Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah diganggu oleh Iblis saat sedang shalat, dan beliau mengusirnya dengan berlindung kepada Allah dan melaknatnya. Ini adalah mukjizat dan bentuk penjagaan Allah kepada Nabi-Nya. Pelajaran utamanya adalah bolehnya seorang muslim memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan di dalam shalat, dan bahwa shalat adalah tempat berlindung dari gangguan setan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
QS. Al-A'raf [7]: 200
Artinya: "Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
Hadits:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1215), dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 542) dengan redaksi yang lebih panjang.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berbicara dalam shalat untuk menolak gangguan setan, dan bahwa Nabi ﷺ diberikan kekuatan untuk melihat setan dan menangkapnya sebagai bentuk mukjizat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Gangguan Setan dalam Shalat adalah Nyata
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa setan sangat bersungguh-sungguh mengganggu manusia dalam shalat, karena shalat adalah ibadah yang paling dicintai Allah. Setan berusaha memecah konsentrasi, membisikkan was-was, dan bahkan mencoba mengganggu secara fisik sebagaimana terjadi pada Nabi ﷺ.
2. Bolehnya Berlindung kepada Allah di Dalam Shalat
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan di dalam shalat tidaklah membatalkan shalat, karena ini termasuk dzikir dan doa yang dianjurkan. Bahkan ini adalah bentuk pembelaan diri dari musuh yang nyata.
3. Laknat kepada Iblis
Imam As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa melaknat setan adalah bentuk kebencian kepada musuh Allah dan menunjukkan permusuhan yang jelas terhadapnya. Namun yang lebih utama adalah memohon perlindungan kepada Allah, karena laknat saja tidak cukup untuk mengusir setan tanpa pertolongan Allah.
4. Mukjizat Nabi ﷺ
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kemampuan Nabi ﷺ melihat Iblis dan hendak menangkapnya adalah mukjizat yang Allah berikan khusus kepada beliau. Ini menunjukkan kedudukan tinggi Nabi ﷺ dan penjagaan Allah kepadanya.
5. Doa Nabi Sulaiman
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa Nabi Sulaiman yang dimaksud adalah doanya yang tercantum dalam QS. Shad [38]: 35, yaitu memohon kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahnya. Karena doa ini, Allah memberikan kekuasaan kepada Sulaiman atas setan-setan, dan Nabi ﷺ menghormati doa saudaranya ini dengan tidak mengambil Iblis.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi ﷺ sedang shalat, tiba-tiba beliau mengulurkan tangannya seolah-olah hendak mengambil sesuatu. Para sahabat yang melihat hal ini merasa heran, karena mereka belum pernah melihat Nabi ﷺ melakukan hal seperti itu dalam shalat.
Setelah selesai shalat, para sahabat bertanya tentang apa yang terjadi. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa Iblis datang membawa bara api untuk dilemparkan ke wajah beliau. Maka beliau berlindung kepada Allah dan melaknatnya, namun Iblis tidak mundur. Kemudian Nabi ﷺ hendak menangkapnya, tetapi beliau ingat doa saudaranya, Nabi Sulaiman 'alaihis salam, yang telah memohon kepada Allah agar diberi kekuasaan atas setan-setan.
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya penjagaan Allah kepada para Nabi-Nya, dan bagaimana setan selalu berusaha mengganggu manusia dalam ibadah mereka. Namun Allah senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman dan berlindung kepada-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca ta'awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) sebelum memulai ibadah, terutama shalat dan membaca Al-Qur'an.
- Jika terganggu was-was dalam shalat, ucapkanlah ta'awudz dan meludahlah ke kiri tiga kali, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Muslim dari Utsman bin Abil 'Ash.
- Jangan biarkan gangguan setan merusak shalat kita — teruslah berusaha khusyuk dan berlindung kepada Allah.
- Yakinlah bahwa Allah melindungi hamba-Nya yang ikhlas — sebagaimana Dia melindungi Nabi-Nya dari gangguan Iblis.
- Perbanyak doa memohon perlindungan dari gangguan setan, terutama dalam shalat dan di luar shalat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.