doa, dan shalawat orang-orang yang mengikuti beliau adalah doa dan istighfar."

Adapun salam kepada Nabi ﷺ adalah doa keselamatan, sebagaimana makna "Assalamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu" yang berarti "Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Nabi."

Balasan Berlipat Ganda

Dalam hadits ini, Allah Ta'ala berfirman melalui malaikat-Nya:

> "Tidak ada seorang pun yang bershalawat kepadamu, kecuali Aku akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan tidak ada seorang pun yang mengucapkan salam kepadamu, kecuali Aku akan mengucapkan salam kepadanya sepuluh kali."

Ini menunjukkan bahwa setiap satu shalawat dibalas dengan sepuluh rahmat dari Allah. Ini adalah bentuk kemurahan Allah yang luar biasa. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat "Innallaha wa malaikatahu yushalluna 'alan-nabiyy" menunjukkan keutamaan Nabi ﷺ yang sangat agung, dan perintah kepada umat untuk bershalawat serta salam kepadanya sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan.

Mengapa Wajah Rasulullah ﷺ Berseri-seri?

Kegembiraan Rasulullah ﷺ dalam hadits ini bukan karena kepentingan pribadi, tetapi karena kabar ini menunjukkan besarnya rahmat Allah kepada umatnya. Setiap kali seorang muslim bershalawat dan mengucapkan salam kepadanya, Allah membalas dengan sepuluh kali lipat. Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan karena menunjukkan betapa mudahnya meraih rahmat Allah yang berlipat ganda hanya dengan amalan yang ringan di lisan.

Imam Ibnul Qayyim dalam Jala'ul Afham menjelaskan bahwa shalawat kepada Nabi ﷺ memiliki banyak faedah, di antaranya:

  1. Mendapatkan balasan sepuluh rahmat dari Allah.
  2. Diangkatnya derajat oleh Allah.
  3. Dihapuskannya keburukan (dosa-dosa kecil).
  4. Menjadi sebab terkabulnya doa.
  5. Menjadi sebab dekatnya seorang hamba kepada Rasulullah ﷺ pada hari kiamat.

Perbedaan Redaksi antara Riwayat An-Nasa'i dan Muslim

Dalam riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali."

Sedangkan dalam riwayat An-Nasa'i ini, disebutkan tambahan tentang salam yang juga dibalas sepuluh kali. Ini menunjukkan bahwa salam kepada Nabi ﷺ juga memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana yang dipahami oleh Imam An-Nasa'i dengan membuat bab khusus untuk ini.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Thalhah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah seorang sahabat yang sangat mencintai Rasulullah ﷺ. Suatu hari, Rasulullah ﷺ datang dengan wajah yang berseri-seri, memancarkan kebahagiaan. Para sahabat yang melihatnya langsung berkata, "Wahai Rasulullah, kami melihat kegembiraan di wajahmu."

Rasulullah ﷺ kemudian menceritakan kabar gembira dari Allah Ta'ala melalui malaikat-Nya: bahwa setiap orang yang bershalawat kepadanya akan dibalas sepuluh rahmat, dan setiap yang mengucapkan salam kepadanya akan dibalas sepuluh salam.

Kisah ini menunjukkan bagaimana Rasulullah ﷺ sangat gembira ketika mengetahui kabar yang membawa kebaikan besar bagi umatnya, bukan untuk dirinya sendiri. Ini adalah akhlak mulia beliau yang selalu mengutamakan umatnya.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah sering kali menasihati kaum muslimin agar memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, karena shalawat adalah amalan yang ringan di lisan namun berat timbangannya di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah bershalawat kepada Nabi ﷺ setiap saat, terutama setelah adzan, pada hari Jumat, dan dalam doa-doa kita.
  2. Ucapkanlah salam kepada Nabi ﷺ ketika menyebut namanya atau ketika berziarah ke makam beliau, karena ini juga dibalas oleh Allah dengan sepuluh kali salam.
  3. Yakinlah dengan janji Allah bahwa setiap satu shalawat dibalas sepuluh rahmat. Ini adalah investasi akhirat yang sangat menguntungkan.
  4. Ajarkanlah kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita tentang keutamaan shalawat ini, sebagaimana para sahabat saling mengajarkannya.
  5. Jadikan shalawat sebagai wirid harian yang tidak ditinggalkan, karena amalan ini ringan namun pahalanya sangat besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.