Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1278 tentang Tasyahhud diajarkan Nabi seperti mengajarkan surah Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya bacaan tasyahhud dalam shalat. Rasulullah ﷺ sangat perhatian mengajarkan bacaan ini kepada para sahabat, sebagaimana beliau mengajarkan surah-surah Al-Qur'an. Ini menegaskan bahwa tasyahhud adalah bagian dari shalat yang harus dipelajari dan dibaca dengan benar, bukan sekadar bacaan biasa.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حُمَيْدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ

"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan tasyahhud kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan surah dari Al-Qur'an.'" (HR. An-Nasa'i no. 1278)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 403) dengan redaksi yang lebih panjang, yang di dalamnya disebutkan lafazh tasyahhud yang diajarkan Nabi ﷺ.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Perhatian Nabi ﷺ terhadap Pengajaran Tasyahhud

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pengajaran tasyahhud oleh Nabi ﷺ kepada para sahabat dilakukan dengan sangat teliti dan berulang-ulang, sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur'an. Ini menunjukkan bahwa tasyahhud adalah bagian dari shalat yang sangat penting dan tidak boleh disepelekan.

2. Makna "Seperti Mengajarkan Surah dari Al-Qur'an"

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan beberapa hal:

  • Tasyahhud diajarkan dengan penuh perhatian dan kesungguhan
  • Lafazhnya dijaga dan tidak boleh diubah-ubah
  • Bacaannya harus dihafal dengan benar
  • Pengajarannya dilakukan secara berulang-ulang sampai benar

3. Tasyahhud adalah Bagian dari Shalat

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa tasyahhud adalah salah satu rukun shalat menurut pendapat yang kuat. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan tasyahhud dalam shalatnya, dan beliau mengajarkannya kepada para sahabat dengan sangat teliti.

4. Perhatian terhadap Lafazh Tasyahhud

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya menjaga lafazh tasyahhud sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ. Para sahabat sangat berhati-hati dalam meriwayatkan lafazh tasyahhud karena mereka memahami pentingnya bacaan ini.

5. Hikmah Pengajaran yang Teliti

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa tasyahhud adalah bacaan yang agung di hadapan Allah ﷻ, karena di dalamnya terdapat pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi ﷺ, dan doa. Oleh karena itu, pengajarannya harus dilakukan dengan sangat teliti.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku tasyahhud, sedangkan telapak tanganku berada di antara kedua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajarkan kepadaku surah dari Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari no. 6265, Muslim no. 402)

Dalam riwayat lain, Ibnu Mas'ud menceritakan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan tasyahhud dengan sangat teliti, sampai-sampai beliau mengulang-ulangnya agar para sahabat benar-benar menghafalnya. Ini menunjukkan kecintaan Nabi ﷺ terhadap umatnya, agar mereka beribadah dengan benar.

Hikmah dari kisah ini: Kita harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari tata cara shalat, terutama bacaan tasyahhud, karena shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan tasyahhud dengan benar sesuai lafazh yang diajarkan Nabi ﷺ, karena ini adalah bagian penting dari shalat.
  2. Ajarkan tasyahhud kepada keluarga dan anak-anak dengan penuh kesabaran, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.
  3. Perhatikan bacaan tasyahhud dalam shalat - jangan terburu-buru, baca dengan tartil dan penuh kekhusyukan.
  4. Jangan mengubah lafazh tasyahhud dengan tambahan atau pengurangan tanpa dalil yang shahih.
  5. Ambil pelajaran dari kesungguhan Nabi ﷺ dalam mengajarkan ibadah kepada umatnya, lalu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?